INDUSTRY.co.id, Jakarta - Ditengah belum pulihnya perekonomian secara global, PT Cowell Development Tbk pengembang properti berskala besar masih mampu bertahan, hal tersebut direalisasikannya melalui ekspansi dan membangun proyek baru. Pihaknya mengalokasikan belanja modal tahun ini sebesar Rp 314 miliar. Dana tersebut akan mereka manfaatkan untuk kebutuhan existing project.

Advertisement

“Perseroan pada tahun 2017 masih memprioritaskan pengembangan rumah tapak, karena resiko bisnis yang lebih rendah ketimbang produk properti lainnya. Perseroan akan terus melanjutkan proyek berkonsep properti terpadu (mix used) tersebut dikembangkan di atas lahan seluas 120 hektar,” kata Presiden Direktur PT Cowell Development Tbk Edhi Sutanto dalam RUPS Tahunan, di Jakarta, Senin (15/5/2017).

Perseroan juga akan menyelesaikan proyek Lexington Residence, yaitu proyek apartemen yang dikembangkan di atas lahan seluas 1,1 hektar di kawasan Jalan Deplu Raya, Pesanggrahan, Jakarta Selatan. Saat ini, ke dua tower tersebut sudah melewati proses Topping Off, dan target perseroan selesai di kuartal ketiga tahun 2017.

Advertisement

Bicara soal sektor properti, Edhi melihat, pasar properti Indonesia tetap menjadi primadona sebagai investasi jangka panjang yang menjanjikan. Apalagi  harga yang terus menanjak, sampai dengan pemasukan pasif yang bisa di dapat dari hasil sewa.

“Sehingga perseroan mampu menyiasati dengan baik dan membukukan nilai penjualan sebesar Rp 570 miliar pada tahun 2016,”ucapnya

Advertisement

Sementara itu, Darwin F. Manurung , Direktur COWL menyatakan, tahun 2017, Cowell  akan melakukan ekspansi dan membangun proyek baru. Pihaknya akan  meluncurkan lima proyek baru di beberapa lokasi dan mayoritas yang dibangun adalah hunian apartemen. Proyek itu mencakup di Jakarta, Bogor dan sejumlah lokasi lainnya.

“Cowell masih menanti momen yang tepat untuk meluncurkan proyek baru. Pertimbangan utama perusahaan itu adalah efek gulir dari kebijakan pengampunan pajak alias tax amnesty yang diharapkan bisa membawa banyak dana tunai ke Indonesia, dan dibelanjakan untuk membeli properti.

Advertisement

“Meskipun tak menelurkan proyek anyar, Cowell optimistis bisa memenuhi target pertumbuhan 10%,”ujanya.

Hingga kini, Cowell masih memiliki landbank alias tabungan lahan sekitar 70 - 80 hektare (ha). Landbank terluas berada di proyek Borneo Paradiso. "Ada rencana akuisisi landbank, pilihan kami masih di kota," ujar Darwin.