INDUSTRY.co.id - Jakarta – Dalam silaturahmi dan buka puasa bersama antara Wakil Ketua Umum Kadin Indonesia bidang pengembangan pengusaha nasional Arsjad Rasjid dengan Ketua Umum Kadin Banten Mulyadi Jayabaya, berbagai informasi seputar situasi perekonomian di Banten dipaparkan.
Pada kesempatan tersebut, Mulyadi mengungkapkan bahwa kondisi ekonomi nasional telah membawa dampak besar kepada para pengusaha di Banten, terutama usaha kecil mikro dan menengah atau UMKM.
Oleh karenanya, Mulyadi menitipkan harapan pada Arsjad Rasjid bila terpilih menjadi Ketua Umum Kadin 2021- 2026. Ia berharap adanya kemudahan bagi pengusaha kecil yang tidak memiliki akses permodalan ke perbankan.
“Berikan kesempatan kepada UMKM, tanpa perlu kartu anggota. Tolong dibantu akses permodalan kepada perbankan,” ujar Mulyadi dalam acara silaturahmi dan buka puasa bersama yang dilaksanakan di Hotel Four Season, Jakarta, Rabu (21/4/2021).
Menurut Mulyadi, di Provinsi Banten masih banyak usaha kecil yang terpaksa berhubungan dengan rentenir. “Di Banten itu kasihan Pak, masih banyak usaha kecil yang tidak punya akses permodalan ke perbankan, sehingga masih terjerat rentenir. Ini pedagang asongan mau pinjam uang 1 juta saja, masih dipotong 20 persen,” tuturnya.
Namun kini perlahan kondisi ekonomi mulai membaik. Apalagi menurut Mulyadi, Banten sangat potensial secara bisnis karena diuntungkan secara geografis sebagai lintas Sumatera Jawa, dan letaknya yang berbatasan dengan Ibukota.
“Sehingga bila Pak Arsjad terpilih menjadi Ketua Umum Kadin Indonesia, bisa ikut membantu menggerakkan perekonomian daerah dan memberikan kesempatan usaha kepada UKM,” tambah Mulyadi.
Silaturahmi bersama Wakil Ketua Umum Kadin Indonesia Arsjad Rasjid dan Kadin Banten juga dihadiri beberapa anggota kabinet Indonesa Maju, diantaranya Menteri Perdagangan Muhammad Lutfi, Menteri Kelautan dan Perikanan Sakti Wahyu Trenggono, dan Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal Bahlil Lahadalia.
Menteri Kelautan dan Perikanan Sakti Wahyu Trenggono menyambut baik kerjasama dan sinergi dengan pengusaha di daerah, apalagi Banten yang memiliki potensi perikanan terutama budidaya lobster yang cukup potensial.
“Ayo bersama kita bangkitkan ekonomi. Potensi perikanan Indonesia mencapai 162 miliar dolar US, Indonesia itu nomor tiga terbesar, pertama tetap China. Dia (China) itu importir terbesar dan eksportir terbesar. Saya sudah sampaikan ke Menteri Perdagangan, Kadin harus bergerak juga kesana,” jelas Sakti.
Ia menambahkan bahwa dirinya sudah merencanakan juga untuk kunjungan dinas ke Banten. Sebelumnya Natuna, Jambi, Jawa Tengah dan Jawa Timur, dan terakhir ke Banten. Alasanya, karena Banten mempunyai potensi yang sangat besar di jalur selatan, terutama di daerah Pandeglang.
"Budidaya ini akan kita kembangkan, 2 juta ton udang di tahun 2024. Pasar udang itu sendiri kira-kira 24 miliar dolar US dan Indonesia masih dalam posisi kelima, kalah dengan Ekuador, pertama tetap China. Dan untuk wilayah Banten ini, budidaya lobster di Lebak cukup bagus potensinya," tambah Sakti.
Sementara itu, Menteri Perdagangan Muhammad Lutfi yakin bila Arsjad Rasjid terpilih sebagai Ketua Umum Kadin Indonesia, dirinya akan bisa bersinergi dan bekerja sama dengan pemerintah.
“Saya sampaikan konsep di Kementerian Perdagangan, terutama untuk bisa menggerakkan perkonomian khususnya di daerah. Dan saya hadir disini mewakili Kementerian Perdagangan untuk menghadirkan pelaku ekonomi, untuk menjaring calon eksportir. Jadi nanti barang-barang alam di Banten akan jadi komoditas untuk perdagangan di Indonesia,” terang Lutfi.
Menteri Perdagangan Muhammad Lutfi juga menyinggung persahabatannya dengan Arsjad Rasjid sejak bersama-sama menempuh kuliah di Amerika Serikat tahun 1988.
“Persahabatan ini sudah jauh, saya bersama pak Arsjad bareng sekolah di Amerika tahun 1988. Kita sama-sama tumbuh menjadi mahasiswa dan pimpinan mahasiswa, sebagai Ketua Permias. Kita pulang ke Indonesia sama-sama, lalu memulai usaha. Arsjad dengan Indika, saya dengan Mahaka. Saya kenal Arsjad dari kecil, beliau itu terbukti komitmennya,” ungkap Lutfi.
“Saya tanpa reservasi mendukung Arsjad Rasjid untuk menjadi Ketum Kadin yang baru. Saya berjanji akan menjadi mitra Kadin dalam agenda pergerakan ekonomi, khususnya demi membantu pemulihan ekonomi negeri ini. Kita akan gaungkan Kadin, kita akan galakkan organisasi ini (Kadin Indonesia).” ungkap Lutfi menutup paparanya.
Wakil Ketua Umum Kadin Indonesia bidang pengembangan pengusaha nasional Arsjad Rasjid menilai perlunya Kadin baru kedepan. "Bila Kadin Indonesia diibaratkan sebagai sebuah perusahaan, maka pemegang sahamnya Kadin daerah," ungkap Arsjad Rasjid.
Calon Ketua Umum Kadin Indonesia periode 2021–2026 itu pun menawarkan 4 pilar, yakni program prioritas diantaranya kesehatan sebagai tulang punggung, pengembangan ekonomi nasional dan daerah, pengembangan kewirausahaan dan meningkatkan kompetensi serta membenahi organisasi.