INDUSTRY.co.id - Jawa Barat, Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi (Menko Marves) Luhut B. Pandjaitan melakukan kunjungan ke beberapa lokasi pembangunan Kereta Cepat Jakarta-Bandung, beberapa waktu lalu.

Advertisement

Lokasi pembangunan yang ditinjau oleh Menko Marves adalah Stasiun Padalarang, Stasiun Tegalluar, Depo Angkutan Rel Tegalluar, dan fasilitas Track Laying Tegalluar. 

Kunjungan ini sendiri bertujuan untuk melihat dan mengetahui kondisi pembangunan stasiun seiring dengan adanya rencana penambahan titik stasiun di Padalarang.

Advertisement

“Saya ingin dipastikan seluruh pembangunan di Stasiun Padalarang ini akan selesai pada bulan Juli, nanti akan saya tinjau kembali pembangunannya,” ungkap Menko Luhut dalam keterangannya, seperti dikutip redaksi INDUSTRY.co.id pada Rabu (14/3/2021).

Kemudian, menurut Luhut, berdasarkan penjelasan yang disampaikan oleh PT KCIC, penambahan Stasiun Padalarang dilakukan untuk memberikan pilihan kenyamanan terintegrasi yang lebih baik untuk masyarakat. 

Advertisement

Diharapkan nantinya penambahan titik ini dapat membantu pengembangan daerah sekitar.

“Pembangunan di Stasiun Tegalluar serta pengerjaan pemasangan rel akan selesai pada bulan Oktober dan akan kita tinjau kembali kesiapannya,” jelas Menko Luhut.

Advertisement

Pembangunan kontruksi di Stasiun Tegalluar terus dilakukan untuk mengejar target penyelesaian di tahun 2022. 

Menko Marves beserta rombongan juga melihat track laying facility yaitu fasilitas penunjang pemasangan rel. 

Pada fasilitas ini, rel yang tiba dari Depo Tegalluar kemudian diluruskan untuk selanjutnya dilakukan tes uji, setelahnya disambung dari masing-masing 50 meter menjadi 500 meter dengan sistem las. 

Setelah proses selesai, rel-rel yang sudah disambung itu diberangkatkan dari track laying facility menuju lokasi pemasangan rel di trase Kereta Cepat Jakarta-Bandung.

Pembangunan kereta cepat Jakarta-Bandung yang dikerjakan oleh PT KCIC berjalan secara paralel.

Selain pembangunan jalur kereta, pembangunan stasiun dan sarana penunjang lainnya juga menjadi target yang akan diselesaikan pada tahun 2022.

“Setiap 3 (tiga) bulan kita akan melakukan evaluasi serta pengecekan dari kemajuan pembangunan Kereta Cepat Jakarta Bandung sehingga pengerjaannya tepat waktu”, tutup Menko Luhut.

Perlu diketahui, turut hadir dalam kunjungan tersebut ialah Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi, Wakil Menteri II Badan Usaha Milik Negara Kartika Wirjoadmodjo, Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil, serta Duta Besar Repulik Rakyat Tiongkok Xiao Qian.

Proyek kereta cepat Jakarta-Bandung ini sejatinya merupakan proyek patungan antara perusahaan Indonesia dan China.

Dimana PT KCIC ditunjuk sebagai pengelola proyek yang sebagian besar dibiayai dari pinjaman China  Development Bank.

Pemerintah Indonesia sendiri memegang sekitar 60 persen saham melalui konsorsium perusahaan BUMN yakni PT Pilar Sinergi BUMN Indonesia.

Sementara 40 persen saham KCIC dipegang konsorsium asal Cina, Beijing Yawan HSR Co Ltd.

Proyek ini ditargetkan akan selesai pada akhir tahun 2022 mendatang.