INDUSTRY co.id - Jakarta, Menteri Perindusterian (Menperin) Agus Gumiwang Kartasasmita mengemukakan bahwa sebanyak 156 perusahaan industri akan unjuk kebolehan dalam pameran teknologi industri terbesar di dunia Hannover Messe, Jerman pada 12-16 April 2021.

Advertisement

Dari 156 industri tersebut, 54 diantaranya berasal dari sektor industri logam, mesin, alat transportasi dan elektronika (ILMATE).

Keikutsertaan sejumlah industri ILMATE dalam Hannover Messe 2021 kali ini merupakan yang terbesar dari semua sektor, dan sekaligus menunjukkan antusiasme sektor ILMATE dalam mengadopsi teknologi industri 4.0.

Advertisement

Kemenperin sendiri, sebut Agus telah melakukan serangkaian persiapan, salah satunya menggelar pra-konfrensi Hannover Messe.

"Kegiatan pra-konferensi Hannover Messe 2021 yang mengangkat tema sektor ILMATE menunjukkan peranan penting teknologi dan inovasi pada proses transformasi industri di era industri 4.0 dengan konsep accelarate dan connecting,” kata Menperin Agus saat membuka Pra-Konferensi Hannover Mese 2021," dikutip redaksi INDUSTRY.co.id pada Jumat (9/4/2021).

Advertisement

Untuk diketahui, dalam ajang ini, pemerintah mengusung tema "Making Indonesia 4.0" dan "Tagline Connect to Accelerate".

Presiden Joko Widodo bersama Kanselir Jerman dijadwalkan membuka pameran industri terbesqr sejagad ini.

Advertisement

Menurut Menperin, dalam ajang itu juga akan dilakukan sejumlah penandatangan kerjasama (MoU) antara Perusahaan industri Indonesia dan Jerman, salah satunya dari sektor ILMATE yaitu PT. Yogya Presisi Teknikatama Industri dengan Toolcraft AG Jerman untuk kerjasama pengembangan produk mesin pesawat dan alat kesehatan (implant). 

“Hal ini untuk mendukung program substitusi impor yang telah kami canangkan,” papar Menperin Agus.

Penandatanganan MoU tersebut akan dilakukan sebelum pembukaan resmi Pameran Hannover Messe 202, yang disaksikan oleh Presiden Jokowi.

Adapun pada kegiatan pra-konferensi HM 2021 itu, Kemenperin menghadirkan lima industri dari sektor ILMATE yang berbagai cerita terkait pengembangan teknologi yang dilakukan, mereka adalah PT. Wika Industri Makmur (alat angkut), PT. Zenith Allmart Precisindo (alat kesehatan), PT. Uncal Digital Technology (industri elektronika), PT. Voksel Elektrik (industri logam), serta PT. Kreasi Mandiri Wintor Indonesia (produsen AMMDes).

"Berbagai pengalaman dan capaian dalam perjalanan mengimplementasikan Industri 4.0 yang disampaikan oleh para pembicara dalam pre-konferensi diharapkan dapat mendorong para pelaku industri di Indonesia untuk turut mengimplementasikan industri 4.0," tandas Menperin Agus.

Sementara itu, Donny Novanda, Chief Operation Officer Astra Otoparts Div. Winteq dalam pra-konfrensi HM 2021 menyampaikan keunggulan produk Alat Mekanis Multi Guna Pedesaan (AMMDes) yang dikembangkannya berkat dukungan Kementerian Perindustrian. 

Dikatakannya, produk AMMDes dapat disesuaikan dengan kebutuhan penggunanya, dengan menggunakan aplikasi peralatan yang diperlukan.

“Inovasi yang dimiliki adalah dapat mengisi di gap aplikasi mana yang bisa dikembangkan,” jelas Donny.

Produk AMMDes menyasar kebutuhan masyarakat pedesaan, Koperasi Unit Desa, Badan Usaha Milik Desa, serta pemerintah desa, termasuk dalam kegiatan pengentasan bencana alam.

Selanjutnya, Wahju Agus Irawan, Technical Support PT. Voksel Elektrik menyampaikan, perusahaannya memproduksi fiber optic yang menghubungkan user dan provider. Transformasi digital dalam perusahaan tersebut dilandasi dengan budaya perusahaan untuk mendukung proses ini.

“Budaya tersebut meliputi connectivity, integration, passion for excellence, accountability, respect, dan social responsibility. 

“Perusahaan kami memiliki roadmap Transformasi Digital sejak 2020 hingga 2024 yang mengarah pada integrasi, sesuai dengan Making Indonesia 4.0,” ujar Wahju.

Haider Alatas sebagai CEO Uncal Digital Technology menjelaskan definisi system integrator yang dilakukan oleh perusahaannya.

Perusahaan-perusahaan saat ini memiliki begitu banyak sistem dan device, sehingga tidak hanya memerlukan system integration, tapi juga IoT integration. Hal ini akan bisa menghubungkan semua IoT enabled objects yang ada di perusahaan. 

“Kontribusi perusahaan kami adalah mengintegrasikan sistem sehingga data bisa mengalir dari satu sistem ke sistem lainnya,” papar Haider.

Allan Changrawinata, CEO of Industrial Part & Medical Devices Zenith Allmart Precisindo menegaskan, pekerjaan manual seperti perakitan juga bisa dilakukan secara digital. Karenanya, perlu infrastruktur IoT untuk digitalisasi. 

“Kita berusaha membangun sistem software, lalu diimplementasikan di area machine (CNC) dengan memanfaatkan big data yang dikumpulkan,” jelasnya.

Sementara itu, GM Sales dan Marketing PT Wika Industri Makmur Abdullah Alwi memaparkan, perusahaannya mengembangkan Gesits mobile app yang berfungsi untuk mempermudah perawatan kendaraan. 

Aplikasi yang diciptakan produsen sepeda motor Gesits tersebut dapat menganalisa kondisi kendaraan dan bisa dikoneksikan dengan bluetooth maupun sarana koneksi lainnya.

“Kami sebagai produsen kendaraan listrik dengan teknologi industri 4.0 dan ramah lingkungan ingin memberikan experience berkendara seperti pada motor 125-150 cc,” pungkas Abdullah.