INDUSTRY.co.id - Jakarta, Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Erick Thohir bersama dengan Menlu Retno dan Mendag M. Lutfi serta didampingi Dubes RRT Djauhari Oratmangun, melakukan serangkaian pertemuan dengan perwakilan pemerintahan Xie Jin Ping.

Advertisement

"Pagi tadi, kami bertemu dengan State Councillor/Menteri Luar Negeri RRT, Wang Yi dan beberapa pertemuan dengan perusahaan produsen vaksin untuk membahas kembali penguatan kerjasama vaksin," kata Erick dikutip redaksi dari keterangnnya pada Minggu (4/4/2021).

Selain itu, dalam kunjungan kerjanya ke China tersebut, Erick Thohir dan delegasi juga bertemu dengan Ren Hongbin, Vice Chairman The State-owned Assets Supervision & Administration Commission of the State Council (SASAC).

Advertisement

Untuk diketahui, SASAC sendiri merupakan instansi pemerintah RRT pengelola BUMN.

"Kami mempelajari bagaimana Tiongkok berhasil mentransformasi & mereformasi BUMN mereka menjadi lebih efisien, memberikan kontribusi yang maksimal untuk masyarakat, dan menjadi pemain kelas dunia," tandas Erick.

Advertisement

"KemenBUMN dan SASAC akan melanjutkan dialog dan membuat platform kerjasama BUMN antar kedua negara yang lebih kongkrit," sambungnya.

Selain itu, Erick menyampaikan juga bahwa dirinya mengadakan pertemuan khusus dengan perwakilan dari konsorsium Contemporary Amperex Technology Co. Ltd (CATL), Brunp, dan Lygend (CBL).

Advertisement

CATL dab CBL sejatinya telah bermitra dengan konsorsium BUMN (MIND ID, Pertamina, PLN, dan Antam) untuk pengembangan EV Battery.

"Saya ingin memastikan bahwa CBL berkomitmen untuk kerjasama ini & segera menindaklanjuti nota kesepahaman yg telah ditandatangani antara konsorsium BUMN dengan perusahan besar CATL," ujar Erick.

"Total investasinya kurang lebih USD5 miliar," paparnya.

Dengan skema kerjasama ini, terangnya, tidak hanya membuat Indonesia menjadi pasar, namun Indonesia akan menjadi pemain EV Battery kelas dunia melalui skema transfer teknologi.

"Insya Allah, hasil dari kunjungan kerja kali ini dapat memperkuat sinergi Indonesia-RRT dalam konteks bilateral," pungkas Erick Thohir.