INDUSTRY.co.id - Jakarta - Manajemen PT Satria Antaran Prima Tbk (SAPX), atau SAP Express akan mengalokasikan dana belanja barang modal (Capital Expenditure/Capex) antara Rp50-60 miliar untuk 2021.

Advertisement

Dalam acara paparan publik insidentil di Jakarta, Selasa (16/03/2021), Budiyanto Darmastono, Direktur Utama SAPX, mengemukakan, capex yang berasal dari kas perseroan tersebut akan digunakan untuk menambah jaringan infrastruktur usaha perseroan.

“Tapi jika dana sebesar itu masih kurang, kami akan mencari dana alternatif lainnya, misalnya pinjaman. Tetapi sampai sekarang, juga belum terbayang dari manakah kami bisa memperoleh pinjaman tersebut. Masih dipertimbangkan kembali,” tutur Budi.

Advertisement

Budi menjelaskan, capex itu akan digunakan untuk menambah jaringan kantor cabang dan sub cabang. Selain itu, manajemen juga akan menambah gudang untuk usaha fulfilment, menambah armada kendaraan dan menambah jumlah kurir yang mendukung kegiatan operasional perusahaan.

“Untuk ekspansi jaringan, perseroan akan menambah kantor-kantor cabang, terutama di pulau Jawa, Bali dan Sumatera dan berbagai daerah lain yang potensial. Target Perseroan untuk pulau Jawa adalah memiliki cabang atau subcabang di setiap Kabupaten. Pasalnya, volume kiriman memang paling di Jawa. Sementara, daerah-daerah lain akan mengikuti secara bertahap sesuai perkembangan industri dan usaha Perseroan,” papar Budi.

Advertisement

Budi juga mengungkapkan, pendapatan SAPX ditargetkan tumbuh antara 15-20 persen pada tahun 2021 ini. Karena itu, perseroan berencana tetap fokus pada core business, yaitu di layanan last mile dengan berbagai pengembangan derivative bisnis ini, yaitu layanan warehouse/fulfilment, bulky shipment, retail business, dan sebagainya.

“Tahun ini kami mencoba untuk mengembangkan bisnis usaha retail dengan penetrasi yang lebih dalam di segmen ecommerce dan social commerce di samping segmen tradisional perseroan, yaitu korporas,” kata Budi.

Advertisement

Selain itu, demikian Budi, manajemen SAPX juga membidik segmen marketplace karena segmen ini cukup menjanjikan. Adapun  dari sisi volume yang diharapkan, segmen tersebut dapat me-leverage pertumbuhan revenue Perseroan.

Budi mengemukakan, tahun 2020 adalah tahun yang penuh tantangan bagi dunia usaha karena dihantam pandemic Covid-19. Banyak pelaku usaha terpukul sehingga mereka menutup usahanya.

Kendati demikian, menurut Budi, SAPX mampu menunjukkan kinerja yang cemerlang. Hal itu ditunjukkan Laporan Keuangan Triwulan III 2020 dimana Perseroan telah mencatat pendapatan sebesar Rp329,92 miliar. Itu lebih tinggi dibanding periode yang sama pada tahun sebelumnya Rp274,91 miliar.

“Kenaikan pendapatan tersebut diiringi dengan peningkatan laba bersih yang signifikan, yaitu dari sebesar Rp18,17 miliar pada Triwulan III 2019 menjadi Rp25,58 miliar pada periode yang sama 2020,” pungkas Budi.

Kenaikan tersebut karena banyak masyarakat yang mengubah pola belanjanya dari pola belanja tradisional ke pola belanja online atau ecommerce. Hal itu seiring dengan penutupan banyak toko-toko atau tempat-tempat belanja konvensional yang pada saat pandemik atau beroperasi secara terbatas, yang mengakibatkan masyarakat kesulitan berbelanja.

Sementara itu, usaha online di Indonesia sangat besar sekali potensinya. Karena itu  semakin banyak orang yang menekuni bisnis online. Usaha kurir adalah derivative dari usaha online karena usaha online pasti memerlukan jasa kurir untuk mengirim barang ke konsumen. Jadi, usaha kurir akan terdampak positif langsung berkat perkembangan usaha online.

PT Satria Antaran Prima Tbk adalah perusahaan jasa pengiriman yang didirikan dan beroperasi pada 2014. Sejak itu, perseroan menandai dirinya sebagai perusahaan kurir ekspres dan logistik terkemuka di Indonesia. Saat ini, Perseroan memiliki jaringan pengiriman hampir ke seluruh kota tujuan di Indonesia. (Abraham Sihombing)