INDUSTRY.co.id - JAKARTA – Industri logistik nasional terus memperkuat perannya dalam mendukung perdagangan lintas negara. J&T Express memperluas cakupan layanan pengiriman internasional (J&T International) dari sebelumnya hanya melayani tujuh negara menjadi lebih dari 60 negara tujuan yang tersebar di Asia, Timur Tengah, Afrika, Australia, Eropa, hingga Amerika. Ekspansi ini dilakukan untuk mengakomodasi meningkatnya permintaan pengiriman internasional sekaligus memperkuat dukungan terhadap ekspansi pasar pelaku usaha Indonesia, khususnya UMKM.
Perusahaan mencatat volume pengiriman internasional terus meningkat dari tahun ke tahun. Pada 2025, volume pengiriman tercatat melonjak lebih dari dua kali lipat dibandingkan tahun sebelumnya. Kenaikan tersebut sejalan dengan tren perdagangan lintas negara yang semakin berkembang, termasuk meningkatnya aktivitas ekspor UMKM Indonesia yang naik dari 16,9% pada 2024 menjadi 19% pada 2025 berdasarkan data Kementerian Perdagangan.
Direktur Marketing J&T Express, Erick, mengatakan penguatan jaringan internasional menjadi strategi perusahaan untuk menjawab kebutuhan pasar yang semakin terhubung secara global. Menurutnya, perluasan negara tujuan diharapkan dapat memperluas akses pengiriman bagi pelanggan individu maupun pelaku usaha.
"Seiring dengan operasional J&T Express yang telah tersedia di 13 negara di tiga benua, kami memiliki kapabilitas jaringan yang semakin kuat untuk memperluas layanan internasional dari Indonesia. Ekspansi ini memungkinkan kami menghadirkan akses pengiriman yang lebih luas dan kompetitif, sekaligus mendukung pelaku usaha Indonesia agar dapat menjangkau peluang pasar global dengan lebih mudah," ujar Erick dalam keterangannya, Selasa (30/6).
Melalui layanan J&T International, perusahaan kini melayani pengiriman ke berbagai negara di Asia Tenggara seperti Malaysia, Singapura, Thailand, Vietnam, Filipina, Brunei Darussalam, Kamboja, dan Myanmar. Di Asia Timur, layanan tersedia untuk Tiongkok, Hong Kong, Makau, Taiwan, Jepang, dan Korea Selatan. Sementara di Asia Selatan mencakup India, Bangladesh, Pakistan, Nepal, dan Sri Lanka.
Ekspansi juga menjangkau Australia dan Selandia Baru di kawasan Oseania. Untuk kawasan Timur Tengah dan Asia Barat, layanan tersedia ke Arab Saudi, Uni Emirat Arab, Qatar, Kuwait, Bahrain, Oman, Yordania, Lebanon, Kazakhstan, Georgia, Turki, dan Siprus. Di Afrika, negara tujuan meliputi Mesir, Afrika Selatan, Kenya, Maroko, dan Nigeria.
Sementara itu, jaringan di Eropa mencakup Belanda, Belgia, Prancis, Italia, Spanyol, Portugal, Inggris Raya, Denmark, Finlandia, Swedia, Norwegia, Irlandia, Polandia, Yunani, Rumania, Bulgaria, Estonia, Lituania, Luksemburg, Malta, Moldova, Monako, serta Bosnia dan Herzegovina. Untuk kawasan Amerika, layanan saat ini telah tersedia ke Amerika Serikat.
Dari sisi layanan, J&T International menawarkan tarif mulai dari Rp50.000 per kilogram untuk pengiriman ke Malaysia, Rp60.000 per kilogram ke Singapura, Rp370.000 per kilogram ke Belanda, hingga Rp580.000 per kilogram ke Amerika Serikat. Perusahaan juga menerapkan perhitungan biaya bea cukai sesuai tagihan aktual dari otoritas terkait sehingga dinilai lebih transparan bagi pelanggan.
Layanan pengiriman internasional tersebut dapat diakses melalui jaringan J&T Drop Point, J&T Collection Point, maupun J&T Signature Point di seluruh Indonesia. Pelanggan juga memperoleh pendampingan dalam proses verifikasi, pemeriksaan barang, hingga kelengkapan dokumen yang dibutuhkan untuk pengiriman ke luar negeri.