INDUSTRY.co.id - Jakarta, Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi (Menko Marves) Luhut B. Pandjaitan dan Menteri Energi dan Infrastruktur UAE Suhail Al Mazrouei beberapa waktu lalu di Jakarta menghadiri Business Forum Indonesia-Emirates Amazing Week 2021. Dalam acara tersebut turut hadir puluhan pebisnis papan atas dari kedua negara.
“Kami sangat berterima kasih atas peran Menteri Suhail dalam memajukan kerja sama bilateral antara UAE dan Indonesia seperti yang telah ditugaskan oleh kedua kepala negara kami,” ujar Menko Luhut dalam sambutannya pada awal Forum Bisnis seperti dikutip redaksi INDUSTRY.co.id dari keterangan resminya pada Selasa (9/3/2021).
Didepan puluhan pengusaha papan atas kedua negara tersebut, Luhutpun menyebutkan usulannya kepada Presiden Joko Widodo untuk menjadikan UAE sebagai salah satu investor teladan.
“Sejak berdiri, UAE telah mengalami transisi yang luar biasa hingga menjadi sebuah negara yang memiliki ekonomi produktif yang berlandaskan pengetahuan masa depan, inovasi dan energi,” kata Luhut beralasan.
Selain itu, sambungnya, UAE juga telah berhasil meningkatkan taraf hidup masyarakatnya hingga mampu menjadi salah satu negara yang memiliki pendapatan rata-rata paling tinggi di dunia.
“UAE kini juga telah menjadi salah satu pusat keuangan dan ekonomi dunia,” puji Luhut ke pengusaha UEA.
Ia lun berharap agar seluruh perjanjian kerjasama investasi ini dapat ditindaklanjuti secara kongkrit dilapangan.
Sejatinya, dalam bisnis forum ini, para pelaku usaha papan atas dari kedua negara tersebut telah melakukan seremoni penandatanganan perjanjian sejumlah kerjasama.
"Ada delapan dokumen yang telah ditandatangani," ujar Luhut.
Perjanjian tersebut antara lain penandatanganan tiga perjanjian bilateral antara Indonesia dan UAE, serta lima perjanjian Business to Business.
1. Kerja sama Mangrove dengan UAE.
2. Nota Kesepahaman (MoU) kerja sama di bidang ekonomi kreatif.
3. Pengaturan teknis Konferensi Dunia mengenai Ekonomi Kreatif.
4. Joint Venture (usaha patungan) antara Dubai Port (DP) World dan PT Maspion dalam pembangunan pelabuhan peti kemas di Jawa Timur.
5. Kesepakatan Paspor Logistik Dunia.
6. MoU antara PT Pindad-Caracal.
7. Perjanjian kerjasama Pertamina-Adnoc.
8. Kesepakatan pembiayaan LULU.
Sementara itu, Menteri Energi dan Infrastruktur UAE Suhail menyampaikan bahwa kerjasama Pegembangan Kawasan Logistik di Gresik antara DP Dubai dan PT Maspion sekitar USD 1,2 Miliar.
Selain itu, Ia juga menyampaikan rasa optimistisnya untuk terus berinvestasi dan bekerjasama dengan perusahan-perusahan yang ada di Indonesia
“Dan dengan adanya penerapan UU Omnibus Law di Indonesia akan sangat membantu investor dan mampu menciptakan iklim investasi yang bagus,” ujarnya.
"Kami terus duduk bersama untuk mengidentifikasi area-area investasi yang tidak hanya bisa dikerjakan bersama antarpemerintah namun juga sektor swasta,” tegasnya lagi.
Untuk diketahui, selain pengusaha papan atas kedua negara, turut juga hadir dalam kesempatan tersebut, Menhan Prabowo Subianto, Menhub Budi Karya Sumadi, Wamenparekraf Angela Tanoesoedibjo, Kepala BKPM Bahlil Lahadalia Dubes UAE Husin Bagis, CEO DP World Sultan Ahmed, Presdir PT Maspion Alim Markus, CEO Indonesian SWF Ridha Wirakusumah.