INDUSTRY.co.id - Jakarta, Sejak kemarin publik dihebohkan oleh perseteruan antara Ketum Partai Demokrat Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) dengan Ketua KSP Moeldoko.
Pasalnya, AHY dalam konfrensi persnya pada Senin (1/2/2021) menyebut ada gerakan pengambilalihan paksa kursi kepemimpinan Partai Demokrat yang dilakukan oleh orang di lingkaran Istana.
"Menurut kesaksian dan testimoni banyak pihak, gerakan ‘makar’ itu melibatkan pejabat penting pemerintahan, yang secara fungsional berada di dalam lingkar kekuasaan terdekat dengan Presiden Joko Widodo (Jokowi)," ucap AHY.
Tak berselang, Moeldoko pada Senin sore (1/2/2021) juga menjawab berbagai tudingan kudeta yang dialamatkan beberapa pengurus Demokrat kedirinya.
Ia menegaskan kalau urusan isu kudeta ini tidak ada kaitannya dengan istana dan presiden Jokowi.
"Ini urusan saya," ucapnya kepada media.
"Jangan dikit-dikit istana, Jangan Bawa-bawa Jokowi," tukas Moeldoko.
Selain itu, ia juga menyampaikan bahwa jadi pemimpin itu harus kuat dan jangan mudah terombang-ambing oleh kondisi.
"Jadi pemimpin harus kuat, jangan baperan," pungkasnya.
Namun, perlu diketahui, sebelum AHY tampil resmi kepublik, Ayahanda beliau yakni Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) sebelumnya seolah telah mengisyaratkan akan munculnya isu kudeta tersebut.
Melalui akun Twitter miliknya pada Minggu malam (31/1), Presiden RI ke-6 itu memberikan peringatan kepada pemegang kekuasaan agar lebih bermoral dalam berpolitik.
"Bagi siapapun yang memegang kekuasaan politik, pada tingkat apapun, banyak cara berpolitik yang lebih bermoral & lebih beradab," sebut SBY seperti dilansir redaksi Industry.co.id pada Selasa siang (2/2/2021).
Ia juga menyebutkan manusia itu terbagi 3 golongan, yaitu the good, the bad & the ugly.
"Kalau tidak bisa menjadi "the good" janganlah menjadi "the ugly". *SBY*," tandasnya.
Unggahan SBY ditwitter tersebut juga telah menuai beragam komentar dari para warnganet hingga saat berita ini diturunkan.
"Sejatinya manusia tak ada yang sesempurna 'the good'. Krna manusia tempat salah dan khilaf, bapak. Bahkan pun penilaian "the good" menurut kita, bisa jadi menurut orang lain kita adalah"the ugly". Yang pasti: Ga akan ada "the good" kalo ga ada "the ugly" Sebaliknya pun demikian.," ucap Mak Lambeh Turah.
"Tweet saya, pernah Bapak Retweet, Bahwa Siapapun Presidennya, ia akan menjadi korban dari system yang buruk. Jadi "the ugly", akan tetap exist sepanjang diatur dengan system yang buruk ini," sebut Ali Syarief.
"Nasehat bagus pak sby..salam hormat..yg aneh itu ada sebagian golongan justru menbawa kebelakang korupsi hambalang dan tersangka sdh ditahan semua..sdngkan korupsi yg terjadi saat ini kelihtan dan belum jd twrdakwa malah diam aja....salam buat pak sby," papar Triasmono.
"Setau saya ada 4 Golongan deh Pak..Yg 1 nya lagi "THE BAPER" kira² dari 4 Golongan ini Pak @SBYudhoyono masuk Golongan yg mana..??," imbuh Airin.
"Terus terang, saya suka sama seorang "tukang kayu"yg menjadi pemimpin suatu negara dari pada kalangan militer. Saya bangga karena dia tegas, jujur, pekerja keras tanpa lelah,dan tidak ada intervensi jika bawahannya melakukan kesalahan.," ungkap Hasrul.
"Hanya ada 3 Presiden Indonesia penyelamat bangsa ini versi saya almarhum Bpk Soeharto, KH Abdul Rahman Wahid dan @SBYudhoyono," tandas Iwan Supomo.