Miliki Potensi Besar Hingga 694 Juta Ton, Indonesia Berpeluang Jadi Negara Pengekspor Asbuton Murni

Oleh : Hariyanto | Selasa, 02 Februari 2021 - 13:38 WIB

Teknologi Asbuton
Teknologi Asbuton

INDUSTRY.co.id - Jakarta - Industri Aspal Buton (Asbuton) di Indonesia memiliki potensi yang besar, yakni sebesar 694 juta ton. Sayangnya, saat ini pemenuhan kebutuhan aspal nasional masih didominasi oleh impor karena penggunaan Asbuton masih belum maksimal. Di Indonesia terdapat 16 perusahaan yang bergerak dalam industri Asbuton.

Deputi Bidang Koordinasi Infrastruktur dan Transportasi Kementerian Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi, Ayodhia G.L. Kalake melakukan kunjungan kerja ke Pulau Buton, Sulawesi Tenggara, Senin (1/2/2021) untuk meninjau kesiapan industri Aspal Buton (Asbuton) juga infrastruktur pendukung, seperti pembangunan akses dan pelabuhan, serta tata kelola izin usaha pertambangan (IUP). 

Beberapa titik yang dikunjungi, antara lain lokasi tambang PT Wijaya Karya Bitumen, Pelabuhan Nambo, Pabrik PT Kartika Prima Abadi, dan Pelabuhan Banabungi PT Wika Bitumen.

“Tujuan kami ke sini adalah untuk mendapatkan gambaran tentang potensi yang ada di wilayah Buton. Kami datang ke sini karena kami juga ingin memastikan tentang kesiapan fasilitas pendukung, baik infrastruktur maupun sarana prasarana agar nantinya distribusi Asbuton bisa berjalan dengan baik,” kata Ayodhia. 

Asbuton merupakan jenis aspal alami yang secara spesifik terdapat di Pulau Buton, Sulawesi Tenggara. Aspal ini hanya dapat ditemukan di dua wilayah di dunia, yakni di Indonesia dan di Trinidad, Amerika Selatan. 

Asbuton di Indonesia memiliki potensi sebesar 694 juta ton. Meski begitu, perlu dilakukan validasi terhadap data cadangan terbukti dan cadangan tertambang oleh Badan Geologi Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (KESDM).

“Selain sebagai penghasil Asbuton untuk kebutuhan dalam negeri, Indonesia juga berpeluang untuk menjadi negara pengekspor Asbuton Murni yang setara dengan Aspal Minyak pada tahun 2024 dengan rencana pengembangan ekspansi pabrik full extraction,” beber Direktur Operasi PT Wijaya Karya (Wika) Bitumen Sri Mulyono.

Terdapat tujuh jenis Aspal Buton, yakni B 5/20 Buton Granular Asphalt (BGA), B 50/30 Lawele Granular Asphalt (LGA), pracampur performance grade (PG) 70, pracampur PG 76, pracampur, cold paving hot mix Asbuton (CPHMA), dan Asbuton Murni. Dengan kapasitas terpasang sebanyak 1,995,000 ton per tahun, target produksi di Indonesia pada tahun 2021 baru sepertiganya, yakni sebesar 705,300 ton per tahun. 

Direktur Utama PT Kartika Prima Abadi Irwan Hermanto mengungkapkan, untuk pengolahan Asbuton ekstraksi tahap 1 di Buton, pabrik memiliki kapasitas terpasang sebanyak 100 ribu ton aspal ekstrak. "Sedangkan di ekstraksi tahap 2 di tahun 2025, pabrik akan memiliki kapasitas terpasang sebanyak 500 ribu ton aspal ekstrak per tahun.” ungkapnya.

Di tahun 2021 ini, diharapkan pemanfaatan Asbuton sebagai produk dalam negeri yang nilai tingkat komponen dalam negeri (TKDN)-nya 30-89 persen dapat meningkat. Untuk mewujudkannya, diperlukan usaha dari berbagai aspek dimulai dari sektor hulu atau industri pertambangan. Kemudian, sektor hilir atau industri pengolahan tambang. 

Terkait sektor industri, perlu diperhatikan kesiapan untuk mengolah Asbuton menjadi produk yang sesuai dengan permintaan konstruksi jalan sehingga Asbuton dapat mulai digunakan untuk jalan desa, kabupaten/kota, dan provinsi di Indonesia, tentunya untuk kebutuhan jangka panjang negara. 

Lalu, para pengguna, baik gubernur dan bupati setempat sebagai pengambil kebijakan maupun para pelaksana pembangunan Asbuton. Asbuton ini dapat digunakan untuk jalan desa, kabupaten/kota, provinsi, juga jalan nasional.

Selanjutnya, sektor penyaluran dan distribusi produk atau infrastruktur pelabuhan dan jalan di Buton. “Penyiapan infrastruktur pelabuhan dan jalan akses menjadi sangat penting untuk dapat mengirim produk Asbuton ke seluruh wilayah di Indonesia,” jelas Ayodhia.

Apabila hingga tahun 2025 terjadi peningkatan kapasitas Asbuton sebesar 33 persen, maka Asbuton akan mampu memenuhi kebutuhan aspal nasional sebesar 49,36 persen. Sisanya, sebesar 37,08 persen kebutuhan aspal akan diisi oleh Aspal Minyak Pertamina dan 13,61 persen akan diisi oleh Aspal Minyak Impor.

“Guna mencapai target tersebut, penggunaan Asbuton perlu memperoleh dukungan untuk menjadi prioritas, baik oleh pemerintah pusat maupun pemerintah daerah, agar dapat digunakan dalam pembangunan dan pemeliharaan jalan nasional, provinsi, kabupaten/kota, dan desa,” tegas Ayodhia.

Komentar Berita

Industri Hari Ini

Ilustrasi PLTS

Sabtu, 24 Juli 2021 - 15:32 WIB

Asosiasi Energi Surya Indonesia Minta Regulasi PLTS Atap Memihak Kepada Masyarakat

Revisi Peraturan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) No. 49/2018 belum juga selesai meski telah melewati pembahasan selama beberapa bulan.

Roman Forum, Roma, Italia (Foto: www.kolbehotelrome.com)

Sabtu, 24 Juli 2021 - 15:30 WIB

Italia Hadirkan Video Game untuk Promosi Pariwisata dan Kebudayaan

Sebagai upaya untuk mempromosikan pariwsata, Kementerian Luar Negeri Italia (MFA Italia) telah memperkenalkan video game super menarik yang disebut, ITALY, Land of Wonders (ITALIA, Tanah Keajaiban).…

Bank Mandiri Genjot Perbankan Digital

Sabtu, 24 Juli 2021 - 15:00 WIB

Transaksi Cashless QRIS Meningkat Tinggi, Bank Mandiri Genjot Perbankan Digital

Transaksi keuangan digital terus bertumbuh seiring peningkatan aktivitas belanja online, perluasan pembayaran digital, dan pertumbuhan penggunaan digital banking. Bank Mandiri, yang berpengalaman…

Direktur Utama PT PLN, Zulkifli Zaini

Sabtu, 24 Juli 2021 - 14:48 WIB

Joss! Dirut PLN Zulkifli Zaini Raih Penghargaan CEO Terbaik dari The Iconomics

Direktur Utama PT PLN (Persero), Zulkifli Zaini meraih penghargaan Indonesia Best CEO Award 2021 “Employees’ Choice” kategori Electric Power yang diberikan oleh Iconomics Research and…

Direktur Utama Pertamina Nicke Widyawati (Foto Dok Industry.co.id)

Sabtu, 24 Juli 2021 - 14:37 WIB

Berkat Manuver Inovatifnya, Dirut Pertamina Nicke Widyawati Diganjar Penghargaan Indonesia Best CEO Award 2021

Direktur Utama PT Pertamina (Persero), Nicke Widyawati meraih penghargaan Indonesia Best CEO Award 2021 “Employees’ Choice” yang diberikan oleh Iconomics Research and Consulting dalam…