INDUSTRY.co.id - Jakarta, Sebuah lembaga kajian asal Australia bernama Lowy Institute mengungkapkan hingga pertengahan Januari 2021, pandemi covid-19 telah menyebar secara cepat ke seluruh penjuru dunia.

Advertisement

Dimana lebih dari 90 juta kasus positif terkonfirmasi di 190 negara. Dan telah mengakibatkan lebih dari 2 juta pasien diseluruh dunia meninggal.

Selain data penyebaran itu, lembaga kajian ini juga merilis index kinerja covid-19 di 98 negara selama kurun waktu satu tahun memerangi pandemi.

Advertisement

Dari indeks tersebut, Selandia Baru berhasil mencetak skor 94,4 dan menduduki peringkat teratas negara dengan penanganan covid-19 terbaik.

Selain Selandia Baru, 10 negara lain yang berhasil menangani covid-19 secara efektif ialah Vietnam di nomer dua dengan skor 94,3, selanjutnya Taiwan, Thailand, Cyprus, Rwanda, Islandia, Australia, Latvia dan Sri Lanka.

Advertisement

"Dalam indeks tersebut terungkap negara-negara di Asia-Pasifik paling berhasil dalam mengatasi pandemi, sementara negara-negara di Eropa dan benua Amerika menjadi yang paling tidak efektif dalam perang melawan covid-19," ungkap Lowy Institute seperti dilansir redaksi Industry.co.id dari laman resmi Lowyinstitute.org pada Sabtu pagi (30/1/2021).

Adapun khusus Indonesia, dengan angka 1 juta kasus positif menduduki peringkat 85 dengan skor rata-rata 24,7. Posisi Indonesia ini hanya terpaut satu peringkat dibawah Bangladesh yang menempati posisi 84 dengan skor 24,3.

Advertisement

Namun demikian, indeks Indonesia ini masih lebih unggul tipis ketimbang India dengn lebih dari 11 juta kasus positifnya yang duduk diposisi 86 dengan skor 24,9.

Dan menurut Lowy Institute, indonesia masih jauh lebih baik ketimbang Amerika Serikat yang berada di posisi 94 dengan 25 juta kasus positif covid-19.

Sementara itu, negara yang menempati posisi terbawah atau ranking paling buncit dalam indeks diduduki oleh Brasil.

Selain Brasil, 10 negara terbawah lainnya ialah Ukraina, Oman, Panama, Bolivia, Amerika Serikat, Iran, Kolombia dan Meksiko di ranking 97.

Namun demikian, Lowy Institute tidak memasukkan China ke dalam daftar indeks tersebut, dikarenakan kurangnya data yang tersedia untuk umum.

Adapun metode indeks interaktif menggunakan data yang tersedia di 98 negara, seperti Angka kasus positif harian, Kasus terkonfirmasi Kematian yang dikonfirmasi, Kasus yang dikonfirmasi per juta orang, Kematian yang dikonfirmasi per juta orang, Kasus yang dikonfirmasi sebagai bagian dari tes, dan Tes per seribu orang.