INDUSTRY.co.id - Manager Domestik Gas Region V, Hardjono, mengatakan, sosialisasi terhadap masyarakat Ponorogo tentang elpiji 5.5 Bright Gas memang arahnya menghilangkan penggunaan elpiji subsidi 3 Kg yang tidak tepat sasaran.

Harjono menuturkan, bahwa elpiji ukuran 3 kg ini tidak serta merta langsung menghilang dari peredaranya, akan tetapi jatahnya akan dikurangi.

“Elpiji melon tidak hilang bak ditelan bumi. Hanya saja, akan terjadi kelangkaan dan lebih tepat sasaran.” kata Harjono di Ponorogo, Senin (7/11)

Dia mengaku akan bekerjasama dengan Pemkab untuk membuka pangkalan di desa-desa. Karena pada kenyataan, elpiji subsidi 3 Kg saat ini tidak tepat sasaran. Harjono menilai, saat ini di lapangan banyak ditemukan LPG subsidi 3 Kg digunakan untuk hotel.
“Padahal kan tidak tepat digunakan di hotel. Itu subsidi loh,” ungkapnya.

Ia menambahkan bahwa di tahun 2017, subsidi untuk gas sudah berkurang. Elpiji 5,5 Kg mempunyai keunggulan berupa katup gansa DSVS (Double Spindle Valve System) yang lebih aman mencegah kebocoran. Masyarakat Ponorogo pun bisa menukarkan gas tabung 3 kg dan beralih ke Brigt Gas 5,5 Kg ke pangkalan resmi. (Hariyanto/ Bj)