INDUSTRY.co.id - Jakarta - Menteri Keuangan Sri Mulyani memastikan program Kartu Prakerja, bantuan sosial tunai, kartu sembako, hingga program keluarga harapan akan dijalankan pada tahun depan. Program ini perlindungan sosial ini untuk membantu pemulihan ekonomi.
"Dalam rangka mendukung pembangunan SDM berkualitas dan berdaya saing, pemerintah pada tahun 2021 akan melanjutkan, pelaksanaan program perlindungan sosial melalui PKH, kartu sembako, dan melanjutkan pemberian bansos tunai, serta melanjutkan pelaksanaan program Kartu Prakerja," katanya dalam rapat paripurna bersama DPR, Selasa (1/9/2020).
Pada tahun depan, lanjutnya, pemerintah tetap akan fokus pada pengembangan sistem perlindungan sosial. Hal ini dinilai tepat untuk membantu masyarakat yang kurang mampu.
Menkeu memperkirakan tingkat kemiskinan pada tahun depan berada di kisaran 9,2-9,7 persen. Angka tersebut hampir sama dengan posisi tahun ini pada Maret silam yang diunggah BPS, di posisi 9,78 persen.
"Perbaikan kondisi makro juga memberikan dampak yang luas sehingga lapangan kerja bagi masyarakat miskin dan rentan dapat kembali tercipta, iklim investasi terjaga, dan infrastruktur terutama di daerah tertinggal, terluar, dan terdepan dapat dikembangkan," jelasnya.
Sebelumnya, Sri Mulyani mengatakan pertumbuhan ekonomi tahun depan sekitar 4,5 persen sampai 5,5 persen.
Sri Mulyani mencatat faktor lain yang mempengaruhi pertumbuhan ekonomi Indonesia pada tahun depan yaitu hubungan dagang antara Amerika Serikat (AS) dan China, serta faktor pemilu AS.
Pemerintah optimistis pertumbuhan ekonomi 4,5 persen hingga 5,5 persen cukup realistis. Proyeksi tersebut telah mempertimbangkan berbagai faktor, termasuk pemulihan ekonomi pada tahun depan.