Kasus Bank Permata: Penasihat Hukum Ardi Sedaka: Dakwaan JPU Batal Demi Hukum

Oleh : Kormen Barus | Kamis, 27 Agustus 2020 - 11:38 WIB

Ardi Sedaka melalui Kuasa Hukumnya, Didit Wijayanto membacakan pledoi pada Selasa (25/8/2020) malam
Ardi Sedaka melalui Kuasa Hukumnya, Didit Wijayanto membacakan pledoi pada Selasa (25/8/2020) malam

INDUSTRY.co.id, Terdakwa Ardi Sedaka keberatan dengan tuntutan 5 tahun penjara olen Jaksa Penuntut Umum (JPU) dalam kasus dugaan kredit fiktif Bank Permata denda Rp 5 miliar yang digelar di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan, Rabu (19/8/2020) lalu.

Diketahui, JPU menuntut terdakwa Ardi Saka dengan hukuman 5 tahun penjara subsider 1 tahun karena secara sah dan meyakinkan bersalah melanggar Pasal 49 ayat 2 b Undang-undang Nomor 10 tahun 1998 tentang Perbankan.

Ardi Sedaka melalui Kuasa Hukumnya, Didit Wijayanto membacakan pledoi pada Selasa (25/8/2020) malam. Pledoi tersebut menyampaikan beberapa hal yang vital, terkait dengan banyaknya kejanggalan dan adanya dugaan kriminalisasi terhadap kasus tersebut.

"Surat Dakwaan Jaksa Penuntut Umum harus dinyatakan 'Batal Demi Hukum' karena banyaknya pelanggaran-pelanggaran KUHAP maupun HAM yang telah terjadi dalam pemeriksaan di tingkat penyidikan, selain juga terdapat cacat formil dalam Surat Dakwaan yaitu dengan mencantumkan peraturan perundang-undangan yang ternyata sudah daluarsa dan telah dinyatakan tidak berlaku lagi," tegas Didik kepada wartawan, Rabu (26/8/2020), melansir breakingnews.co.id.

Didik menegaskan, pihaknya kembali mengingatkan bahwa Penyidik telah berperan ganda menjadi "Saksi Pelapor". Hal tersebut bertentangan dengan pasal 26 jo pasal 27 jo pasal 185 KUHAP. Tindakan tersebut dinilai "abuse of power."

"Ternyata para Saksi menyatakan tidak memahami mengenai pasal-pasal yang disangkakan, tidak mengetahui siapa pelaku (tersangka), tidak memahami perbuatan pidana apa yang dilanggar, dan bahkan tidak memahami mengapa dirinya diminta keterangan sebagai saksi," tegasnya.

Dikatakan Didit, sesuai dengan keterangan berbagai Ahli yang dihadirkan dalam persidangan, maka disimpulkan bahwa JPU telah tidak melaksanakan tugasnya secara benar, tidak profesional, tidak cermat, tidak teliti dan menimbulkan cacat formiil sehingga dakwaan harus dinyatakan "Batal Demi Hukum".

Didit pun merujuk pada keterangan Ahli Pidana Dr. Chaerul Huda SH MH, Ahli Hukum Pidana Hendra Ruhendra SH MM, Ahli Hukum Pidana Dr. Eva Achjani Zulfa SH MH, Ahli Hukum Pidana Dr. Dian Andriaean Daeng Tawang SH MH dan Ahli Hukum Abdul Wahid Oscar SH MH.

"Ternyata seluruh dokumen yang disita dan dihadirkan dipersidangan hanya berupa fotokopi saja, sehingga jelas tidak memiliki nilai pembuktian dalam perkara tipibank, dan tidak dapat digunakan sebagai "Barang Bukti" untuk menghukum terdakwa Ardi Sedaka," tukasnya.

Komentar Berita

Industri Hari Ini

Menteri Energi Dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Arifin Tasrif

Rabu, 21 Oktober 2020 - 14:07 WIB

Menteri Arifin Minta PLN Lakukan Berbagai Upaya Untuk Ciptakan BPP Tenaga Listrik yang Efisien

Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Arifin Tasrif mengatakan, PLN perlu melakukan berbagai upaya optimal agar tercipta Biaya Pokok Penyediaan (BPP) tenaga listrik yang efisien.

Ilustrasi Korban PHK (foto Okezone.com)

Rabu, 21 Oktober 2020 - 14:01 WIB

Waduh Menyeramkan! Tsunami PHK di Tanah Air Bisa Capai 15 Juta Orang

Ekonom Institute for Development of Economics and Finance (Indef) Bhima Yudhistira memprediksi, pemutusan hubungan kerja (PHK) di tanah air mencapai 15 juta orang.

Ninja Xpress

Rabu, 21 Oktober 2020 - 14:00 WIB

Ninja Xpress-Mohoi Sepakat Dukung Sektor UMKM

Mengingat peran UMKM yang begitu penting bagi perekonomian nasional dan sebagai industri dengan penyerap lebih dari 86% angkatan kerja saat ini, Ninja Xpress dengan komitmennya untuk mengantarkan…

Kementerian ESDM

Rabu, 21 Oktober 2020 - 13:50 WIB

Kembangkan Pembangkit Listrik Tenaga Arus Laut, Kementerian ESDM Lirik Selat Pantar NTT

Tim Pusat Penelitian dan Pengembangan Geologi Kelautan (P3GL) Badan Litbang Kementerian ESDM melakukan penelitian dalam rangkaian pra feasibility study (pra FS) pemanfaatan arus laut dalam pembangkit…

PT Telkom Indonesia. (Foto: IST)

Rabu, 21 Oktober 2020 - 13:36 WIB

Telkom Dikabarkan Masuk Bisnis Media

Jakarta—PT Telekomunikasi Indonesia (Persero) Tbk atau Telkom dikabarkan akan meluncurkan lini usaha media dalam waktu dekat.