Komisi IV Dukung Mentan Yassin Limpo untuk Kurangi Impor

Oleh : Krishna Anindyo | Rabu, 26 Agustus 2020 - 19:15 WIB

Syahrul Yasin Limpo Menteri Pertanian
Syahrul Yasin Limpo Menteri Pertanian

INDUSTRY.co.id - Jakarta - Ketua Komisi IV DPR RI Sudin menyatakan persetujuannya atas pernyataan Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo yang akan mengurangi impor. Namun Sudin juga mengkritik pernyataan tersebut, karena ternyata implementasinya di lapangan justru tidak seperti yang diharapkan.

Seperti Rekomendasi Impor Produk Hortikultura (RIPH) bawang putih, hingga saat ini masih belum dibatasi.

“Hari ini, RPIH Bawang Putih masih satu juta ton lebih, kenapa tidak dibatasi. Kebutuhan kita berapa. Contoh, 500 ribu, lalu yang diproduksi di dalam negeri misalkan 100 ribu, artinya cukup 400 ribu saja yang diimpor. Tetapi kita harus yakin dahulu apakah produksi kita mencapai 100 ribu. Kalau memang yakin, maka setop dan infokan kepada semua importir. Dan sampai hari ini saya belum mendapat laporan tentang wajib tanam,” tutur Sudin dalam agenda Rapat Kerja Komisi IV DPR RI dengan Menteri Pertanian di Gedung DPR RI, Jakarta, Rabu (26/8/2020).

Dalam kesempatan yang sama, Wakil Ketua Komisi IV DPR RI Dedi Mulyadi mengatakan bahwa ada optimisme dari pemerintah dalam menghadapi Covid-19 ini. Dikatakannya, bidang pertanian adalah garda terdepan yang mampu menyelamatkan bangsa ini.

Tetapi karena para petani itu bukan kaum terorganisir dan yang jarang bikin opini di media, maka seringkali tidak mendapat perhatian yang sungguh-sungguh dari negara.

“Hari ini di kalangan buruh yang gajinya di bawah 5 juta rupiah mendapat bantuan alokasi dana sebesar Rp 600 ribu setiap bulan. Tetapi buruh tani yang notabene penghasilannya tidak mencapai satu juta per bulan justru tidak menjadi bagian yang mendapatkan subsidi. Padahal merekalah garda terdepan untuk menyelesaikan bangsa ini. Bangsa ini masih bisa aman kalau kebutuhan pokoknya masih tersedia,” ucap Dedi.

Ia mengingatkan, hal yang harus disikapi secara bersama-sama adalah, para petani genjot diri pada hari ini untuk menanam kembali pada musim tanam yang ketiga, tetapi di lapangan ternyata pupuk urea tidak ada.

"Apakah salah dalam pendistribusian, penghitungan, atau subsidinya yang belum sampai ke pabrik pupuk. Oleh karenanya, mohon hal ini dijelaskan secara komprehensif, karena hampir semua wilayah mengalami hal yang sama,” pungkasnya.

Komentar Berita

Industri Hari Ini

Pendapatan Bersih tumbuh 106,23%, Segmen Penjualan Unit Alat Berat Tumbuh 135,49%

Senin, 16 Mei 2022 - 17:53 WIB

Dahsyat Tembus 295%, Pertumbuhan Laba Bersih KOBEX pada Triwulan I-2022

Jakarta – PT Kobexindo Tractors Tbk (KOBX) penyedia alat berat terintegrasi, membukukan pencapaian positif pada tiga bulan pertama 2022.

Mantan Politikus Laksamana Sukardi Gandeng Harry Tjahjono Cegah Dampak Negatif Konten Youtube Pada Anak.

Senin, 16 Mei 2022 - 17:42 WIB

Mantan Politikus Laksamana Sukardi Gandeng Harry Tjahjono Cegah Dampak Negatif Konten Youtube Pada Anak.

Mantan politikus PDIP dan Menteri BUMN Kabinet Gotong Royong, Laksamana Sukardi (LS), menggandeng seniman Harry Tjahjono untuk membuat konten youtube ramah anak.

Destinasi Wisata Cicalengka Dreamland, Bandung, Jawa Barat ( Instagram/@pianpian)

Senin, 16 Mei 2022 - 17:30 WIB

Genjot Pariwisata, Bandung Harus Punya Ciri Khas Sebagai Kota Wisata

Salah satu upaya untuk meningkatkan perekonomian masyarakat, Wali Kota Bandung Yana Mulyana menyebut sejumlah tempat wisata yang ada di Ibu Kota Jawa Barat itu perlu memiliki ciri khas yang…

Petugas memeriksa kesehatan mulut Sapi

Senin, 16 Mei 2022 - 16:51 WIB

Untuk Kurban, HPDKI Persiapkan Ternaknya Aman dan Sehat dari PMK

Terkait dengan adanya wabah Penyakit Mulut dan Kuku (PMK) di beberapa kabupaten di Jawa Timur dan di Aceh, Himpunan Peternak Domba Kambing Indonesia (HPDKI) gerak cepat mengkoordinasikan seluruh…

Perancis Hapus Pajak Progresif, CPO Dalam Negeri Naik

Senin, 16 Mei 2022 - 16:50 WIB

Para pemangku Kelapa Sawit Desak Pemerintah Evaluasi Larangan CPO dan produk turunannya

Jakarta – Sejumlah indikator makro ekonomi Indonesia melemah pada periode April dan Mei tahun ini. Cadangan devisa nasional turun dan nilai tukar rupiah mulai melemah terhadap dolar AS.