Simak! Ini Janji Erick Thohir untuk Investor: Tak Perlu Pembebasan Tanah

Oleh : Ridwan | Selasa, 11 Agustus 2020 - 05:05 WIB

Menteri BUMN Erick Thohir (ist)
Menteri BUMN Erick Thohir (ist)

INDUSTRY.co.id - Jakarta - Pemerintah berencana memberikan kemudahan bagi investor atau pengusaha yang berniat untuk berinvestasi di Indonesia dengan membangun pabrik. 

Adapun, kemudahan yang akan diberikan berupa keringanan untuk tidak perlu melakukan pembebasan tanah.

Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Erick Thohir mengatakan Presiden Joko Widodo telah menginstruksikan pada Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PU-PR) Basuki Hadimuldjono untuk mempercepat penggabungan kawasan industri di Batang dan Subang.

Kawasan tersebut nantinya akan diperuntukkan bagi investor luar negeri yang ingin merelokasi investasinya dari negara lain ke Indonesia atau juga bagi pengusaha lokal yang mau membangun pabrik.

"Kita mudahkan, yang tadinya mesti bebasin tahan, sekarang enggak usah," kata Erick dalam audiensi dengan Kadin Indonesia (10/8/2020).

Erick mengatakan ada 40 ribu hektare lahan di Batang dan 1.600 hektare lahan di Subang yang bisa dipergunakan menjadi kawasan industri. 

Ia bilang lahan-lahan tersebut adalah milik PT Perkebunan Nusantara (Persero) atau PTPN.

"Jadi enggak usah bebasin tanah, sudah tinggal masuk, airnya disiapkan, tanahnya enggak usah beli. Ini terobosan yang dilakukan Bapak Presiden," ujarnya.

Namun demikian, lanjut Erick, pemerintah meminta waktu untuk mensinkronkan kebijakan tersebut dengan Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) dan Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP) agar nantinya tidak dianggap menimbulkan moral hazard atau kerugian negara.

"Tapi berikan kami waktu agar enggak disebut sebagai kerugian negara," jelas Erick.

Komentar Berita

Industri Hari Ini

PT Asuransi Kredit Indonesia atau Askrindo melakukan perjanjian kerjasama dengan Perusahaan Financial Technology (Fintech) yakni Jembatan Emas

Jumat, 18 September 2020 - 19:43 WIB

Gandeng Jembatan Emas, BUMN Askrindo Sasar Asuransi Kredit Fintech

Jakarta–PT Asuransi Kredit Indonesia atau Askrindo melakukan perjanjian kerjasama dengan Perusahaan Financial Technology (Fintech) yakni Jembatan Emas.

Pandemi Covid-19 memengaruhi jumlah kunjungan wisatawan Bali. Imbasnya kemana mana, termasuk pada lambatnya pertumbuhan Ekonomi Bali

Jumat, 18 September 2020 - 19:27 WIB

Gairahkan Kembali Pariwisata Bali, Perempuan-Perempuan Cantik Ini Kampanyekan Bali I Miss U

Bali-Pandemi Covid-19 memengaruhi jumlah kunjungan wisatawan Bali. Imbasnya kemana mana, termasuk pada lambatnya pertumbuhan Ekonomi Bali. Hal ini juga mempengaruhi Perekonomian Nasional karena…

Yanmar Diesel Indonesia (YADIN) gellar online training

Jumat, 18 September 2020 - 19:20 WIB

Tingkatkan Kualitas di Masa Pandemi, Yanmar Diesel Indonesia Gelar Online Training untuk Teknisi dan Dealer

Demi terus meningkatkan kemampuan para personel PT. Yanmar Diesel Indonesia (YADIN) mengadakan online training sebagai alternatif pelatihan secara tatap muka. Disaat yang sama, YADIN juga terus…

Deputi Bidang Pengawasan KemenkopUKM Ahmad Zabadi

Jumat, 18 September 2020 - 18:15 WIB

LPS Koperasi Diusulkan Masuk RUU Cipta Kerja

Kementerian Koperasi dan UKM sedang memperjuangkan masuknya Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) Koperasi pada RUU Cipta Kerja.

Rahmad Darmawan Pelatih Madura United FC

Jumat, 18 September 2020 - 18:00 WIB

Coach RD Perlu Striker Perkuat Madura United

Tim berjuluk Laskar Sapeh Kerrab mengalami krisis di sektor striker sejak dipinjamkannya striker andalan mereka Alberto “Beto” Goncalves ke tim Liga 2, Sriwijaya FC dan Greg Nwokolo yang…