INDUSTRY.co.id, Paris - Untuk memperingati 67 tahun hubungan diplomatik antara Indonesia dengan Perancis, Duta Besar Republik Indonesia untuk Perancis, Monaco dan Andorra Hotmangaradja Pandjaitan akan secara resmi membuka rangkaian acara kuliner yang bertajuk Festival Flavors & Reflection of Indonesia.

Advertisement

Chef Degan Septoadji bersama lima juru masak profesional asal Indonesia menggelar serangkaian acara promosi bertajuk Festival Flavors & Reflection of Indonesia bertempat di salah satu hotel ikonik kota Paris, Intercontinental Le Grand Paris, pada 15-21 Mei 2017.  

Berlokasi di Opera Ballroom, event yang bertemakan Pekan Festival Flavors & Reflection of Indonesia yang menyuguhkan pagelaran seni budaya dan pariwisata Indonesia. Perhelatan ini sekaligus menjadi kelanjutan upaya promosi yang telah diselenggarakan akhir tahun lalu.

Advertisement

Menurut Chef Degan, dalam siaran pers yang diterima Industry.co.id, Seleasa (18/4/2017), mengatakan, "Merupakan kehormatan bagi saya untuk kembali ke Paris dan mempresentasikan kuliner Indonesia dalam skala yang lebih tinggi bersama tim dari Bali di negara Perancis sebagai pusat gastronomi dunia."

Dalam perjalanan promosi kuliner Indonesia di Paris kali ini Chef Degan didukung tim kuliner profesional yang terdiri dari Agus Wiryawan, executive chef Banyan Tree Ungasan Bali, Agus Pandetria, executive chef Courtyard Marriott Nusa Dua Bali, Theodorus Setyo, executive sous chef Padma Legian Bali, Chef de Cuisine Gede Susila Yadnya dan Watini, head chef Café Degan Bali.

Advertisement

Latar belakang pengalaman masing-masing chef dan ketrampilan mengolah hidangan Indonesia menjadi salah satu kekuatan dan pertimbangan dibentuknya tim ini.

Selama sepekan, para chef profesional tersebut akan menampilkan sejumlah hidangan khas Nusantara mewakili beberapa daerah dalam acara gala dinner dan ragam set menu yang ditawarkan pada tamu, antara lain Udang Dabu Dabu, Bebek Bumbu Bali, Salmon Lodeh, Rendang Sapi dan Brem Bali.

Advertisement

Sebagai negara yang memiliki kekayaan kuliner, hidangan Nusantara akan ditampilkan secara moderen dengan tetap berpegang pada keaslian citarasa dan kekayaan rempah serta bumbu dalam proses mengolahnya.

Menurut Dubes Hotmangaradja diplomasi kuliner merupakan salah satu upaya paling efektif dalam membina pergaulan global dan hubungan antar negara karena sifatnya yang universal.

“Indonesia sebagai negara kepulauan terbesar memiliki beragam kakayaan, termasuk budaya kuliner, yang patut diperkenalkan pada masyarakat dunia dan dieksplorasi lebih lanjut agar dapat menembus pasar global,” ungkap Hotmangaradja.

Selian itu, Chef Degan juga akan tampil di kampus Institusi Kuliner terkemuka dunia, Le Cordon Bleu, Paris, untuk berbagi informasi mengenai kuliner dan budaya Indonesia kepada sejumlah mahasiswa Perancis. Agenda lain yang telah dijadwalkan termasuk workshop bagi para diaspora Indonesia di Perancis dalam membangun usaha kuliner Indonesia di perantauan.

Ia kembali ke Indonesia tahun 2010 dan bekerja dibidang kuliner termasuk tampil sebagai juri dalam acara TV MasterChef Indonesia, pembicara dan konsultan kuliner, serta mempromosikan kuliner Indonesia di kancah mancanegara. Sejauh ini Chef Degan telah membawa kuliner Indonesia ke Thailand, Vietnam, Inggris, Jerman dan Perancis.