Highlights
  • Solo memiliki beragam kuliner legendaris selain gudeg dan selat, seperti Timlo, Sate Buntel, Tengkleng, Nasi Liwet, dan Serabi Notosuman, yang wajib dicicipi.
  • Cita rasa kuliner Solo dikenal manis, gurih, dan lembut, mencerminkan budaya Jawa yang kental, dengan banyak resep diwariskan turun-temurun.
  • Beberapa tempat makan legendaris seperti Timlo Sastro, Sate Kambing Hj. Bejo, dan Nasi Liwet Wongso Lemu telah beroperasi puluhan tahun dan menjadi favorit warga lokal maupun wisatawan.

Solo, atau Surakarta, bukan cuma punya Keraton dan batik, tapi juga surga kuliner yang bikin ketagihan. Selain gudeg dan selat, kota ini menyimpan banyak hidangan legendaris dengan cita rasa manis, gurih, dan lembut yang khas, mencerminkan budaya Jawa yang kental. Banyak dari kuliner Solo ini sudah eksis sejak puluhan tahun lalu dan menjadi favorit yang diwariskan turun-temurun.

Timlo Solo: Hidangan Berkuah Penuh Sejarah

Timlo Solo adalah salah satu kuliner berkuah bening yang wajib kalian coba saat berkunjung ke Solo. Hidangan ini berisi potongan hati ampela ayam, sosis Solo, telur pindang, dan suwiran ayam goreng, disiram kuah kaldu ayam yang gurih. Konon, Timlo Sastro yang berdiri sejak 1952 di Jalan Abdul Muis No. 32A, Kepatihan Kulon, adalah salah satu tempat paling legendaris untuk menikmati Timlo, dengan harga sekitar Rp23.000 untuk paket komplit.

Timlo merupakan hasil akulturasi budaya Tionghoa-Jawa, yang memadukan mi, tahu, tempe, sayuran, dan daging, sehingga menciptakan harmoni rasa yang unik. Isiannya yang beragam, seperti sosis Solo yang khas, membuat setiap suapan Timlo terasa istimewa dan berbeda dari sup biasa.

  • Timlo Sastro: Legenda sup ayam bening sejak 1952, berlokasi di Jl. Abdul Muis No. 32A, Kepatihan Kulon, buka pukul 06.00–15.00 WIB.
  • Harga Timlo: Kisaran harga Timlo Solo cukup terjangkau, mulai dari Rp15.000 hingga Rp24.000 per porsi, tergantung isian dan tempatnya.
  • Ciri Khas Timlo: Kuah bening kaya kaldu, isian lengkap seperti sosis Solo, ati ampela, dan telur pindang.

Sate Buntel dan Tengkleng: Sensasi Daging Kambing yang Menggoda

Bagi kalian pecinta olahan daging kambing, Solo punya dua jagoan yang tak boleh dilewatkan: Sate Buntel dan Tengkleng. Sate Buntel adalah sate unik yang terbuat dari daging kambing cincang, dibumbui lalu dibungkus lemak tipis sebelum dibakar. Aroma harum dari lemak pembungkus yang terbakar saat dipanggang akan membuat kalian ingin segera mencicipinya.

Tengkleng, di sisi lain, adalah hidangan khas Solo yang menggunakan tulang belulang kambing dengan sedikit daging yang menempel, disiram kuah gurih dan pedas yang kaya rempah. Kuliner ini lahir dari kreativitas masyarakat Solo di masa penjajahan Jepang yang kesulitan mencari bahan pangan, sehingga mengolah limbah tulang dan jeroan kambing. Meski berawal dari sejarah kelam, kini tengkleng menjadi salah satu makanan khas Solo yang digemari dan banyak diburu wisatawan.

  • Sate Buntel Hj. Bejo: Terkenal sebagai langganan Presiden Joko Widodo, sate buntel di sini dibanderol sekitar Rp70.000 per porsi dengan porsi banyak dan rasa enak.
  • Tengkleng Klewer Bu Edi: Berlokasi di dekat Pasar Klewer, warung ini legendaris dan selalu ramai, menyajikan tengkleng dengan porsi melimpah dan kuah rempah nikmat. Harga satu porsi tengkleng berkisar antara Rp25.000 hingga Rp50.000.
  • Sate Kambing Pak Manto: Menawarkan sate kambing, tengkleng rica-rica, dan sate buntel dengan daging empuk dan bumbu meresap sempurna.

Nasi Liwet dan Serabi Notosuman: Ikon Kuliner Solo yang Tak Terbantahkan

Nasi Liwet Solo adalah ikon kuliner yang tak bisa dipisahkan dari kota ini, disajikan dengan nasi gurih yang dimasak santan, suwiran ayam, sayur labu siam, telur pindang, dan areh (santan kental). Ciri khas Nasi Liwet Solo adalah penyajiannya di atas daun pisang yang dibentuk kerucut atau pincukan. Nasi Liwet Wongso Lemu, yang telah menjadi ikon kuliner Solo sejak tahun 1950, selalu ramai dikunjungi pada malam hari.

Untuk hidangan penutup atau camilan, Serabi Notosuman adalah pilihan yang sempurna. Serabi ini terbuat dari adonan tepung beras dan santan, dimasak di atas tungku arang, menghasilkan cita rasa gurih dan manis yang khas. Kalian bisa menemukan Serabi Notosuman dengan dua varian rasa, original dan cokelat, dengan harga terjangkau sekitar Rp3.000–Rp3.400 per buah.

  • Nasi Liwet Wongso Lemu: Beroperasi sejak 1950, berlokasi di Jl. Teuku Umar, Keprabon, buka pukul 16.00–01.00 WIB. Harga per porsi mulai dari Rp13.000 hingga Rp35.000.
  • Serabi Notosuman: Telah ada sejak tahun 1920-an, Serabi Notosuman Ny. Lidia adalah salah satu yang paling terkenal.
  • Penyajian: Nasi Liwet disajikan dengan daun pisang (pincukan), sementara Serabi Notosuman bisa dinikmati dengan berbagai topping seperti cokelat, keju, atau pisang.

FAQ (Pertanyaan yang Sering Diajukan)

Apa saja kuliner legendaris Solo selain gudeg dan selat?

Selain gudeg dan selat, kalian bisa mencoba Timlo, Sate Buntel, Tengkleng, Nasi Liwet, Serabi Notosuman, Soto Gading, dan Tahu Kupat.

Di mana tempat terbaik untuk menikmati Nasi Liwet di Solo?

Nasi Liwet Wongso Lemu di Jalan Teuku Umar, Keprabon, adalah salah satu tempat paling legendaris dan populer untuk menikmati Nasi Liwet.

Berapa kisaran harga kuliner legendaris Solo?

Sebagian besar kuliner khas Solo memiliki harga yang terjangkau, mulai dari Rp2.000 untuk serabi hingga Rp70.000 untuk sate buntel dengan porsi besar.

Apa keunikan Tengkleng Solo?

Tengkleng Solo terbuat dari tulang belulang kambing dengan sedikit daging, disiram kuah gurih pedas yang kaya rempah, dan merupakan kuliner yang lahir dari sejarah di masa penjajahan.