- Sukabumi memiliki beragam kuliner legendaris selain mochi, seperti Bubur Ayam Bunut, Laksa Pak Idrus, Roti Priangan, Bandros Ata, dan Geco Abah Dodo, yang wajib kalian coba.
- Beberapa kuliner ini sudah eksis puluhan tahun, bahkan sejak era kolonial, membuktikan kekayaan sejarah dan keaslian cita rasa Sukabumi.
- Festival kuliner di Sukabumi, seperti UMKM Culinary Night, berhasil meraup omzet fantastis hingga Rp594 juta dalam tiga hari pada Mei 2024, menunjukkan potensi besar kuliner lokal.
Sukabumi, kota yang sering dijuluki "Kota Mochi", ternyata menyimpan harta karun kuliner lain yang tak kalah legendaris dan wajib kalian cicipi. Bukan cuma mochi, yang bahkan ditetapkan sebagai Warisan Budaya Tak Benda oleh Pemerintah Provinsi Jawa Barat pada tahun 2022, kota ini menawarkan berbagai hidangan otentik dengan resep turun-temurun yang sudah ada sejak puluhan tahun lalu. Siap-siap tergoda dengan kelezatan kuliner legendaris Sukabumi yang akan membuat kalian ingin kembali lagi!
Surga Rasa: Bubur Ayam dan Laksa Legendaris
Ketika berbicara tentang kuliner legendaris Sukabumi, Bubur Ayam Bunut adalah nama yang tidak bisa dilewatkan. Warung bubur ini sudah berdiri sejak tahun 1975 dan menjadi ikon sarapan di Sukabumi, dengan lokasi strategis di Jalan Siliwangi No. 93, Cikole. Keistimewaan Bubur Ayam Bunut terletak pada porsinya yang melimpah dan berbagai pilihan topping, mulai dari tulang ayam, pepes ayam, hingga risol isi bihun, dengan harga mulai dari Rp18.000 per porsi.
Selain Bubur Ayam Bunut, ada juga Bubur Ayam Odeon yang sudah berusia setengah abad dan menyajikan bubur gaya Tionghoa dengan topping pangsit, sayur asin, dan daging ayam kampung rebus. Bagi kalian pecinta hidangan berkuah, Laksa Pak Idrus adalah pilihan yang tepat. Laksa ini telah eksis selama 70 tahun dan menawarkan cita rasa otentik dengan isian soun, tauge, tahu, oncom merah, serta kuah santan gurih yang kaya rempah.
Bubur ayam memang menjadi salah satu makanan jadi yang paling banyak dikonsumsi di Kota Sukabumi, dengan rata-rata 1 porsi per minggu menurut data BPS per Maret 2025. Ini menunjukkan betapa populernya hidangan ini di kalangan warga lokal maupun wisatawan. Kisaran harga untuk seporsi Laksa Pak Idrus adalah sekitar Rp20.000 hingga Rp30.000.
Camilan Otentik: Roti Priangan dan Bandros Ata
Bagi kalian penggemar camilan dan roti, Sukabumi juga punya jagoan legendarisnya. Roti Priangan, yang sudah berdiri sejak tahun 1940-an, masih mempertahankan resep tradisionalnya hingga kini. Roti ini terkenal dengan teksturnya yang lembut dan rasa yang tidak terlalu manis, dengan varian favorit seperti roti cokelat dan roti keju. Pabrik roti ini berlokasi di Jalan Parigi, Kelurahan Nyomplong, Warudoyong, tidak jauh dari Vihara Widhi Sakti.
Kemudian, ada Bandros Ata yang sudah viral sejak tahun 1950. Bandros ini mirip kue pancong, namun terbuat dari santan, tepung beras, dan kelapa parut, menghasilkan tekstur lembut di setiap gigitan. Kalian bisa menemukan Bandros Ata di Jalan Gudang, Kebonjati, Cikole, dengan harga mulai dari Rp5.000 hingga Rp10.000 per buah.
Selain itu, Kue Jahe Sukabumi juga merupakan camilan tradisional yang sudah ada sejak zaman kolonial dan masih eksis hingga kini. Terbuat dari campuran tepung, parutan jahe, dan gula merah, kue ini memiliki aroma rempah yang kuat dan rasa hangat yang cocok dinikmati saat cuaca dingin. Kue jahe ini juga dipercaya memiliki khasiat untuk menghangatkan tubuh dan meningkatkan imunitas.
Geco Abah Dodo: Perpaduan Unik Tauge dan Tauco
Jangan sampai kalian melewatkan Geco Abah Dodo, hidangan khas Sukabumi yang namanya merupakan singkatan dari tauge dan tauco. Makanan ini menyerupai pecel, namun dengan kombinasi bahan yang unik seperti tauge, tauco, ketupat, potongan kentang, mie kuning, telur rebus, cuka, kecap manis, serta sambal cabai rawit. Perpaduan rasa gurih, pedas, dan segar menjadikan Geco Abah Dodo pengalaman kuliner yang berbeda dan wajib dicoba.
Geco Abah Dodo adalah salah satu tempat paling terkenal dan melegenda untuk menikmati hidangan ini, berlokasi di Jalan Bhayangkara No. 207, Kota Sukabumi. Meskipun terlihat sederhana, cita rasa yang ditawarkan Geco Abah Dodo mampu bertahan dan digemari banyak orang selama puluhan tahun. Kisaran harga untuk seporsi Geco Abah Dodo adalah sekitar Rp15.000 hingga Rp25.000.
Potensi kuliner legendaris Sukabumi ini sangat besar, terbukti dari kesuksesan Festival UMKM Culinary Night pada Mei 2024 yang berhasil meraup omzet hingga Rp594 juta dalam tiga hari. Ini menunjukkan bahwa masyarakat sangat antusias dengan ragam kuliner lokal, dan Geco Abah Dodo adalah salah satu permata yang ikut berkontribusi dalam memajukan ekonomi kreatif daerah.
FAQ (Pertanyaan yang Sering Diajukan)
Selain mochi, kalian wajib mencoba Bubur Ayam Bunut, Laksa Pak Idrus, Roti Priangan, Bandros Ata, dan Geco Abah Dodo.
Bubur Ayam Bunut sudah berdiri sejak tahun 1975 dan menjadi salah satu ikon kuliner sarapan di Sukabumi.
Geco Abah Dodo adalah hidangan tauge dan tauco yang disajikan dengan ketupat, kentang, mie kuning, telur rebus, cuka, kecap manis, dan sambal cabai rawit, menciptakan rasa gurih, pedas, dan segar.
Festival UMKM Culinary Night pada Mei 2024 berhasil meraup omzet sebesar Rp594 juta dalam tiga hari penyelenggaraan.
- Eksplorasi Kuliner Sukabumi: Jangan hanya terpaku pada mochi, Sukabumi menyimpan banyak kuliner legendaris lain yang patut kalian coba untuk pengalaman rasa yang tak terlupakan.
- Dukungan UMKM Lokal: Dengan mencoba kuliner-kuliner ini, kalian turut mendukung UMKM lokal yang telah menjaga resep dan cita rasa otentik selama puluhan tahun.
- Warisan Budaya: Setiap gigitan dari hidangan legendaris ini adalah bagian dari sejarah dan warisan budaya Sukabumi yang kaya, menawarkan cerita di balik setiap sajian.