INDUSTRY.co.id - Jakarta - Sebanyak 500 Tenaga Kerja Asing (TKA) asal China yang masuk ke Indonesia dipastikan bukan buruh kasar. Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan memastikan, kehadiran 500 TKA asal negeri Tirai Bambu ini bisa menciptakan 5.000 lapangan kerja baru, bahkan bisa menciptakan tenaga ahli.
"Semua hanya bicara tenaga kerja asing, kemarin datang 500 TKA China. Anda tahu 500 ini ciptakan 5.000 tenaga kerja ahli, bukan tukang pacul," kata Luhut pada bincang Investasi secara virtual yang dilaksanakan Sabtu (25/7/2020) lalu.
Menurut Luhut, kehadiran 500 TKA China ini selajan dengan pengembangan proyek hilirisasi di Indonesia. Hilirisasi dikembangkan lantaran Indonesia memiliki cadangan nikel ore terbesar dan terbaik di dunia.
Potensi ini akan dikembangkan agar Indonesia memiliki peran paling tinggi ke depannya atas produk-produk yang berasal dari nikel ore, salah satu yang dikebut adalah lithium baterai untuk mobil listrik.
Luhut menambahkan Eropa sepakat akan mengandangkan seluruh mobil berbahan bakar minyak atau fosil pada tahun 2030, dan menggantikannya dengan mobil listrik. Oleh karena itu, Luhut meminta agar tidak ada ribut-ribut soal tenaga kerja asing yang masuk ke Indonesia.
Bahkan dirinya menantang para pihak yang melontarkan kritikan terkait TKA dari China untuk melihat langsung ke lokasi pengembangan.
Sebelumnya, Kementerian Ketenagakerjaan memastikan 500 TKA China cuma boleh tinggal selama enam bulan di Indonesia. Lamanya waktu tinggal terhitung saat menginjakkan kakinya di tanah air.
Plt Dirjen Binapenta dan PKK Kemenaker, Aris Wahyudi mengatakan pemerintah bakal deportasi TKA China yang berada di Konawe, Sulawesi Tenggara jika melanggar ketentuan yang berlaku.
Menurutnya, pekerja asal China tersebut akan bekerja di Indonesia untuk jangka pendek. Sementara, menurut Aris, jangka pendek yang dimaksud maksimal adalah 6 bulan, jika lebih dari itu maka TKA akan langsung di deportasi.