INDUSTRY.co.id - Jakarta, Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan menjawab tudingan miring yang dialamatkan kepada dirinya dari sebagian masyarakat terkait Jakarta sebagai sumber virus karena lemahnya penanganan Covid-19 di wilayah ibu kota yang menimbulkan kembali terjadinya peningkatan tren kasus SaRS-Cov 2 dalam beberapa hari belakangan ini.

Advertisement

Asal tau saja, hingga hari ini Sabtu, (25/7) tercatat terdapat 18.230 kasus di Jakarta  setelah ada penambahan 279 kasus. Dari jumlah tersebut, 11.552 orang dinyatakan telah sembuh, sedangkan 768 orang meninggal dunia.

Menurut Anies, meningkatnya kasus karena Jakarta tidak menangani COVID-19 secara setengah-setengah. Sejak awal pihaknya memilih untuk selalu menangani pandemi ini secara serius, secara totalitas. 

Advertisement

"Ini soal keselamatan, soal nyawa," tukas Anies dilansir redaksi Industry.co.id dari unggahan Anies dilaman sosial media miliknya pada Sabtu (25/7).

"Mengapa? Kami melaksanakan perintah konstitusi: melindungi setiap tumpah darah Indonesia. Melindungi warga tidak bisa dilakukan setengah-setengah," sebut Anies.

Advertisement

Dikatakannya, dalam kondisi wabah yang masih merebak seperti sekarang maka langkah Pemprov DKI adalah menemukan orang-orang yang terpapar lalu melakukan isolasi. 

"Itulah cara memutus mata rantai. Dengan orang tersebut ditemukan dan diisolasi maka dia bisa mencegah untuk tidak menulari keluarganya, tetangganya, ataupun koleganya," jelas Anies.

Advertisement

Anies juga menegaskan Jakarta akan terus meningkatkan kemampuan testingnya. Hal tersebut menurutnya sesuai dengan standard WHO. 

"kita harus melakukan PCR testing terhadap seribu orang (bukan spesimen) per sejuta penduduk per minggu. Jakarta kini sudah hampir 4 kali lipat standard WHO," ungkapnya.

"Kami tidak mau mengurangi testing agar terkesan jumlah yang positif terlihat kecil. Tujuan kita bukan membuat kesan aman, tujuan kami adalah menyelematkan rakyat," tegasnya.

Kemudian Ia juga tak menampik, bila faktanya masih banyak orang di luar yang sudah terpapar tapi tanpa gejala. 

"Untuk itulah makin banyak yang terdeteksi maka insyaAllah makin cepat bisa memutus mata rantai," ucapnya.

"Itu tugas kami sebagai pemerintah," tegasnya kembali.

Dalam unggahan nya yang telah disukai lebih dari ribuan likes (istilah beken facebook-red) tersebut, Anies berpesan agar warga Jakarta dan seluruh rakyat  agar dapat:

1) Tetap berada di rumah, jangan bepergian jika tidak harus

2) memakai masker terus.

3) menjaga jarak.

4) mencuci tangan rutin.

5) kurangi kapasitas pertemuan. 

"Kita kerjakan sama-sama maka insyaAllah kita bisa kendalikan pandemi ini, dan kita bisa tumbuh menjadi masyarakat yang lebih matang, tangguh: sehat, aman, produktif dan InsyaAllah selalu dalam keberkahanNya," pungkas Anies.

Perlu diketahui, hingga saat berita ini diturunkan, unggahan Anies telah di bagikan lebih dari 5 ribu kali serta menuai banjir pujian dan dukungan dari warganet.

Berikut beberapa komentar yang dicukil redaksi Industry.co.id:

"Kesadaran masyarakatnya masih kurang pak, padahal semua demi kebaikan bersama. Semoga Allah SWT segera angkat wabah ini dari Indonesia khususnya Jakarta, dan masyarakat kembali baraktifitas secara normal sehingga perekonomian menjadi pulih kembali. Aamiin," tukas akun @Liliksetia Eko Racing.

"Org klo kerjanya udah nyata n juga sdh bisa dipercaya berbuat apa saja org tetap percaya. Semangat trus pak Allah tau apa yg kita lakukan," tulis akun @murdani.

"Harus ada keseimbangan antara upaya pemutusan mata rantai penularan Covid-19 dan upaya peningkatan ekonomi lokal secara proposional berdasarkan pertimbangan saint, teknologi, epidemiologi dan makro ekonomi yg terukur dan applicable namun tetap prioritas utama adalah keselamatan nyawa warga Jakarta dan daerah sekitarnya

Abaikan nyinyiran dan gonggongan  para "BuzzerRp" yg dengki. Lanjutken brouw..,"cuit akun @Indra Darma