Dear Pak Anies, Pekerja Hiburan Malam Hidupnya Susah Banget, Mereka Butuh Kerja!

Oleh : Candra Mata | Rabu, 22 Juli 2020 - 07:54 WIB

Aksi Terapis dan Pekerja Karaoke datangi Balai Kota Jakarta (Kolase foto- SindoNews.com)
Aksi Terapis dan Pekerja Karaoke datangi Balai Kota Jakarta (Kolase foto- SindoNews.com)

INDUSTRY.co.id - Jakarta, Ratusan pekerja hiburan malam dari bermacam latar profesi, seperti pemandu karaoke, terapis pijat, pekerja diskotik menggelar aksi unjuk rasa di depan kantor Gubernur DKI Jakarta, terkait kebijakan penutupan tempat hiburan yang diperpanjang dalam masa Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) transisi di Jakarta.

“Ini aksi murni inisiatif para pekerja hiburan malam. Mereka ingin tempat mereka usaha agar kembali bisa beroperasi,” ungkap Ketua Asosiasi Pengusaha Hiburan Jakarta (Asphija), Hana Suryani di Jakarta, Selasa (21/7).

Selain mendesak pihak Pemprov agar kembali membuka usaha hiburan malam, Hana juga meminta agar stigma negatif yang dialamatkan kepada para pekerja hiburan malam berpotensi menciptakan klaster baru penularan Covid-19 adalah tidak benar.

Menurutnya, para pekerja juga paham menerapkan protokol kesehatan selama bekerja.

"Wisata hiburan malam seperti menjadi musuh bersama, dicap negatif. Jadi tuntutan kami adalah tolong jangan stigmakan hiburan malam itu negatif," jelasnya.

Sementara itu salah satu peserta aksi menuturkan kesusahannya akibat penutupan hiburan tempatnya bekerja yang sudah berlangsung lama.

"Kami tuh benar-benar susah banget, kita punya anak, kita punya keluarga, beban kita berat," kata pemandu Karaoke bernama Anggun.

"Kami di rumah sudah lima bulan, cuma ngurus anak aja jadinya. Sedangkan mereka kan perlu jajan, perlu bayar sekolah dan juga cicilan," jelasnya.

Untuk itu, dirinya berharap Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan agar dapat segera membuka kembali wisata hiburan di Jakarta.

"Tolong pak Anies buka tempat kerja kami," pinta Anggun.

Perlu diketahui, dalam aksinya para puluhan wanita yang berprofesi sebagai terapis pijat, pegawai karaoke dan diskotek ini juga membawa berbagai macam spanduk yang bertuliskan kalimat permohonan membuka kembali tempat hiburan serta sindiran buat Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan.

"Kami Bukan Lagi Meminta Tapi Memohon Buka Lagi Kembali Tempat Kerja Kami," tulis spanduk aksi.

"Kami Janda Butuh Biaya Hidup," tulis spanduk lainnya.

"Kerja Kami Berat, Pak Anies Gak Bakal Kuat Biar Kami Aja Yang Kerja," tulis para peserta aksi.

Komentar Berita

Industri Hari Ini

Gempa Bumi di Jawa Timur

Selasa, 13 April 2021 - 15:02 WIB

Tanggap Darurat Bencana Gempa Bumi di Jawa Timur, Ini yang Dilakukan Kementerian PUPR

Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) turut membantu penanganan darurat bencana gempa bumi yang mengguncang sejumlah kota/kabupaten di Provinsi Jawa Timur.

Mendag Lutfi dan Gubernur Jabar Ridwan Kamil

Selasa, 13 April 2021 - 14:57 WIB

Kabar dari Mendag Lutfi Ini Bikin Masyarakat Tenang! Pasokan Bahan Pokok Cukup dan Harga Stabil

Mendag Lutfi mengatakan, beberapa komoditas seperti beras, gula, dan daging sapi perlu adanya penambahan pasokan untuk mengantisipasi cadangan stok, iklim ekstrem, kenaikan harga internasional,…

CDM Raya Cadbury

Selasa, 13 April 2021 - 14:51 WIB

Bagikan 10.000 Paket Makanan dan Cokelat, Cadbury Ajak Masyarakat Berbagi dari Hati

Melalui pembelian Cadbury kemasan spesial “Hari Raya” di Alfamart, konsumen dapat ikut berpartisipasi untuk memberikan donasi 10.000 paket makanan dan cokelat ke 4 Rumah Sakit rujukan Covid-19…

Menteri Energi dan Infrastruktur UEA Suhail Al Mazroui (Foto: The National)

Selasa, 13 April 2021 - 14:50 WIB

Dahsyat! Bawa Duit Berkarung-karung, UEA Bakal Bangun Fasilitas Vaksin Covid-19 di Indonesia

Uni Emirate Arab (UEA) akan segera merealisasi investasi dalam pembangunan fasilitas produksi vaksin COVID-19 di Indonesia. Hal tersebut disampaikan oleh Menteri Energi dan Infrastruktur Uni…

Kampus UBSI Ciputat

Selasa, 13 April 2021 - 14:30 WIB

Upaya Calon Mahasiswa di Tengah Wabah Covid-19

Ahmad Rofikin, pria yang akrab disapa Fikin adalah seorang anak muda berusia 25 tahun yang merantau dari desanya di Plantungan, Kendal ke Kota Tangerang Selatan, Banten untuk mengubah hidupnya.…