INDUSTRY.co.id - Jakarta, Freddy Widjaja anak dari pendiri Sinarmas mengajukan gugatan kepada saudara tirinya di meja hijau terkait harta warisan yang mencapai Rp672,1 triliun.

Advertisement

Pasca meninggalnya pendiri Sinarmas yakni Eka Tjipta Widjaja, pada 26 Januari 2019 lalu, didalam keluarga terjadi sengketa harta warisan yang berbuntut panjang.

Freddy Widjaja selaku pihak penggugat atas sengketa warisan di Pengadilan Negeri Jakarta Pusat merupakan anak dari Lidia Herawaty Rusli yang juga merupakan istri dari pendiri kelompok grup Sinar Mas.

Advertisement

Freddy secara resmi menggugat kelima kakak tirinya di Pengadilan Negeri Jakarta Pusat dengan nomor gugatan 301/Pdt.G/2020/PN Jkt.Pst.

Adapun saudara tiri yang digugat tersebut yakni Indra Widjaja alias Oei Pheng Lian, Teguh Ganda Widjaja alias Oei Tjie Goan, Muktar Widjaja alias Oei Siong Lian, Djafar Widjaja Alias Oei Piak Lian, Franky Oesman Widjaja alias Oei Jong Nian.

Advertisement

Asal tau saja, berdasarkan data Pengadilan Negeri Jakpus, tercatat total aset yang disengketakan memiliki nilai hingga Rp672,1 triliun.

Harta warisan yang digugat ialah bersumber dari, pertama PT Smart (Sinar Mas Agro Resources and Technology) TBK dengan total nilai asset sebesar Rp 29.310.000.000.000,- (dua puluh Sembilan triliun tiga ratus sepuluh miliar rupiah) dengan laba kotor tahun 2018 sebesar Rp 4.634.000.000.000,- (empat triliun enam ratus tiga puluh empat miliar rupiah).

Advertisement

"Kedua yakni PT Sinar Mas Multi Artha dengan total nilai asset sebesar Rp. 100.663.451.000.000,- (seratus triliun enam ratus enam puluh tiga miliar empat ratus lima puluh satu juta rupiah) dengan laba kotor tahun 2018 sebesar Rp. 1.647.179.000.000,- (satu triliun enam ratus empat puluh tujuh miliar seratus tujuh puluh sembilan juta rupiah)," tulis gugatan Fredy dilansir redaksi Selasa (14/7).

Lalu ketiga adalah Sinar Mas Land dengan total nilai asset pada tahun 2019 sebesarUS$ 7.757.500.000 dirupiahkan dengan Kurs Rp 15.000,- (lima belas ribu rupiah) sama dengan Rp. 116.362.500.000.000,- (seratus enam belas triliun tiga ratus enam puluh dua miliar lima ratus juta rupiah).

Kemudian keempat, PT Bank Sinar Mas TBK dengan total nilai asset pada Bulan September 2019 sebesar Rp.37.390.492.000.000,- (tiga puluh tujuh triliun tiga ratus sembilan puluh miliar empat ratus sembilan puluh dua juta rupiah).

Kelima PT. Indah Kiat Pulp & Paper TBK dengan total nilai asset pada Tahun 2018 sebesar US$ 8.751.000.000 dengan Kurs Rp 15.000,- (lima belas ribu rupiah) sebesar Rp. 131.265.000.000.000,- (seratus tiga puluh satu triliun dua ratus enam puluh lima miliar rupiah).

Keenam yakni PT. Pabrik Kertas Tjiwi Kimia TBK US$ 2.965.100.000 dengan Kurs Rp. 15.000,- (lima belas ribu rupiah) sebesar Rp 44.476.500.000,- (empat puluh empat miliar empat ratus tujuh puluh enam juta lima ratus ribu rupiah).

Ketujuh adalah PT. Lontar Papyrus Pulp & Paper Industry dengan total nilai asset pada tahun 2018 sebesar US$ 1.997.500.000 dengan Kurs Rp.15.000,- (lima belas ribu rupiah) sebesar Rp. 29.962.500.000.000,- (dua puluh Sembilan triliun sembilan ratus enam puluh dua miliar lima ratus juta rupiah).

Kedelapan yaitu PT. Bank China Construction Bank Indonesia Tbk dengan total nilai asset sebesar Rp. 16.200.000.000.000,- (enam belas triliun dua ratus miliar rupiah).

Kesembilan adalah Asia Food and Properties Limited dengan estimasi nilai asset sebesar Rp. 80.000.000.000.000,- (delapan puluh triliun rupiah).

Lalu kesepuluh yaitu China Renewable Energy Investment Limited dengan total nilai asset pada tahun 2019 sebesar HK$ 2.794.654.000 dengan Kurs Rp. 19.000,- (sembilan belas ribu rupiah) sebesar Rp. 5.309.842.600.000,- (lima triliun tiga ratus sembilan miliar delapan ratus empat puluh dua juta enam ratus ribu rupiah).

Kesebelas PT. Golden Energy Mines Tbk dengan total nilai asset pada tahun 2019 sebesar US$ 780.646.167 dengan Kurs Rp. 15.000,- (lima belas ribu rupiah) sebesar Rp. 11.709.692.505.000,- (sebelas triliun tujuh ratus sembilan miliar enam ratus sembilan puluh dua juta lima ratus lima ribu rupiah).

"Dan keduabelas adalah Paper Excellence BV Netherlands dengan total nilai asset sebesar Rp. 70.000.000.000.000,- (tujuh puluh triliun rupiah," sebut isi gugatan Fredy.