Amanat Presiden Jokowi, Prabowo Borong Sebanyak 500 Unit Rantis Maung Dari Pindad

Oleh : Hariyanto | Selasa, 14 Juli 2020 - 11:02 WIB

Menhan Prabowo Subianto dan Presiden Jokowi
Menhan Prabowo Subianto dan Presiden Jokowi

INDUSTRY.co.id - Jakarta - Kunjungan Menteri Pertahanan (Menhan) Prabowo Subianto ke PT Pindad (Persero) rupanya bukan hanya sekadar menjajal kendaraan taktis (rantis) yang bernama Maung. Menhan Prabowo juga berencana untuk memborong rantis tersebut.

Direktur Utama Pindad Abraham Mose mengatakan, Prabowo berkomitmen untuk membeli 500 unit Maung. "Iya beli dan sudah komitmen 500 unit," kata Abraham dikutip dari detik, Selasa (14/7/2020).

Abraham menjelaskan, komitmen pembelian 500 unit Maung tersebut merupakan pembelian tahap pertama. Artinya ada kemungkinan Prabowo akan membeli lebih banyak lagi.

Abraham juga mengungkapkan, ini bukan kali pertama Prabowo belanja alutsista dari Pindad. Sebelumnya Prabowo juga pernah membeli Rp 4 miliar amunisi kaliber kecil dari Pindad. "Sebelumnya beliau sudah order ke Pindad juga Rp 4 miliar amunisi kaliber kecil. Luar biasa Pak Menteri kita," tambah Abraham.

Menurut Abraham, untuk rantis Maung harganya berkisar antara Rp 600 jutaan per unit. Sehingga untuk pembelian tahap pertama total anggaran yang disiapkan Kemenhan sekitar Rp 300 miliar.

Pembelian alutsista ini dilakukan setelah Presiden Joko Widodo (Jokowi) menyinggung Prabowo terkait belanja produk-produk dari luar negeri.

Sebelumnya, Jokowi sempat mengingatkan para menterinya untuk mengerem belanja luar negeri dan sentilan khusus diberikan ke Prabowo. Enam hari setelahnya, Prabowo memposting foto dengan menjajal alutsista.

Pada 7 Juli 2020, Jokowi mengumpulkan sejumlah menteri dalam rapat terbatas. Jokowi meminta jajarannya bekerja berdasarkan konteks krisis dan tidak seperti dalam keadaan normal biasa. Selain itu, pembelanjaan pemerintah harus mengutamakan produk-produk yang ada di dalam negeri.

"Saya minta semuanya dipercepat, terutama yang anggarannya besar-besar. Ini Kemendikbud ada Rp 70,7 triliun, Kemensos Rp 104,4 triliun, Kemenhan Rp 117,9 triliun, Polri Rp 92,6 triliun, Kementerian Perhubungan Rp 32,7 triliun," kata Jokowi dikutip dari laman Presiden RI, Rabu (8/7/2020).

Dari banyak menteri yang hadir, Jokowi memberi penekanan khusus untuk Prabowo. "Misalnya di Kemenhan, bisa saja di DI (Dirgantara Indonesia), beli di Pindad, beli di PAL. Yang bayar di sini ya yang, cash, cash, cash. APBN (Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara), beli produk dalam negeri. Saya kira Pak Menhan juga lebih tahu mengenai ini," tuturnya.

Komentar Berita

Industri Hari Ini

DJ Stroo & Roy Jeconiah Rilis Ulang Aku Garuda Terkait 75 Tahun Indonesia Merdeka

Sabtu, 15 Agustus 2020 - 12:00 WIB

Dua Genre Musik Berbeda, DJ Stroo & Roy Jeconiah Rilis Ulang Aku Garuda Terkait 75 Tahun Indonesia Merdeka

Tanpa menghilangkan karakter atau aransmen utama lagu ini. Lagu ini juga akan di-remastering, dengan level yang akan dibuat lebih naik. Sebuah persembahan dari DJ Stroo dan Roy Jeconiah, untuk…

Kepala BPPI Kemenperin, Doddy Rahadi

Sabtu, 15 Agustus 2020 - 11:45 WIB

Inovasi Industri dari Balai Riset Kemenperin Dukung Pembangunan Ekonomi Berkelanjutan

Kementerian Perindustrian terus mendorong pengembangan ekosistem inovasi di sektor industri sebagai upaya percepatan implementasi peta jalan Making Indonesia 4.0.

Menteri Perdagangan Agus Suparmanto

Sabtu, 15 Agustus 2020 - 11:30 WIB

Terusik Banjirnya Produk China, Afsel Tiadakan Safeguard untuk Industri Indonesia

Indonesia memperoleh pengecualian dari pengenaan bea masuk tindakan pengamanan (safeguard) oleh Afrika Selatan (Afsel) atas produk threaded fasteners of iron or steel: bolt ends & screw studs,…

Ericsson

Sabtu, 15 Agustus 2020 - 11:15 WIB

Wihh...Ericson Raih Kontrak 5G ke-100

Ericsson (NASDAQ: ERIC) telah mencapai tonggak sejarah 5G yang signifikan dengan keberhasilan perusahaan meraih perjanjian atau kontrak komersial jaringan 5G ke-100 dengan penyedia layanan komunikasi.

Industri Otomotif

Sabtu, 15 Agustus 2020 - 11:01 WIB

Penjualan & Ekspor Meningkat, Menperin Agus Sebut Industri Otomotif Mulai Berkembang Positif Semester II/2020

Kinerja industri otomotif nasional diprediksi bakal mengalami perkembangan positif pada semester kedua tahun 2020.