Insentif Program Kartu Prakerja Belum Cair? Ini Biang Keroknya

Oleh : Hariyanto | Selasa, 14 Juli 2020 - 08:55 WIB

Ilustrasi kartu prakerja
Ilustrasi kartu prakerja

INDUSTRY.co.id - Jakarta - Manajemen Pelaksana Program Kartu Pra Kerja mengakui baru 476.000 peserta yang mendapat insentif dari 495.000 peserta yang telah menyelesaikan pelatihan. Dengan kata lain, ada sebanyak 19.000 peserta yang belum menerima insentif.

"Yang telah menyelesaikan pelatihan adalah 495.000, sedangkan yang dapat insentif sampai sore ini adalah 476.000," kata Direktur Eksekutif Manajemen Pelaksana Program Kartu Pra Kerja, Denni Puspa Purbasari saat Konferensi Pers Kartu Pra Kerja di Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian, Jakarta Pusat, Senin (13/7/2020).

Menurutnya , ada empat penyebab yang menjadi alasan mengapa insentif tersebut belum sampai ke tangan peserta Kartu Pra Kerja. Ke empat alasan tersebut diantaranya:

1. Belum Memberikan Rating atau Ulasan

Peserta yang sudah menyelesaikan pelatihan wajib memberikan ulasan dan rating. Jika merasa ini penyebabnya maka segera beri rating atau ulasan biar insentif Kartu Pra Kerja bisa cair.

"Peserta harus sudah memberikan ulasan dan rating atas pelatihan yang diberikan. Misalkan diberikan rating 4 ulasannya adalah pelatihannya sangat bermanfaat, mudah dicerna atau instrukturnya baik, misalnya seperti itu. Atau kemudian kalau itu jelek silakan saja diberikan rating 1," jelas Denni.

2. NIK Tidak Sama

Nomor Induk Kependudukan (NIK) harus sama saat proses pendaftaran Kartu Pra Kerja. Jadi jika insentif Anda belum cair, mungkin ini penyebabnya karena NIK berbeda.

"NIK yang dimasukkan dalam proses mentautkan tadi harus sama dengan NIK yang didaftarkan dalam program Kartu Pra Kerja. Jadi tidak bisa berbeda misalnya saja akun dari orang lain itu tentu saja NIK-nya berbeda dengan NIK penerima Kartu Pra Kerja," ucap Denni.

3. E-Wallet Belum Di-Upgrade

Pastikan e-wallet yang menjadi tempat untuk pengiriman insentif Kartu Pra Kerja masih aktif. Selain harus aktif, pastikan juga e-wallet harus sudah di-upgrade.

"Mungkin dari rekan-rekan pemerhati sektor keuangan atau fintech tahu istilah KYC (know your customer) untuk memastikan bahwa itu betul-betul Anda bukan orang lain karena ini verifikasinya secara digital. Tapi kalau rekan-rekan membuka rekeningnya adalah bank, maka rekan-rekan tidak perlu menggunakan e-KYC karena teman-teman langsung datang membawa diri sendiri dan NIK-nya," sebutnya.

4. Nomor Ponsel Diganti

Nomor ponsel (HP) peserta mungkin sudah berganti ketika mendaftar Kartu Pra Kerja. Seharusnya selama mendaftar sebagai peserta Kartu Pra Kerja tidak boleh berganti nomor sampai 6 bulan ke depan.

"Jadi nomor HP-nya sama dengan nomor HP ketika mendaftar dan pastikan nomor HP ini jangan berubah sampai 6 bulan ke depan karena insentifnya ditransfer selama 4 bulan berturut-turut dan masih ada survei yang dilakukan sampai 6 bulan ke depan," tandasnya.

Komentar Berita

Industri Hari Ini

Kajian Kelayakan Pemanfaatan Minyak Nabati Murni

Minggu, 09 Agustus 2020 - 21:00 WIB

BBM untuk Listrik Makin 'Mahal', Pemerintah Mulai Kaji CPO untuk PLTD

Badan Litbang ESDM melalui Pusat Penelitian dan Pengembangan Teknologi Ketenagalistrikan, Energi Baru, Terbarukan dan Konservasi Energi (P3TKEBTKE) memulai kajian kelayakan pemanfaatan minyak…

Dubes Yuddy Chrisnandi Saat Menjadi Narasumber untuk Wawancara TV Rada dalam acara Diplomatic Chronicles

Minggu, 09 Agustus 2020 - 19:45 WIB

Cara Jitu Dubes RI Yuddi Chrisnandi Promosikan Indonesia di Acara TV Ukraina

Duta Besar Indonesia untuk Ukraina, Yuddy Chrisnandi menjadi narasumber untuk wawancara TV Rada dalam acara “Diplomatic Chronicles".

Gubernur Jawa Barat - Ridwan Kamil

Minggu, 09 Agustus 2020 - 19:00 WIB

Dibantu IKEA dan AstraZeneca, Ridwan Kamil: Kami Akan Gelar Karpet Merah untuk Investor Industri Swedia

Sektor swasta Swedia telah membantu Indonesia dalam menghadapi COVID-19 diantaranya kepada Pemprov Jawa Barat.

Pelayanan Warung Konsuler di Ras Al Khaimah

Minggu, 09 Agustus 2020 - 18:45 WIB

Permudah Akses Pelayanan Bagi Para WNI, KJRI Dubai Selenggarakan Warung Konsuler di Ras Al Khaimah

KJRI Dubai selenggarakan pelayanan kekonsuleran secara jemput bola (outreach) di Hotel Hilton bagi para WNI di Ras Al Khaimah.

Indonesia-Belgium Virtual Business Meeting on Wood Products and Furniture

Minggu, 09 Agustus 2020 - 18:43 WIB

Belgia Sambut Baik Ekspor Industri Mebel dan Produk Kayu Hutan Indonesia

KBRI Brussels bekerja sama dengan Forum Komunikasi Masyarakat Perhutanan (FKPMI) menyelenggarakan “Indonesia-Belgium Virtual Business Meeting on Wood Products and Furniture".