Wacana Merger Bank Syariah, INDEF: Konsolidasi Harus Tepat dan Hati-hati

Oleh : Hariyanto | Sabtu, 04 Juli 2020 - 08:11 WIB

Direktur Institute for Development of Economics and Finance (INDEF) Enny Sri Hartati
Direktur Institute for Development of Economics and Finance (INDEF) Enny Sri Hartati

INDUSTRY.co.id

Jakarta – Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN), Erick Thohir, kembali mengajukan wacana merger BUMN demi meningkatkan efektivitas dan efisiensi. Kali ini Erick mewacanakan merger bank-bank syariah yang merupakan anak usaha Himbara yang rencananya akan dilaksanakan pada Februari 2020.

Hal tersebut menurut pengamat ekonomi masih dianggap sebagai langkah yang wajar asalkan dilakukan dengan penuh kehati-hatian.

Peneliti senior INDEF, Enny Sri Hartati, menganggap bahwa konsolidasi perbankan BUMN harusnya sudah dilakukan sejak dahulu di Indonesia. Namun hingga saat ini tidak pernah direalisasikan oleh pemerintah.

Enny menganggap tidak ada yang salah dengan wacana merger yang diajukan oleh Erick Thohir, tetapi dengan kondisi Indonesia saat ini maka mengharuskan proses konsolidasi  berjalan tepat dan hati-hati.

“Konsolidasi bank-bank itu kan sudah dari dulu mestinya dilakukan, tapi tidak dilakukan. Jadi satu poin itu adalah wacana yang bagus. Tapi konsolidasi ini juga perlu kecepatan dan ketepatan program karena saat ini sedang ada Pandemi COVID-19,” ujar Enny melalui keteranganya yang diterima INDUSTRY.co.id, Sabtu (4/7/2020).

Eny menilai pemerintah memang perlu mengkaji lebih jauh detail terkait rencana merger tersebut, karena akan mengubah kelembagaan. Merger perlu dilakukan dengan persiapan matang dan terencana. Jika konsolidasi berhasil dijalankan dengan baik dan benar, maka bank-bank BUMN juga bisa dikonsolidasi seluruhnya, tidak hanya yang syariah.

“Perubahan kelembagaan harus terencana dengan baik dan sebagainya karena menyangkut berbagai aspek, tidak hanya sekadar digabungkan. Jika proses konsolidasi dilakukan dengan benar, jangankan yang syariah, seluruh bank BUMN konvensional juga perlu berkonsolidasi, kalau tidak kita sulit untuk bertarung dengan global,” sambungnya.

Adapun bank-bank syariah yang rencananya akan dimerger adalah PT Bank BRI Syariah Tbk., PT Bank Syariah Mandiri (BSM), dan PT Bank BNI Syariah. BSM memiliki fokus di segmen kredit korporasi, sedangkan BRI Syariah memiliki fokus pada penyaluran kredit di segmen UMKM. Kemudian BNI Syariah fokus ke consumer banking, menyasar milenial, dan international funding karena BNI memiliki sejumlah cabang di luar negeri.

Sepanjang Q1 tahun 2020, kinerja 3 bank tersebut tercatat kokoh dalam menghadapi kondisi krisis pandemi COVID-19. BRI Syariah mengalami peningkatan pembiayaan di segmen ritel yang tumbuh 49,74% menjadi Rp 20,5 triliun.

Sedangkan BNI Syariah yang baru saja menjadi Bank Buku-III pada kuartal pertama tahun ini berhasil mencatatkan kenaikan laba bersih 58,1% dibandingkan periode yang sama tahun lalu menjadi Rp 214 miliar. Lalu BSM membukukan laba bersih sebesar Rp 368 miliar pada kuartal I-2020 dimana angka tersebut naik 51,53% dibanding periode yang sama tahun lalu (yoy)

Saat ini Kementerian BUMN masih tengah mengkaji lebih lanjut rencana merger tersebut. “Kita sedang coba kaji bank-bank syariah, jadi kita coba merger, Insya Allah Februari tahun depan jadi satu,” ujar Erick.

Sebelumnya Presiden Joko Widodo (Jokowi) telah meneken Keputusan Presiden (Keppres) terkait penggabungan dan penutupan perusahaan BUMN pada 19 Mei 2020. Nantinya, perusahaan-perusahaan plat merah tersebut akan mengalami konsolidasi, merger, rasionalisasi hingga penutupan agar kinerja BUMN secara menyeluruh bisa lebih efektif.

Rencana penggabungan dan konsolidasi perusahaan ini adalah langkah Erick untuk merestrukturisasi BUMN yang sudah dilakukan sejak awal dirinya menjabat.

Komentar Berita

Industri Hari Ini

SiCepat mengadakan giveaway Program Hujan Hadiah Youtube SiCepat dengan total hadiah 7.5 M, kategori hadiah diantaranya 1 BMW 520i, 20 Honda PCX, 175 Honda Beat dan uang tunai Rp 3M.

Kamis, 06 Agustus 2020 - 23:29 WIB

Keren! Jumlah Subscribernya Lebih dari 1 Juta , Kini Sicepat Ekspres Bagikan Hujan Hadiah Youtube Sebesar 7.5 Milyar

Jakarta-SiCepat mengadakan giveaway Program Hujan Hadiah Youtube SiCepat dengan total hadiah 7.5 M, kategori hadiah diantaranya 1 BMW 520i, 20 Honda PCX, 175 Honda Beat dan uang tunai Rp 3M.

Ketua DPR Puan Maharani dan Ketua Partai Demokrat Agus Yudhoyono

Kamis, 06 Agustus 2020 - 21:38 WIB

Ketum Demokrat Agus Yudhoyono Temui Ketua DPR Puan Maharani di Ruang Kerja, Ada Apa?

Ketua DPR RI Dr. (H.C.) Puan Maharani dan Ketua Umum Partai Demokrat Agus Harimurti Yudhoyono bertemu diruang kerja Puan Maharani di gedung DPR pada Kamis (6/8) Pertemuan kedua tokoh muda tersebut…

Tidak semua brand mampu menciptakan inovasi dan menjadi yang pertama di kategori produk atau jasanya. Hanya brand dengan tim Research & Development yang super kreatif yang bisa memenangkan persaingan di era kompetisi bisnis yang sangat ketat ini.

Kamis, 06 Agustus 2020 - 20:59 WIB

Pertama di Indonesia! Inilah Brand-Brand yang Super Kreatif dan Sukses Memenangkan Persaingan di Era Kompetisi Bisnis yang Sangat Ketat

Jakarta– Inovasi dan menjadi yang pertama di kategori produk/jasa secara nyata telah memberikan dampak yang positif bagi sebuah brand untuk tetap survive dan bersaing di kompetisi bisnis yang…

Nasrullah, Dirjen Peternakan dan Kesehatan Hewan Kementan (Doc: Kementan)

Kamis, 06 Agustus 2020 - 20:04 WIB

Nasrullah Didapuk Jadi Dirjen Peternakan dan Kesehatan Hewan

Kementerian Pertanian (Kementan) melakukan penyegaran organisasi pada pejabat pimpinan tinggi madya dan pratama lingkup Kementerian Pertanian. Dalam penyegaran ini, Direktur Jenderal Peternakan…

Pabrik Semen Baturaja (Bm)

Kamis, 06 Agustus 2020 - 19:30 WIB

20,48 Persen Laba Bersih 2019 Semen Baturaja Dibagikan Sebagai Dividen Tunai

Jakarta - Para pemegang saham PT Semen Baturaja (Persero) Tbk (SMBR), sebuah BUMN industri semen di Sumatera Selatan, dalam Rapat Umum Pemegang Sahan Tahunan (RUPST) di Jakarta, Rabu (05/08/2020),…