INDUSTRY.co.id - Jakarta, Direktur Utama Bank Rakyat Indonesia (BRI), Sunarso mengatakan dana Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN) sebesar Rp30 triliun untuk penguatan fasilitas likuiditas Himpunan Bank Pemerintah (Himbara) memiliki konsekuensi. 

Advertisement

Menurutnya, Bank harus mampu me-leverage dana tersebut dalam bentuk ekspansi kredit, terutama untuk menggerakkan sektor riil dan sektor UMKM. 

Himbara juga sudah berkomitmen untuk menumbuhkan dana ini tiga kali lipat dalam waktu 3 bulan kedepan.

Advertisement

"Dan khusus untuk BRI, rencana ekspansi sebutlah kalau misalnya nanti mendapat Rp10 triliun misalnya, maka harus tumbuh Rp30 triliun," ucap Dirut BRI Sunarso beberapa saat lalu. 

”Kami sudah punya target market-nya dalam UMKM, kemudian sektornya kami juga sudah seleksi dan lebih kami harapkan ke sektor yang mendukung sektor pangan,” ungkap Sunarso. 

Advertisement

Selain pangan, Ia juga menjelaskan fokus lain seperti fasilitas kesehatan dan obat-obatan. 

Ia juga menambahkan dari segi sasaran wilayah juga sudah memetakan terhadap seluruh wilayah di Indonesia per provinsi, bahkan BRI mayoritas mengarah ke area pedesaan di rural.

Advertisement

”Mudah-mudahan rencana ini benar-benar mampu menggulirkan dan mengungkit kembali pertumbuhan ekonomi kita,” pungkas Sunarso.