INDUSTRY.co.id - Jakarta - Manajemen pelaksana program kartu Prakerja, sementara menghentikan proses pembayaran insentif kepada peserta gelombang I, II, dan III. Para peserta kartu Prakerja pun mengeluhkan mandeknya insentif beberapa waktu ini. Lalu kapan insentif dari kartu pra kerja ini akan cair?
Ketua Tim Pelaksana Komite Cipta Kerja M. Rudy Salahuddin mengatakan, saat ini untuk mencairkan insentif cuma menunggu restu Komite Cipta Kerja. Insentif yang mandek tersebut diharapkan bisa dikeluarkan pada minggu ini.
"Ini akan segera dikeluarkan Minggu ini menunggu keputusan komite, sehingga tidak perlu menunggu proses verifikasi terkait oleh BPKP. Kita mohon dari komite untuk persetujuan insentif untuk orang-orang yang sudah menyelesaikan pelatihannya," ungkap Rudy dalam konferensi pers virtual, Senin (22/6/2020).
Secara aturan peserta yang sudah berhasil menyelesaikan satu pelatihan dan mendapatkan sertifikat harusnya bisa mendapatkan insentif. Jumlahnya, menurut Rudy, ada 477.971 orang peserta dari 573.080 total peserta yang sudah masuk ke dalam program Pra Kerja.
"Saya sampaikan saat ini dari 573.080 yang telah mengikuti ada 477.971 peserta telah menuntaskan 1 pelatihan, dan menerima sertifikat. Namun yang menerima insentif baru 361.209 sehingga masih ada yang belum dibayarkan," ujar Rudy.
Para peserta program Kartu Prakerja akan mendapatkan manfaat sebesar Rp 3.550.000 juta per orang selama empat bulan. Rinciannya adalah bantuan untuk membayar fasilitas pelatihan sebesar Rp 1.000.000. Kemudian ada insentif survei kebekerjaan sebesar Rp 150.000.
Kemudian ada insentif penuntasan pelatihan sebesar Rp 600.000 per bulan yang diberikan selama empat bulan. Insentif ini lah yang dikeluhkan banyak peserta telat cair.