INDUSTRY.co.id - Jakarta, Pembatalan keberangkatan jemaah Haji tahun 2020 yabg diumumkan oleh Kementerian Agama beberapa waktu lalu membuat kecewa beberapa pihak. 

Advertisement

Salah satunya adalah Ketua Umum PBNU KH Said Aqil Siroj yang angkat bicara menyayangkan sekaligus kecewa dengan keputusan pemerintah yang dianggap terlalu buru-buru untuk tidak memberangkatkan jemaah haji Indonesia.

"Menurut saya mengapa mendahului keputusan Pemerintah Saudi Arabia. Harusnya tunggu dulu keputusan dari Saudi Arabia. Kalau mereka menutup ibadah haji baru kita putuskan tidak ada haji," kata Said Aqil dalam acara Halal Bihalal Virtual, Rabu (3/6/2020) di Gedung PBNU, Jakarta Pusat. 

Advertisement

Alasan pemerintah Indonesia, dalam hal ini Kementerian Agama tidak mengadakan haji karena sampai saat ini Pemerintah Arab Saudi belum memutuskan akan membuka atau tidak penyelenggaraan haji.

Selain itu disayangkan juga menurut Said Aqil, keputusan Kementerian Agama tidak berkoordinasi dengan DPR. 

Advertisement

"Setahu saya DPR tidak diajak ngomong bahwa haji ditiadakan. Hal seperti itu terkadang kita menganggap terlalu terburu-buru dalam mengambil keputusan," ujarnya. 

Masalah persiapan sebenarnya, imbuh Said Aqil, pemerintah telah melaksanakan haji sejak dulu, selayaknya harus semakin cerdas, semakin sempurna dan ada antisipasi dalam menghadapi berbagai persoalan haji. 

Advertisement

"Nggak sekedar alasan, persiapan belum sempurna, tidak siap. Padahal tiap tahun sudah menyelenggarakan haji dari jaman sebelum merdeka sampai sekarang. Kok gak semakin pinter gitu loh," kata Said. 

Said juga mengatakan, umat Islam yang sudah mendaftar haji diminta sabar dan menerima keputusan ini. 

"Masalah uang yang sudah dibayarkan bisa ditarik kembali," pungkas Said.