INDUSTRY.co.id - Jakarta – Sebanyak 1.173 siswa SMA dan SMK dari 45 sekolah di berbagai wilayah Indonesia berhasil membukukan pendapatan kolektif lebih dari Rp483 juta melalui program kewirausahaan Student Company. Program yang dijalankan oleh Prestasi Junior Indonesia (PJI) melalui Zurich Entrepreneurship Program (ZEP) dan Starbucks Creative Youth Entrepreneurship Program (SCYEP) ini didukung oleh Zurich Indonesia, Z Zurich Foundation, Starbucks Indonesia, dan The Starbucks Foundation.

Melalui program tersebut, para siswa mendirikan 45 perusahaan siswa (student companies) dan memperoleh pengalaman langsung membangun serta mengelola bisnis. Mereka belajar mengidentifikasi kebutuhan pasar, mengembangkan produk dan merek, menyusun strategi pemasaran, mengelola keuangan, hingga menawarkan ide bisnis kepada pelanggan dan investor.

Program ini mencapai puncaknya dalam ajang Prestasi Junior Indonesia Company of the Year Competition (PJI COY) 2026 yang digelar di Senayan Park, Jakarta, Sabtu (1/8). Kompetisi tersebut menampilkan perusahaan-perusahaan siswa terbaik yang lahir dari proses pembelajaran kewirausahaan berbasis pengalaman nyata.

Inisiatif ini hadir di tengah meningkatnya kontribusi ekonomi kreatif terhadap perekonomian nasional. Berdasarkan Statistik Ekonomi Kreatif 2025, sektor tersebut menyumbang Rp1.757,87 triliun terhadap Produk Domestik Bruto (PDB) Indonesia dengan pertumbuhan 6,86%, melampaui pertumbuhan ekonomi nasional sebesar 5,11%, serta menyerap 27,4 juta tenaga kerja.

Ketua Pengurus Prestasi Junior Indonesia, Pribadi Setiyanto, mengatakan pengembangan ekonomi kreatif harus dimulai dari investasi pada sumber daya manusia. "Indonesia tidak kekurangan generasi muda kreatif. Tantangan kita adalah menghadirkan lebih banyak generasi yang mampu mengubah kreativitas menjadi inovasi, inovasi menjadi produk, dan produk menjadi nilai tambah bagi masyarakat. Karena itu, Student Company tidak kami rancang sebagai simulasi bisnis, melainkan sebagai ruang belajar yang mempertemukan pendidikan, dunia usaha, dan mentor profesional agar pelajar memperoleh pengalaman nyata membangun usaha sekaligus mengembangkan karakter, kepemimpinan, dan pola pikir kewirausahaan," ujar Pribadi.

Semangat tersebut tercermin dari sembilan perusahaan siswa finalis PJI Company of the Year 2026 yang menghadirkan berbagai inovasi berbasis material lokal dan prinsip ekonomi sirkular. Berbagai bahan seperti pelepah pisang diolah menjadi bioleather, serat daun nanas menjadi perlengkapan rumah tangga, sementara tempurung kelapa, plastik daur ulang, dan material alami lainnya dikembangkan menjadi produk fungsional bernilai tambah yang menjawab kebutuhan pasar.

Wakil Menteri Ekonomi Kreatif/Wakil Kepala Badan Ekonomi Kreatif Republik Indonesia, Irene Umar, menilai program seperti Student Company menjadi wadah penting untuk membangun karakter kewirausahaan generasi muda. "Indonesia membutuhkan lebih banyak entrepreneur. Namun menjadi entrepreneur bukan hanya sekedar mendirikan perusahaan, melainkan memiliki jiwa wirausaha dan tujuan yang jelas. Program seperti Student Company menjadi tempat belajar yang sangat baik bagi generasi muda untuk mencoba, berkolaborasi, menerima masukan, bahkan mengalami kegagalan saat masih muda. Justru dari proses itulah mereka belajar untuk bangkit kembali, terus memperbaiki diri, dan membangun karakter dan ketangguhan yang dibutuhkan untuk menjadi entrepreneur di masa depan," kata Irene.

Country Manager Zurich Indonesia sekaligus Presiden Direktur PT Zurich Asuransi Indonesia Tbk, Edhi Tjahja Negara, mengatakan pengalaman nyata dan akses terhadap pengetahuan industri menjadi faktor penting dalam membentuk wirausaha muda yang tangguh. "Melalui Zurich Entrepreneurship Program, kami juga memberikan pengalaman, jejaring, serta keahlian para karyawan kami melalui pendekatan skill-based volunteering agar siswa memperoleh perspektif nyata mengenai bagaimana sebuah bisnis dibangun, dikembangkan, dan bertahan di tengah perubahan. Kami percaya upaya ini dapat melahirkan talenta yang lebih siap menghadapi tantangan masa depan sekaligus menciptakan dampak positif bagi masyarakat," ungkapnya.

Hal senada disampaikan Senior General Manager Corporate Communications PT Sari Coffee Indonesia (Starbucks Indonesia), Avolina Raharjanti. Menurutnya, kreativitas akan memberikan dampak ketika mampu menjawab kebutuhan pelanggan dan masyarakat. "Melalui Starbucks Creative Youth Entrepreneurship Program, kami ingin membantu generasi muda memahami bahwa inovasi yang baik selalu berawal dari pemahaman terhadap pelanggan. Ketika kreativitas dipadukan dengan empati, pengalaman, dan keberanian untuk mencoba, mereka akan mampu membangun produk yang relevan, memberikan nilai bagi masyarakat, sekaligus memiliki daya saing di pasar," ujarnya.

Dalam kompetisi tersebut, sembilan perusahaan siswa mempresentasikan perjalanan bisnis mereka melalui pameran produk, presentasi perusahaan, dan wawancara dengan dewan juri yang berasal dari kalangan pengusaha, pemimpin perusahaan, dan profesional lintas industri. Penilaian dilakukan berdasarkan inovasi produk, model bisnis, keberlanjutan, kepemimpinan, kinerja perusahaan, serta proses pembelajaran selama membangun usaha.

Dua perusahaan siswa terbaik nantinya akan mewakili Indonesia pada JA Asia Pacific Company of the Year Competition 2027 yang akan digelar di Bali pada Maret 2027. Ajang tersebut menjadi kesempatan bagi generasi muda Indonesia untuk memperkenalkan inovasi dan semangat kewirausahaan di tingkat Asia Pasifik sekaligus memperkuat posisi Indonesia sebagai salah satu pusat pertumbuhan talenta ekonomi kreatif di kawasan.