INDUSTRY.co.idJakarta-Harga Sawit kurang menguntungkan akibat tidak adanya harga yang sama antara Indonesia dan negara lain. Padahal Sawit keluarannya atau hilirnya banyak dimanfaatkan selain food.

Harga Tandan Buah Segar (TBS) kelapa sawit saat ini rata-rata berkisar antara Rp3.500/kg untuk plasma nasional, Rp2.984/kg untuk swadaya nasional, dan harga Crude Palm Oil (CPO) KPBN di level Rp15.900/kg.
 
Dr. Ir. Gulat Medali Emas Manurung, M.P., C.IMA., C.APO. Ketua Umum Dewan Pimpinan Pusat Asosiasi Petani Kelapa Sawit Indonesia (APKASINDO) adanya disparitas harga dan transparasi mutu ke Pabrik Kelapa Sawit penyebab lain harga belum berpihak ke Petani Sawit.
 
Ia memutuskan untuk melaunching aplikasi "Hargasawitindonesia", dengan tujuan harga Sawit menguntungkan bagi petani.
 
"Kami Petani Sawit bangkit melalui hargasawitindonesia.id, berkat dukungan Dewan Apkasindo, kita biaya sendiri," jelas dia di Jakarta, Sabtu (1/8/2026).
 
Ia awalnya biayanya maunya berasal dari Badan Pengelola Dana Perkebunanan (BPDP). Namun pihaknya mengharuskan bersurat ke Ditjen Perkebunan untuk bisa mengajukan proposal ke BPDP.
 
"Namun ketika bersurat, Dirjenbun nya selalu Plt," kita ulang lagi suratnya. Maka kita putuskan pakai dana sendiri," katanya.
 
Secara historis, ia mengajukan pembuatan aplikasi ini ke sebuah kampus swasta ternama. Harga yang diminta, cukup besar.
 
"Kampus minta 1,5 miliar, kita cari orang lain dan dapat," jelasnya.
 
 
Nah aplikasi ini, menggunakan Bahasa China, Inggris, Indonesia. Nantinya yang berkunjung bisa dari mancanegara. 
 
"Isi aplikasi terkait harga, data yang akurat," jelasnya.
 
Elvyrisma Nainggolan, S.TP., M.P. adalah pejabat di Kementerian Pertanian RI yang menjabat sebagai Ketua Kelompok Pemasaran Hasil Perkebunan mendukung adanya aplikasi ini.
 
"Kami berharap ini merupakan inovasi yang sangat baik. Kita semangat hadir launching agar harga pasar cpo transparan dan petani punya daya saing," katanya