ACT Berbagi Kebahagiaan untuk Korban Terdampak Pandemi

Oleh : Krishna Anindyo | Kamis, 28 Mei 2020 - 10:20 WIB

ACT Berbagi Kebahagiaan untuk Korban Terdampak Pandemi
ACT Berbagi Kebahagiaan untuk Korban Terdampak Pandemi

INDUSTRY.co.id - Jakarta - Di tengah pandemi Covid-19, bantuan demi bantuan terus mengalir dari berbagai pihak, tak terkecuali Aksi Cepat Tanggap (ACT). Pada saat umat muslim sedunia merayakan Idulfitri, ACT ikut berbagi kebahagiaan bagi mereka yang membutuhkan, mulai dari distribusi zakat fitrah hingga ratusan paket beras tiap harinya.

Indriyani merupakan salah satu yatim yang mendapatkan paket lebaran dari ACT. Wajah sumringah terlihat dari remaja yang tinggal bersama ibu dan seorang kakak dan adiknya di Kampung Areman, Kelurahan Tugu, Kecamatan Cimanggis ini.

“Terima kasih ACT. Indri dapat kado Lebaran,” ungkap Ida Faridah, ibunda Indriyani. Kamis (28/5/2020).

Selain Indri, paket lebaran untuk yatim juga hadir bagi puluhan yatim lainnya.

“Paket Lebaran yang diberikan ke yatim ini berupa kebutuhan pangan serta uang santunan. Melalui program ini diharapkan bisa menjadi penghibur di hari raya, khususnya bagi yatim yang menerima. ACT sendiri tak libur selama hari raya Idulfitri. Sejak hari Lebaran, ACT terus mendistribusikan paket pangan lewat program Humanity Care Line. Sekarang paket Lebaran untuk yatim,” jelas Gunawan Mukti Aji selaku Kepala Cabang Depok.

“Tiap harinya ada 100-200 paket beras yang diantarkan seantero Depok hingga Kabupaten Bogor. Bahkan di hari raya, jumlah paket yang diantar tak berkurang, masih di angka ratusan paket per harinya. Tak liburnya Humanity Care Line ini dilakukan agar masyarakat tetap terpenuhi kebutuhan pangannya walau sedang libur Lebaran. Jadi, ACT terus melayani masyarakat melalui berbagai programnya, walau sedang berlebaran,” tambahnya.

Di sisi lain, bantuan pun terus disebarkan salah satunya melalui anggota Humanity Bikers dari Humanity Care Line. Ari merupakan salah satu orang yang merelakan waktu berlebarannya untuk kepentingan bersama. Anggota Humanity Bikers dari Humanity Care Line ini sejak hari hari pertama Idulfitri, tetap bertugas mengantarkan paket pangan ke masyarakat.

“Ini tanggung jawab ya. Lebaran sekarang kan juga lagi ada wabah, beda sama Lebaran tahun sebelumnya. Banyak orang yang mungkin sedang kesulitan makan, sekali pun sedang hari raya,” ungkapnya.

Ari mengaku tak masalah dengan waktunya yang harus dipenuhi untuk menunaikan kewajiban sebagai pekerja kemanusiaan. Namun, di samping itu ada tantangan tersendiri saat mengantar.

“Kalau misalkan enggak ada orang di rumahnya (penerima manfaat), saya titipkan ke tetangga. Tapi setelah itu saya konfirmasi ke penerima manfaat beserta bukti foto penyerahan ke tetangga. Bagaimanapun ini amanah besar titipan masyarakat Indonesia untuk masyarakat prasejahtera yang ekonominya sedang terdampak corona,” jelas Ari yang juga merupakan korban PHK dari perusahaan sebelumnya.

Cerita lainnya berasal dari Kampung Muka, Jakarta Utara. Marfuah kini tak lagi mengajar anak-anak mengaji karena pandemi menghentikannya. Otomatis pemasukannya per bulan pun terhenti.

“Libur semuanya (anak-anak). Selama pandemi ini ya, tidak ada (pemasukan). Jadi ya di rumah saja,” ujar Marfuah ditemui di rumahnya di kawasan Kampung Muka, Kelurahan Ancol, Kecamatan Pademangan, Jakarta Utara.

Ramadan kemarin menjadi Ramadan yang berbeda baginya karena kebutuhan selama bulan puasa, ia andalkan dari bantuan.

“Ya (untuk kebutuhan sehari-hari) mengandalkan bantuan dari ACT. Seperti beras, mi instan, sarden. Waktu sahur sempat ada pembagian nasi juga. Ya alhamdulillah, ada bantuan. Kemarin kan ACT ada pembagian beras juga, lalu ada telur dan minyak juga bantuan dari orang lain. Jadi untuk Lebaran ini kita masak opor telur,” ucap Marfuah.

Selain mengetuk pintu Marfuah, tim ACT juga membagikan sajian Humanity Food Truck kepada ratusan warga lainnya. Sebanyak 500 paket makanan siap santap didistribusikan kepada warga dan sebagian dilakukan dari rumah ke rumah untuk memastikan imbauan pemerintah untuk menjaga jarak fisik tetap terlaksana.

“Alhamdulillah, masyarakat menyambut baik aksi kita. Kami berharap, meskipun keadaan sedang sulit karena pandemi seperti sekarang ini, tapi warga dapat tetap berbahagia karena kepedulian dari para dermawan,” tutur Robi selaku Koordinator Aksi Humanity Food Truck.

Insyaa Allah, ACT akan terus membagikan beras gratis sebanyak 1.000 ton, memberdayakan 10.000 petani, mendukung 1.000 UKM dan juga berikhtiar membagikan 1 juta masker kepada mereka yang benar-benar membutuhkan.

Komentar Berita

Industri Hari Ini

Grabwheels (Doc: Grab.com)

Senin, 13 Juli 2020 - 21:25 WIB

Kabar Gembira! Skuter Siap Mengaspal Kembali

Kementerian Perhubungan RI telah menerbitkan Peraturan Menteri yang mengatur skuter, otopet, dan sepeda listrik. Dalam beleid yang tertuang dalam Peraturan Menteri Perhubungan RI No. 45 Tahun…

Startup (Ist)

Senin, 13 Juli 2020 - 20:40 WIB

Bangga! Startup Binaan Kemenperin Raih Penghargaan Internasional di Jerman

Kementerian Perindustrian (Kemenperin) memberikan apresiasi kepada PT. Mitra Sejahtera Membangun Bangsa (MSMB) yang terpilih sebagai pemenang Hermes Startup Award 2020 di Jerman.

Pembangunan PLBN Sei Pancang di Kaltara Kurangi Disparitas di Wilayah Perbatasan

Senin, 13 Juli 2020 - 18:00 WIB

Pembangunan PLBN Sei Pancang di Kaltara Kurangi Disparitas di Wilayah Perbatasan

- Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) terus melanjutkan pembangunan infrastruktur guna meningkatkan daya saing nasional dan pemerataan hasil pembangunan, sekaligus mengurangi…

Ikan Kakap Putih Ambon (Foto Ist)

Senin, 13 Juli 2020 - 17:30 WIB

Ikan Kakap Putih Ambon Sebagai Pemenuhan Gizi Bagi Pasien COVID-19

Ratusan ikan kakap putih atau barramundi dipanen oleh kelompok budidaya Botol Bekas di Ambon, Maluku, Sabtu (11/7/2020). Selain kakap putih, jenis ikan lainnya seperti kerapu dan kuwe juga dipanen…

Penguburan jenazah korban Corona

Senin, 13 Juli 2020 - 17:00 WIB

Kondisi Mengkhawatirkan, IHME Prediksi Hingga November akan Terjadi 40.000 Kematian di Indonesia

Sebagai bagian dari proyeksi perdana yang membandingkan berbagai tindakan pengendalian penularan COVID-19, Institute for Health Metrics and Evaluation (IHME) di University of Washington, Seattle…