Slogan 4 Sehat 5 Sempurna Disosialisasikan Doni Monardo

Oleh : Amazon Dalimunthe | Kamis, 28 Mei 2020 - 10:05 WIB

Letjen Doni Monardo bersama Prof Rini, cucu penggagas slogan 4 Sehat 5 Sempurna
Letjen Doni Monardo bersama Prof Rini, cucu penggagas slogan 4 Sehat 5 Sempurna

INDUSTRY.co.id - Jakarta -- Bagi Anda yang mengalami masa SD-SMP tahun 70-80 an tentu mengingat istilah 4 Sehat 5 Sempurna.  di era tahun 2000 an slogan jadul itu nyaris redup. Dan kini istilah tersebut disosialiasikan kembali oleh Letjen Doni Monardo dalam kaitan menghadapi virus Cofid 19

Jika dulu  slogan itu terkait lima kelompok makanan, yakni makanan pokok, lauk-pauk, sayur-sayuran, buah-buahan, dan susu sebagai penyempurna. Maka saat ini, 4 sehat 5 sempurna  didedikasikan bagi upaya mencegah Covid-19.

Urutannya: 1) gunakan masker; 2) jaga jarak, physical dan social distancing; 3) rajin cuci tangan dengan sabun,

4 ) olahraga, cukup tidur serta tidak panik; 5) makanan yang bernutrisi.

Pada Rabu (27/5/2020) sejarah tertoreh di Graha BNPB, Jl. Pramuka, Jakarta Timur. Cucu pencetus slogan 4 sehat 5 sempurna versi lama, bertemu pencetus slogan 4 sehat 5 sempurna versi Covid: Prof. Dr. dr. Rini Sekartini, SpA(K) dan Letjen TNI Doni Monardo.

Prof Rini adalah cucu Prof Poorwo Soedarmo, sang pencetus slogan 4 sehat 5 sempurna. “Benar, Prof Poorwo adalah kakek kandung saya. Beliau yang mencetuskan slogan 4 sehat 5 sempurna pada tahun 1950,” ujar Prof Rini usai bertemu Doni Monardo.

Rini yang Guru Besar Departemen Ilmu Kesehatan Anak Fakultas Kedokteran UI mengaku senang slogan itu “hidup” kembali. Lebih senang, ketika ia bertemu Doni Monardo, yang telah bijaksana melacak dan menelusur jejak pencipta slogan karya kakeknya.

“Ya, kami bertemu tadi membahas slogan 4 sehat 5 sempurna yang baru. Kami juga ngobrol tentang perubahan nomenklatur. Pada prinsipnya kami mendukung gagasan pak Doni. Saya berbicara mewakili keluarga besar. Mereka semua mengapresiasi semboyan baru yang mengadopsi serta menyempurnakan semboyan yang dicetuskan kakek kami,” papar Prof Rini yang juga Manajer Umum FKUI Periode 2017-2022.

Diakui, slogan itu sudah sangat melekat di hati masyarakat Indonesia, utamanya bagi yang berusia 40 tahun ke atas.

Wanita kelahiran Jakarta 2 Juni 1965 itu berharap slogan baru bisa mengubah perilaku kita. “Memang butuh waktu, makanya harus sering disampaikan, agar mudah diingat dan diterima khalayak,” tambahnya.

Prof Rini mendorong Doni Monardo agar memasukkan slogan 4 Sehat 5 Sempurna versi Covid-19 itu ke Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan.

 

“Slogan kakek dulu menjadi  terkenal dan dikenang sampai sekarang, juga karena masuk melalui jalur pendidikan. Ini salah satu jalur yang akan menjamin slogan melekat hidup lama di tengah-tengah masyarakat,” ujar Ketua Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) Cabang DKI Jakarta sejak 2014 itu.

Ditambahkan, jika slogan yang lama bertujuan untuk pemenuhan nustrisi anak bangsa, nah yang baru, kini terangkum dalam point angka 5: sempurna. Sedangkan empat point lain terkait pola hidup sehat dalam konteks Covid-19. “Meski begitu, pesannya bersifat everlasting. Sampai kapan pun tetap relevan,” tambah peraih gelar doktor tahun 2008 dengan predikat cum laude itu.

 Di sisi lain, Doni Monardo terinspirasi dan menyempurnakan slogan 4 sehat 5 sempurna khusus untuk menghadapi Covid. Lebih jauh, Doni berharap slogan 4 sehat 5 sempurna versi baru menjadi "alarm" manusia Indonesia dalam menghadapi serangan COVID-19. 

Sampai saat ini, memang, belum ada manusia, negara yang bisa mengalahkan Covid. Oleh karenanya, beradaptasi, menjadi kunci. Jika slogan ‘4 Sehat’ mampu diimplementasikan oleh setiap individu, niscaya kita tidak perlu mengkhawatirkan virus corona -- sepanjang disiplin mematuhi protokol kesehatan.

Pada kesempatan itu, Doni menambahkan bahwa Majelis Ulama Indonesia (MUI) merespon slogan tersebut dan membahas lebih lanjut dan detail sehingga dapat disebarluaskan kepada seluruh masyarakat Indonesia, khususnya umat muslim. ( AMZ)

Komentar Berita

Industri Hari Ini

Ilustrasi Perumahan

Jumat, 10 Juli 2020 - 07:48 WIB

Penempatan Dana Pemerintah Rp5 Triliun, Bank Pelopor KPR Ini Optimistis Bisa Salurkan Kredit Hingga Rp30 Triliun

JAKARTA-PT Bank Tabungan Negara Tbk (BTN) optimistis penempatan uang negara di perseroan sebesar Rp5 triliun akan membuat ekspansi kredit tembus Rp30 triliun hingga akhir tahun ini. Namun jika…

Ilustrasi pembangunan rel kereta. (Pradita Utana/NurPhoto)

Jumat, 10 Juli 2020 - 07:10 WIB

Hai Pengguna Kereta Api Tolong Catat! Ini Daftar 10 KA Jarak Jauh yang Beroperasi Mulai 10 Juli 2020 Dari Area Daop 1 Jakarta

Jakarta-Untuk memenuhi kebutuhan transportasi masyarakat dengan tetap menerapkan protokol kesehatan masa New Normal, PT KAI (Persero) kembali menambah 5 perjalanan Kereta Api (KA) Jarak Jauh…

Tenaga Medis Memeriksa Sampel darah Pasien

Jumat, 10 Juli 2020 - 06:17 WIB

Cetak 2.657 Kasus per Hari Jadi Rekor Tertinggi COVID-19, Yurianto: Total Menjadi 70.736 Orang Positif

Gugus Tugas Mengumumkan jumlah penambahan kasus baru tertinggi sejak kasus pertama Covid-19 diumumkan Pemerintah pada 2 Maret 2020. "Kita mendapatkan kasus terkonfirmasi positif sebanyak 2.657,…

Atlet Binsat Yonif 1 Marinir Surabaya Latihan Menembak

Jumat, 10 Juli 2020 - 04:30 WIB

Tingkatkan Kemampuan, Atlet Binsat Yonif 1 Marinir Surabaya Latihan Menembak

Atlet Binsat Batalyon Infanteri 1 Marinir yang disiapkan untuk mengikuti lomba Batalyon Unggul Brigif 2 Marinir melaksanakan latihan menembak pistol di lapangan tembak F.X. Soepramono Bhumi…

 Dirdiklat Kodiklatal Kunjungan Kerja ke Komnado Latih Marinir Pasuruan

Jumat, 10 Juli 2020 - 04:00 WIB

Dirdiklat Kodiklatal Kunjungan Kerja ke Komnado Latih Marinir Pasuruan

Komandan Komando Latih Korps Marinir (Kolatmar) Kolonel Marinir Suliono, S.E didampingi Para Perwira Staf Kolatmar menyambut kedatangan Direktur Pendidikan dan Latihan (Dirdiklat) Komando Pendidikan…