INDUSTRY.co.id - Jakarta - Serangan Covid-19 bukanlah invasi militer seperti Perang Dunia II atau Perang Teluk, melainkan pandemi, tanpa sebuah negara mana pun bebas dari ancaman atau dapat bersikap netral atau anti-perang.
Dunia tampaknya mulai memaklumi cara represif karena globalisasi yang cepat belakangan ini juga membuat kontaminasi penyakit lebih cepat dan begitu meluas.
Berkaitan dengan hal tersebut, Yussy selaku Ketua Devisi Litbang Sumber Daya Alam Indonesia Bekerja (INAKER) mencetuskan dan membuat Masker Sutera dengan Handsanitizer free Radical protection.
Tujuannya agar tidak hanya tangan yg terlindungi oleh Handsanitizer dengan kandungan alkohol 80%, tetapi alangkah pentingnya memberikan perlindungan juga kepada pernafasan melalui hidung begitu juga perlindungan terhadap mata.
Menurut Yussi, Handsanitizer Free Radical Protection berfungsi untuk memberikan ketiga-tiganya yaitu tangan, hidung, dan secara tidak langsung mata juga terlindungi dari free Radical pritection melalui penghantar yang menembus sel-sel yang jauh lebih kecil dari sub atomic yaitu Nano.
“Masker sutera ini terbuat dari kepompong yang tanpa dilakukan pemintalan sedangkan Handsanitizer Radical protection kadar alkoholnya 92% padahal standarisasi WHO 80%,” kata Yussy, Selasa (14/4/2020, dalam siaran persnya yang diterima redaksi Industry.co.id.
Adapun proses pembuatannya adalah Ethanol disuling dari jagung organik hasil panen pupuk hayati LBF & OLT selanjutnya di treatment dengan tembakau organik berteknologi Nano.
Sementara cara pemakaiannya disemprotkan di masker atau kedua tangan, terhisap melalui hidung yang diyakini memiliki kemampuan membunuh Covid-19.
Ketika ditanya Sekjen Inaker Gosong Cahyono Dilogo kenapa harus masker Sutra, Yussi menjelaskan bahwa Sutra memiliki serat magnetik yang dapat bersenyawa dengan Nano dan jika virus melekat maka akan lumpuh tidak mendapatkan sumber hidup.
"Masker sutera yang sudah disemprot dengan Handsanitizer Free Radical Protection memiliki kandungan protein hampir 94% teruji dari hasil laborotarium dan dapat digunakan selama 15 hari 1bulan, dengan cara dicuci atau dijemur di bawah terik matahari diatas jam 12_2 siang, untuk mendapatkan sinar UV/Ultra violetnya," terang Yussi.
"Masker Sutera dan Handsintezer ini sudah terbukti dapat menyembuhkan 5 orang positif covid-19 dalam 1 hari di Malang," tegas Yussi.
Adapun Masker dan Handsintezer ini dijual seharga Rp.75.000 per paket yang terdiri dari dua masker Sutra dan dua Handsaintiser.