INDUSTRY co.id, Kuta - Asosiasi pengembang Real Estate Indonesia (REI) mendukung program pemerintah mengembangkan Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) pariwisata. Tahun ini, REI akan fokus mengembangkan KEK Mandalika di Lombok, Nusa Tenggara Barat.
Komitmen itu diungkapkan Ketua Umum DPP REI Soelaeman Soemawinata saat menggelar peringatan HUT ke-45 di Pulau Dewata Bali. Acara ini dihadiri pengurus REI dari 34 provinsi di tanah air.
Untuk mendukung progmram tersebut REI siap mempromosikan investasi ke daerah-daerah seperti kawasan ekonomi khusus (KEK) Mandalika, Lombok, Nusa Tenggara Barat.
"Kami ingin sinergi dengan pemerintah, termasuk pengembangan 10 destinasi baru pariwisata salah satunya Mandalika," kata Soelaeman, saat jumpa pers di Hotel The Anvaya, Kuta, Bali, Sabtu (1/4/2017).
HUT REI ke-45 sendiri didukung secara khusus oleh Kementerian Pariwisata (Kemenpar). Acara HUT REI ke-45 berisi gathering corporate grup REI dengan tema "Rei Garda Terdepan Membangun Rakyat". Para pengurus dan anggota REI akan mengunjungi KEK Mandalika 2-3 April 2017.
Rangkaian acara ulang tahun ini,akan di isi 4 kegiatan pokok yakni Bedah Rumah, Mandalika Investment Forum, Gala Dinner, City Tour Bali- Lombok. Acara ini pun diadakan di empat tempat terpisah yakni Hotel Anvaya Bali, Garuda Wisnu Kencana Bali, Hotel Golden Palace Mataram Lombok dan KEK Mandalika. Khusus untuk Kemenpar hanya mendukung kegiatan yang ada di Mandalika.
Kata Soelaeman, program Investment Forum di Mandalika adalah pertemuan yang membahas rencana pengembangan kawasan Mandalika sebagai destinasi tujuan wisata strategis nasional dan opportunity bagi anggota REI dalam pengembangan kawasan tersebut. "Saat acara Mandalika Investment Forum para investor akan mengunjungi KEK Mandalika dan beberapa destinasi lainya seperti Kuta, Tanjung Aan, Bukit Merese, Bukit Seger, kunjungan ke desa adat Sasak dan desa adat Sade Rembitan, kita akan informasikan ke semua anggota bahwa betapa sangat berpotensinya pariwisata di Mandalika, dan tentunya menggenjot kunjungan Wisman terus ke tanah air," tandasnya
Sebelumnya, Deputi Pengembangan Pariwisata Nusantara, Esthy Reko Astuti yang juga didampingi Kepala Bidang Insentif Asdep Bisnis dan Pemerintah Hendry Karnoza mengatakan, dalam membangun kepariwisataan kerjasama sinergi dengan incorporated bisa dijadikan modal awal. Terlebih semangat incorporated adalah semangat yang menjadi dasar di dalam menggerakkan komponen pentahelix atau lima pemangku kepentingan utama yakni akademisi, bisnis, komunitas, pemerintah dan media.
Apalagi, permintaan REI adalah menuju salah satu destinasi prioritas Kemenpar atau biasa disebut dengan Bali Baru, Mandalika, NTB. Seperti diketahui, salah satu Bali Baru itu sudah dijadikan Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Mandalika yang pengembangannya terus diprioritaskan bersama 10 Bali Baru lainnya yakni Toba Sumut, Tanjung Kelayang Belitung, Tanjung Lesung Banten, Pulau Seribu Jakarta, Borobudur Jawa Tengah-Jogja, Bromo Jawa Timur, Labuan Bajo NTT, Wakatobi Sultra dan Morotai Malut.
”Peserta kegiatan ini sangat berpotensi untuk mengembangkan destinasi KEK Mandalika. Itu karena, mereka yang hadir adalah para Investor yang memiliki anggota sebanyak 3800 pengembang. Semoga lewat pertemuan dan perjalanan ini, Kemenpar berharap dapat meningkatkan pengembangan KEK Mandalika dan mengangkat citra positif pariwisata Indonesia melalui kegiatan promosi perjalanan insentif,” Ujar Esthy yang juga diamini Hendri.(iaf)