Digulung Corona, 2.311 Pekerja Kena PHK

Oleh : Ridwan | Sabtu, 04 April 2020 - 15:05 WIB

Menteri Tenaga Kerja Ida Fauziyah
Menteri Tenaga Kerja Ida Fauziyah

INDUSTRY.co.id - Jakarta - Menteri Tenaga Kerja Ida Fauziyah mengatakan pandemi virus Corona yang terjadi saat ini sudah berdampak pada iklim ketenagakerjaan di Indonesia. Dari laporan yang masuk ke kementerian yang dipimpinnya, sejumlah perusahaan telah melaporkan tak bisa bertahan dan memaksanya untuk melakukan pemutusan hubungan kerja atau PHK pegawainya.

Dilansir dari Tempo, Sabtu (4/4/2020), Ida menyebutkan, sedikitnya terdapat 153 perusahaan yang merumahkan 9.183 orang pekerja karena dampak perlambatan ekonomi akibat wabah Corona. Selain itu, hingga 1 April 2020, total pekerja yang terkena PHK sebanyak 2.311 orang dari 56 perusahaan.

Menanggapi data tersebut, kata Ida, salah satu yang bisa dilakukan oleh Kemenaker khususnya untuk pekerja informal adalah seperti memberikan program padat karya. Sejumlah program itu meliputi program pembangunan infrastruktur sosialisasi lingkungan, padat karya produktif, program kewirausahaan, dan program tenaga kerja mandiri.

Selain itu, ada penambahan alokasi dana untuk kartu prakerja yang ditujukan untuk korban PHK juga dilakukan oleh Kemenaker. Semula, untuk program kartu prakerja Kemenaker menganggarkan Rp 10 triliun, dan kini bertambah menjadi Rp 20 triliun.

"Saat ini kami juga sedang melakukan pendataan pekerja formal yang terkena PHK dan pekerja formal yang dirumahkan," kata Ida. 

Nantinya, akan ada 3,5 juta orang hingga 5,6 juta orang yang akan menerima manfaat kartu prakerja.

Adapun calon penerima kartu prakerja yang diprioritaskan adalah para pekerja informal dan pelaku usaha mikro dan kecil di sektor pariwisata, food and beverages, transportasi dan buruh harian. Nantinya mereka akan mendapatkan dana sekitar Rp 3,5 juta.

Manfaat program Kartu Prakerja senilai Rp 3.550.000 itu terdiri dari bantuan pelatihan sebesar Rp 1 juta dan insentif pasca pelatihan sebesar Rp 600 ribu per bulan selama empat bulan, serta insentif survei kebekerjaan sebesar Rp 50 ribu per survei untuk tiga kali survei atau total Rp 150 ribu per peserta. Setiap peserta program hanya dapat mengikuti program sebanyak satu kali. Insentif tersebut akan dibayarkan setelah peserta menyelesaikan minimal satu kali pelatihan. 

Komentar Berita

Industri Hari Ini

Bank BCA

Kamis, 28 Mei 2020 - 17:45 WIB

PT Bank Central Asia Tbk Suntik Modal Rp1 Triliun, Bank Royal Berubah Nama Jadi Bank Digital BCA

Setelah sebelumnya mengakusisi, emiten perbankan PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) resmi mengganti namanya Bank Royal menjadi Bank Digital BCA dengan suntikan modal awal sebesar Rp1 triliun.

Persija Jakarta (Ist)

Kamis, 28 Mei 2020 - 17:30 WIB

Manajemen Persija Jakarta Sangat Berharap Liga Segera Berjalan Kembali

Persija Jakarta telah mengambil sikap terkait lanjut atau tidaknya kompetisi musim ini. Manajemen Macan Kemayoran mempertimbangkan segala aspek baik dan buruk bila Liga Indonesia musim ini kembali…

Aktivitas industri makanan dan minuman (mamin)

Kamis, 28 Mei 2020 - 17:10 WIB

Kabar Baik! Sepanjang Januari-April 2020, Ekspor Industri Pengolahan Tembus USD 42,75 Miliar

Sepanjang Januari-April 2020, pengapalan produk industri pengolahan mampu menembus hingga USD42,75 miliar atau naik sebesar 7,14 persen dibanding periode yang sama pada tahun sebelumnya.

Mochamad Iriawan, Ketum PSSI

Kamis, 28 Mei 2020 - 17:00 WIB

Ketum PSSI-Menpora Bahas Persiapan Piala Dunia dan Kompetisi

Ketua Umum PSSI Mochamad Iriawan bertemu Menteri Pemuda Olahraga Zainudin Amali di Kantor Kementerian Pemuda dan Olahraga, Jakarta, belum lama ini . Dalam pertemuan ini, PSSI menyampaikan perkembangan…

XL Axiata

Kamis, 28 Mei 2020 - 16:38 WIB

Kolaborasi XL Axiata dan Huawei Tingkatkan Jaringan untuk Lancarkan Trafik Telekomunikasi

Huawei Indonesia memberikan dukungan optimal kepada XL Axiata dalam menghadirkan layanan dengan kualitas yang tetap terjaga selama perayaan Lebaran.