INDUSTRY.co.id - Hubei - Kota Wuhan, yang merupakan titik pusat wabah virus corona terus menunjukkan penurunan kasus COVID-19 dengan hanya empat orang yang dilaporkan menjadi pasien baru pada hari Jumat (13/3).

Advertisement

Kabar tersebut berdasarkan laporan CGTN sebuah perusahaan multi media yang berkantor pusat di Beijing.

Data terbaru menunjukkan bahwa lebih dari 36.000 pasien telah sembuh di Wuhan, mencakup lebih dari 70 persen dari total kasusnya.

Advertisement

"Karena para pasien dipulangkan dari rumah sakit semua, 14 rumah sakit sementara di kota telah ditutup minggu (15/3)," ujar pernyataan resmi otoritas kesehatan Tiongkok dilansir dari CGTN. 

Keberhasilan Wuhan tidak datang dengan mudah. Rumah sakit yang ada dikonversi dari fasilitas publik, lalu menyediakan pengobatan tepat waktu untuk para pasien. 

Advertisement

Mereka, memobilisasi dengan cepat sumber daya medis nasional dan hal tersebut menjadi peran kunci dalam mengendalikan epidemi.

Untuk membantu upaya di Hubei, total 42.000 personil medis dari seluruh negeri dikirim ke provinsi tersebut. 

Advertisement

Sekitar 65.000 bagian dari perlengkapan medis termasuk ventilator dan ECMO (paru-paru buatan) telah dikirim ke Hubei pada 3 Maret.

Termasuk juga dukungan alat pernapasan dan terapi plasma yang telah diuji dan diimplementasikan.

Lalu, pengobatan melalui Obat Tradisional Tionghoa yang juga turut membantu meringankan gejala dari banyak pasien dan memperpendek durasi pengobatan medis. 

"Berkat tindakan luar biasa yang telah diambil, Tiongkok sekarang melewati puncak wabah," kata juru bicara pemerintah pada hari Kamis (12/3).

Di luar Hubei, kini bisnis secara bertahap mulai aktif kembali. Lebih dari 95 persen telah melanjutkan operasional bisnisnya.  

"Tempat lain atau negara lain bisa meniru keberhasilan Tiongkok, namun dibutuhkan kecepatan, uang banyak, imajinasi dan yang terpenting adalah keberanian politik," ujar Dr. Bruce Aylward, pemimpin tim dari misi bersama China-WHO untuk penanggulangan COVID-19.