INDUSTRY.co.id - Jakarta, Perhimpunan Rumah Sakit Seluruh Indonesia (PERSI) bekerjasama dengan PT Unilever Indonesia, Tbk. hari ini menggelar konferensi pers yang membahas mengenai kewaspadaan industri Rumah Sakit dalam menghadapi potensi penyebaran virus COVID-19 yang mulai merebak di Indonesia. 

Advertisement

Tak kalah pentingnya, acara ini juga bertujuan meningkatkan kesadaran masyarakat akan pentingnya hand hygiene atau kebersihan tangan guna melindungi diri, keluarga dan lingkungan dari virus COVID-19.

Dalam beberapa dasawarsa terakhir, sejumlah penyakit infeksi baru atau emerging infectious diseases (EIDs) telah menjangkiti masyarakat Indonesia. 

Advertisement

Contohnya virus Corona (COVID-19) yang saat ini sedang menyebar di berbagai belahan dunia, termasuk di Indonesia.

Per 13 Maret 2020, data dari Coronavirus COVID-19 Global Cases by Johns Hopkins CSSE menunjukkan jumlah orang yang terinfeksi virus COVID-19 secara global mencapai 128.343 jiwa, dan angka kematiannya telah mencapai 4.720 jiwa. 

Advertisement

Di Indonesia, hingga saat ini sudah terdapat lebih dari 30 jumlah kasus positif virus COVID-19. Menanggapi hal ini, Kementerian Kesehatan Repubik Indonesia menyatakan telah menyiapkan 137 Rumah Sakit rujukan yang tersebar di 32 provinsi, seluruhnya dinilai telah mampu menangani pasien yang terkonfirmasi virus COVID-19.

dr. Kuntjoro Adi Purjanto, M.Kes. selaku Ketua PERSI menjelaskan, tidak hanya bertugas menangani potensi wabah virus COVID-19, namun seluruh Rumah Sakit rujukan juga diandalkan dalam memberikan edukasi kepada masyarakat, misalnya tentang makna dan tata cara isolasi. 

Advertisement

"Dengan diserukannya pandemic COVID-19 oleh WHO, Rumah Sakit wajib melakukan proses penentuan atau seleksi pasien yang diprioritaskan untuk mendapat penanganan terlebih dahulu dengan benar, diharapkan membuat Tim Regu COVID-19, serta mengikuti standar-standar operasional terbaru dari Kementerian Kesehatan RI sesuai anjuran WHO. Hal-hal tersebut adalah beberapa langkah yang perlu dilakukan pada saat ini," ujar dr. Kuntjoro. 

Lebih lanjut dr. Kuntjoro menerangkan bahwa seluruh Rumah Sakit tanpa terkecuali wajib memperketat program Pencegahan dan Pengendalian Infeksi (PPI) yang terintegrasi, terprogram, dan terpantau. 

Contohnya dengan membatasi transmisi organisme dari atau antar pasien melalui cuci tangan dan penggunaan sarung tangan, melakukan disinfeksi untuk mengontrol risiko penularan dari lingkungan, serta memastikan kebersihan lingkungan rumah sakit dan seluruh permukaan fasilitas rumah sakit.

Maulani Affandi selaku Head of Skin Cleansing and Baby PT Unilever Indonesia, Tbk menyampaikan, PT Unilever Indonesia, Tbk memiliki komitmen untuk terus mengedukasi masyarakat akan pentingnya cuci tangan dengan sabun di waktu-waktu yang tepat. 

Edukasi ini menyasar ke berbagai lapisan masyarakat, dari mulai sekolah, ibu-ibu PKK, pasar tradisional, dan lainnya dalam skala nasional. 

Rumah Sakit juga merupakan salah satu pilar penting bagi kami dalam menyebarluaskan edukasi kebiasaan cuci tangan. 

"Oleh karena itu, dalam kesempatan ini, melalui brand Lifebuoy, kami secara simbolis menyerahkan dukungan berupa produk sabun cuci tangan ke 8 (delapan) Rumah Sakit rujukan yang tersebar di wilayah Jakarta, termasuk RSPI Sulianti Saroso. Diharapkan dukungan ini akan semakin menyokong kewaspadaan Rumah Sakit dalam melindungi masyarakat dan juga petugas kesehatan dari penyebaran virus COVID-19," ungkap Maulani.