INDUSTRY.co.id - Denmark adalah negara kedua di Eropa yang memberlakukan tindakan penguncian yang ketat alias lockdown setelah Italia.

Penerapan tersebut lantaran penyebaran Virus Corona yang meningkat 10 kali lipat sejak awal minggu ini.

Dikutip Dailymail, Perdana Menteri Italia Mette Frederiksen menyatakan bahwa semua sekolah, universitas, dan taman kanak-kanak Denmark akan ditutup selama dua minggu untuk memperlambat penyebaran Virus Corona COVID-19.

Bahkan para pekerja dari sektor publik yang tidak penting akan dikirim pulang mulai Jumat (13/03/2020).

“Kita perlu membatasi aktivitas di masyarakat sebanyak mungkin, tanpa membiarkan masyarakat kita berhenti [beraktivitas]," kata Frederiksen.

Pemerintah Denmark juga menyetujui insentif sekitar US$ 20 miliar atau sekitar Rp 280 triliun (asumsi kurs Rp 14.000/US$) dalam keringanan pajak untuk membantu perusahaan mengatasi dampak virus.

Denmark menyatakan pada Rabu malam memiliki 514 orang yang didiagnosis terinfeksi virus corona.

Selain itu Direktur  Danish Patient Safety Authority, Soren Brostrom mengatakan bahwa jumlah kasus akan meningkat lebih cepat dalam beberapa hari dan pekan mendatang, 

"Ini bukan hanya ancaman bagi Denmark, tetapi bagi seluruh dunia. Itulah mengapa WHO hari ini menyatakan COVID-19 sebagai pandemi," katanya. 

Sementara itu, kabar lockdown juga datang dari Asia.

Pemerintah Filiphina secara resmi menyatakan melakukan penutupan negaranya sebagai upaya menekan penyebaran serangan virus corona. 

Pengumuman lockdown tersebut disampaikan langsung oleh Presiden Filiphina Rodrigo Duterte dikutip dari reuters Jumat (12/3).

"Penutupan itu menyangkut penghentian sementara lalu lintas darat, laut dan udara ,termasuk penerbangan domestik, ke dan dari ibu kota Manila," kata Duarte. 

Berdasarkan data Worldometer Jumat (13/3/2020), terdapat 52 kasus corona di Filipina dengan total korban tewas tiga orang. 
Sementara pasien sembuh baru satu kasus.

Meski kasus di Filipina belum menunjukkan jumlah yang tinggi seperti di Korea Selatan atau China, pemerintah tampaknya ingin menahan penyebaran virus tersebut sebelum semakin luas, mengingat padatnya Kota Manila.

Kebijakan untuk mengisolasi Manila merupakan salah satu rekomendasi dari Satuan Tugas antar-lembaga tentang Penyakit Menular yang Muncul (IATF-EID), yang disetujui oleh Presiden Duterte sebelum mengumumkan kebijakan tersebut.

Duterte juga dikabarkan menyetujui resolusi lain soal penanganan wabah. 

Seperti larangan pertemuan warga dalam skala besar, penutupan sekolah selama satu bulan dan karantina komunitas tertentu di mana kasus ditemukan.