INDUSTRY.co.id - JAKARTA, Sebaran abu vulkanik Gunung Anak Krakatau berpotensi mengganggu kesehatan masyarakat, khususnya pada sistem pernapasan, mata, dan kulit. Pemerintah mengimbau masyarakat yang berada di wilayah terdampak untuk tidak panik dan tetap berada di dalam rumah untuk sementara waktu.

Imbauan tersebut disampaikan pemerintah melalui informasi yang dikutip dari akun Instagram @bakom.ri. Masyarakat diminta mengurangi aktivitas di luar ruangan apabila tidak ada keperluan mendesak.

Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin mengatakan masyarakat sebaiknya tetap berada di rumah untuk mengurangi risiko paparan abu vulkanik.

"Kalau tidak ada kegiatan yang mengharuskan untuk keluar, usahakan itu tetap di dalam rumah," ujar Budi Gunadi Sadikin.

Abu vulkanik yang terhirup dapat mengganggu saluran pernapasan. Karena itu, masyarakat yang terpaksa harus beraktivitas di luar rumah dianjurkan menggunakan masker untuk mengurangi masuknya partikel abu ke saluran pernapasan.

Apabila muncul gangguan pernapasan akibat paparan abu vulkanik, masyarakat diminta segera mendatangi puskesmas terdekat. Kementerian Kesehatan telah menyiapkan sejumlah peralatan pendukung, termasuk nebulizer dan oksigen konsentrator, di fasilitas kesehatan wilayah terdampak.

Waspada Iritasi Mata

Paparan abu vulkanik juga dapat mengganggu kesehatan mata. Masyarakat yang harus keluar rumah dianjurkan menggunakan kacamata untuk mengurangi kontak langsung antara partikel abu dan mata.

Jika abu vulkanik telah mengganggu penglihatan, masyarakat diminta tidak mengucek mata. Mata sebaiknya segera dibilas menggunakan air bersih. Obat tetes mata dapat digunakan apabila diperlukan.

Abu Vulkanik Bisa Picu Iritasi Kulit

Selain saluran pernapasan dan mata, kontak langsung dengan abu vulkanik juga berpotensi menyebabkan iritasi dan rasa gatal pada kulit.

Masyarakat diminta membersihkan kulit menggunakan air secara hati-hati. Langkah tersebut penting dilakukan karena partikel abu vulkanik dapat memiliki permukaan yang tajam dan berpotensi menempel pada kulit.

Jika iritasi semakin parah, masyarakat dianjurkan segera mendatangi puskesmas. Fasilitas kesehatan terdampak telah disiapkan untuk menangani keluhan kesehatan, termasuk menyediakan salep untuk mengatasi iritasi kulit.

Kemenkes Aktifkan Pusat Operasi Kesehatan

Untuk memastikan penanganan kesehatan berjalan optimal, Kementerian Kesehatan telah mengaktifkan Health Emergency Operating Center di wilayah terdampak.

Kemenkes juga telah menerbitkan panduan penanganan kesehatan bagi tenaga kesehatan di seluruh kabupaten/kota yang terdampak sebaran abu vulkanik Gunung Anak Krakatau.

Pemerintah kembali mengingatkan masyarakat agar tidak panik, membatasi aktivitas di luar rumah, menggunakan alat pelindung diri apabila harus keluar, serta terus mengikuti informasi dan arahan resmi dari pemerintah.

 "Jangan panik, tetap di rumah dan tetap sehat," kata Budi Gunadi Sadikin.