INDUSTRY.co.id - Jakarta, Memperingati Hari Pelanggan Nasional yang jatuh setiap 4 September menjadi momentum untuk melihat kembali bagaimana kebutuhan masyarakat terhadap perlindungan kesehatan terus berkembang. 

Bagi Monica Yunitasari (33), menjaga kesehatan bukan lagi sekadar soal menerapkan pola hidup sehat, tetapi juga memastikan dirinya memiliki perlindungan yang dapat diandalkan ketika risiko datang tanpa diduga.

Dalam kesehariannya, Monica terbiasa menjalani gaya hidup sehat. Ia rutin berolahraga di gym dan pilates, menjaga pola makan, serta berusaha tidur sebelum pukul 22.00. Baginya, kebiasaan tersebut merupakan bentuk investasi untuk menjaga kesehatan dalam jangka panjang.

Namun, pengalaman pribadi sekitar tiga tahun lalu membuat pandangannya terhadap kesehatan berubah. Saat itu, Monica kehilangan sejumlah teman di usia yang menurutnya masih relatif muda. Pengalaman tersebut membuatnya menyadari bahwa menjaga kesehatan saja tidak selalu cukup untuk menghadapi risiko yang tidak dapat diprediksi.

Terlebih, meski sebagian temannya telah memiliki asuransi kesehatan, Monica menilai perlindungan yang mereka miliki belum tentu sepenuhnya mampu memenuhi kebutuhan ketika seseorang menghadapi kondisi kritis.

"Jujur kaget banget ketika tahu beberapa teman meninggal di usia muda membuat saya sadar bahwa selain menjaga kesehatan, kita juga perlu memiliki perlindungan yang benar-benar komprehensif dan bisa diandalkan saat dibutuhkan," ujar Monica.

Dari pengalaman tersebut, Monica kemudian memutuskan untuk memiliki perlindungan kesehatan sebagai jaring pengaman finansial. Keputusan itu dinilainya semakin relevan di tengah biaya layanan kesehatan yang terus mengalami peningkatan.

Menurut Mercer Marsh Benefits Health Report 2026 yang diterbitkan pada November 2025, inflasi medis di Indonesia diproyeksikan mencapai 17,8% pada 2026. Angka tersebut berada jauh di atas rata-rata negara-negara Asia yang berada di kisaran 11%–12%, serta sekitar tujuh kali lebih tinggi dibandingkan inflasi umum di Indonesia.

Kenaikan biaya medis antara lain dipengaruhi oleh meningkatnya harga obat-obatan, penggunaan teknologi medis, serta ketergantungan terhadap bahan baku obat dan alat kesehatan impor yang turut terdampak fluktuasi nilai tukar.

Gambaran mengenai kenaikan biaya tersebut juga terlihat dari biaya operasi usus buntu di jaringan rumah sakit rekanan PRUPriority Hospitals. Rata-rata biaya operasi yang sebelumnya sekitar Rp55 juta pada 2023 meningkat menjadi sekitar Rp69 juta pada 2025.

Kondisi tersebut menunjukkan bahwa kebutuhan terhadap perlindungan kesehatan tidak hanya berkaitan dengan akses terhadap layanan medis, tetapi juga dengan kemampuan seseorang menjaga ketahanan finansial ketika menghadapi risiko kesehatan.

Chief Health Officer Prudential Indonesia, Yosie William Iroth, mengatakan perusahaan perlu terus memahami kebutuhan nasabah dan menghadirkan perlindungan yang relevan dengan perjalanan hidup mereka.

Menurut Yosie, pengalaman nasabah tidak semata-mata terbentuk ketika mereka membutuhkan layanan atau mengajukan klaim. Perusahaan juga perlu hadir sejak sebelum risiko terjadi, termasuk melalui upaya preventif yang mendorong masyarakat menjaga kesehatan.

"Kenaikan biaya kesehatan yang terus melampaui inflasi umum menjadi pengingat bahwa kesehatan dan ketahanan finansial kini semakin tidak terpisahkan. Oleh karena itu, masyarakat membutuhkan perlindungan kesehatan yang berkelanjutan, yang tidak hanya hadir ketika terjadi risiko, tetapi juga mendorong perilaku hidup sehat sehari-hari," ujar Yosie.

Ia menambahkan, masa depan perlindungan kesehatan tidak hanya berbicara mengenai pembayaran klaim, tetapi juga bagaimana perusahaan membantu masyarakat menjalani hidup yang lebih sehat, terlindungi, dan siap menghadapi ketidakpastian.

Semangat tersebut, kata Yosie, sejalan dengan komitmen Prudential untuk mewujudkan janji menjadi nyata bagi setiap nasabah melalui perlindungan yang relevan, layanan yang mudah diakses, serta dukungan yang membantu nasabah menjaga kesehatan dan mempersiapkan masa depan.

Memilih Perlindungan yang Dinilai Lebih Adil

Bagi Monica, memiliki asuransi kesehatan bukan berarti mengurangi komitmennya terhadap gaya hidup sehat. Sebaliknya, ia tetap menjadikan olahraga, pola makan, dan istirahat yang cukup sebagai bagian penting dari kesehariannya.

Komitmen tersebut pula yang kemudian membuat Monica tertarik pada PRUWell Medical. Setelah mendapatkan penjelasan dari Mitra Bisnis Prudential Indonesia, ia memutuskan beralih dari produk asuransi kesehatan yang sebelumnya dimiliki.

Salah satu pertimbangan Monica adalah konsep penghargaan terhadap nasabah yang menjaga kesehatan dan memiliki riwayat klaim yang bersih.

"Kalau di beberapa produk lain, kenaikan premi ditentukan secara merata termasuk orang yang sebenarnya sehat. Di PRUWell Medical, Nasabah yang menjaga kesehatannya dan memiliki riwayat klaim yang bersih selama tahun berjalan bisa mendapatkan apresiasi berupa potongan biaya premi. Menurut saya, pendekatan seperti ini terasa lebih adil," katanya.

PRUWell Medical dirancang untuk memberikan perlindungan kesehatan sekaligus mendukung nasabah yang menerapkan gaya hidup sehat. Perlindungannya mencakup manfaat pra-rawat inap, rawat inap, pasca-rawat inap, hingga perawatan lanjutan sesuai dengan ketentuan polis.

Nasabah juga dapat mengakses lebih dari 1.700 jaringan PRUPriority Hospitals di Indonesia, termasuk rumah sakit pemerintah, serta rumah sakit di luar negeri sesuai dengan plan yang dipilih. Jaringan tersebut terus dikembangkan untuk memperluas akses masyarakat terhadap layanan kesehatan.

Selain perlindungan medis, PRUWell Medical juga menerapkan penyesuaian premi berdasarkan profil risiko dan kondisi kesehatan masing-masing nasabah. Melalui PRUWell Rewards, nasabah yang menjaga kesehatan dan tidak melakukan klaim selama satu tahun polis berkesempatan memperoleh premium reward hingga 20%, sesuai syarat dan ketentuan yang berlaku.

"Bagi saya, reward bukan sekadar soal potongan premi, tetapi bentuk apresiasi bagi Nasabah yang berusaha menjaga kesehatannya," ujar Monica.

Perlindungan Kesehatan yang Makin Digital

Pengalaman nasabah juga menjadi bagian dari transformasi layanan Prudential Indonesia. Melalui PRUServices, nasabah dapat mengelola polis, mengajukan klaim cashless, serta memantau status penjaminan dalam satu platform digital.

Kehadiran layanan tersebut ditujukan untuk membuat akses terhadap perlindungan menjadi lebih sederhana dan praktis, terutama ketika nasabah berada dalam situasi yang membutuhkan kepastian dan kecepatan layanan.

Di sisi lain, Prudential Indonesia juga menghadirkan PRUPoints sebagai bentuk apresiasi terhadap nasabah yang menjalankan gaya hidup sehat. Berbagai manfaat tambahan diberikan sebagai bagian dari pendekatan perlindungan kesehatan yang lebih holistik.

Pendekatan tersebut menempatkan nasabah bukan hanya sebagai pihak yang menerima perlindungan ketika sakit, tetapi juga sebagai individu yang memiliki peran aktif dalam menjaga kesehatan sejak sebelum risiko muncul.

Pada akhirnya, menjaga kesehatan dan memiliki perlindungan merupakan dua hal yang semakin sulit dipisahkan. Gaya hidup sehat dapat menjadi fondasi, sementara perlindungan kesehatan menjadi jaring pengaman ketika risiko hadir di luar perkiraan.

Di tengah biaya kesehatan yang terus meningkat, pertanyaannya pun bergeser. Bukan lagi sekadar, "Perlukah saya memiliki perlindungan?", tetapi lebih jauh, "Mampukah saya menghadapi risiko tanpa perlindungan?"