INDUSTRY.co.id - JAKARTA – PT Afis Prima Perdana, perusahaan manufaktur nasional yang bergerak di bidang pangan olahan dengan fokus pada produk healthy food dan olahan herbal alami, mengambil langkah strategis untuk memperkuat bisnis.
Perseroan menandatangani perjanjian senilai Rp200 miliar yang menjadi bagian dari rencana ekspansi dan divestasi perusahaan.
Transaksi strategis tersebut juga menjadi salah satu tahapan penting dalam blueprint pengembangan PT Afis Prima Perdana menuju rencana penawaran umum perdana saham (Initial Public Offering/IPO) di masa mendatang.
Dalam transaksi ini, IntegraLaw bertindak sebagai penasihat hukum yang mewakili PT Afis Prima Perdana. Pendampingan hukum dipimpin oleh Managing Partner IntegraLaw, Budiarmanto Setyo Hutomo, bersama tim korporat dan mergers and acquisitions (M&A).
Budiarmanto menilai kondisi ekonomi saat ini tidak semestinya hanya dipandang sebagai tantangan. Menurutnya, dengan strategi bisnis yang tepat serta kalkulasi dan mitigasi risiko hukum yang matang, situasi ekonomi justru dapat menjadi momentum untuk memperluas kapasitas perusahaan.
“Dengan strategi, kalkulasi hukum, dan langkah yang terukur, kondisi ekonomi saat ini bukanlah sebuah hambatan, melainkan peluang untuk melebarkan kapasitas yang jauh lebih besar. Kami hadir untuk memastikan proses transisi dan ekspansi ini dapat berjalan dengan mitigasi risiko yang matang,” ujar Budiarmanto.
Perjanjian senilai Rp200 miliar tersebut menjadi bagian dari strategi pengembangan PT Afis Prima Perdana untuk memperkuat posisi di sektor healthcare nutritional.
Dalam materi perusahaan, sektor tersebut disebut memiliki potensi kapitalisasi pasar hingga sekitar Rp400 triliun. Potensi itu menjadi salah satu pertimbangan perseroan untuk mengembangkan bisnis secara lebih agresif sekaligus membangun fondasi perusahaan sebelum memasuki pasar modal.
Pengembangan bisnis tidak hanya berfokus pada ekspansi kapasitas produksi. PT Afis Prima Perdana juga mendorong penguatan riset, tata kelola perusahaan, pengembangan produk, hingga strategi komersialisasi.
Dalam prosesnya, transaksi turut melibatkan Integra Professional Group (IPG) dan CakraHealth. Perseroan juga menggandeng sejumlah perguruan tinggi untuk mendukung kegiatan riset klinis serta penyusunan strategi komersialisasi.
Kolaborasi tersebut mempertemukan berbagai sektor, mulai dari firma hukum, konsultan korporasi dan finansial, sektor kesehatan, hingga kalangan akademisi.
Sinergi lintas sektor ini diharapkan mampu memperkuat fundamental PT Afis Prima Perdana, terutama dalam aspek riset klinis, tata kelola, pengembangan bisnis, dan komersialisasi produk.
Strategi ekspansi dan divestasi yang dilakukan PT Afis Prima Perdana juga diarahkan sebagai bagian dari persiapan menuju tahap pengembangan bisnis yang lebih besar.
Rencana IPO menjadi salah satu agenda jangka panjang perseroan. Karena itu, penguatan struktur bisnis, tata kelola, kapasitas perusahaan, serta pengelolaan risiko menjadi aspek penting yang perlu dipersiapkan sejak awal.
Bagi IntegraLaw, keterlibatan dalam transaksi Rp200 miliar ini sekaligus menjadi bagian dari komitmen perusahaan dalam memberikan pendampingan hukum terhadap berbagai aksi korporasi.