INDUSTRY.co.id - JAKARTA – PT VENTENY Fortuna International Tbk (VTNY) membukukan pendapatan bersih Rp105,8 miliar sepanjang semester I 2026. Angka tersebut naik tipis 1,8% secara tahunan (year-on-year/YoY), di tengah persaingan industri pembiayaan dan layanan keuangan digital yang semakin dinamis.

Capaian tersebut disampaikan manajemen VENTENY dalam Public Expose Live 2026 dalam rangka 49 tahun diaktifkannya kembali Pasar Modal Indonesia yang digelar atas undangan Bursa Efek Indonesia (BEI).

Di balik pertumbuhan pendapatan yang relatif moderat, lini B2B Financial Services menjadi mesin utama perseroan. Segmen ini menyumbang Rp60,9 miliar atau 57,5% dari total pendapatan VENTENY pada semester I 2026. Pendapatan dari bisnis tersebut tumbuh 8,1% YoY.

Pertumbuhan itu ditopang meningkatnya kebutuhan solusi pembiayaan bagi pelaku usaha, terutama segmen usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) serta korporasi. VENTENY mengandalkan teknologi dan penguatan jaringan ekosistem untuk memperluas akses terhadap pembiayaan produktif.

Namun, perusahaan tidak sekadar mengejar ekspansi penyaluran pembiayaan. VENTENY menegaskan akan menjaga pertumbuhan secara prudent dengan mempertahankan kualitas portofolio dan mengantisipasi risiko kredit yang dapat menekan kinerja keuangan.

Di sisi lain, lini B2B2E melalui VENTENY Employee Super App mencatatkan pendapatan Rp44,9 miliar atau berkontribusi 42,5% terhadap total pendapatan semester I 2026. Segmen ini menjadi salah satu tumpuan perseroan untuk memperluas sumber pendapatan berbasis ekosistem digital.

Kaleb Solaiman, Group CFO VENTENY, mengatakan perseroan tidak hanya melihat kinerja semester I 2026 dari pertumbuhan pendapatan, tetapi juga dari penguatan fundamental bisnis.

“Kami melihat Semester I 2026 bukan hanya dari pencapaian revenue, tetapi juga dari bagaimana kami terus memperkuat fundamental bisnis VENTENY. B2B Financial Services dan B2B2E Employee Super App memiliki karakteristik yang berbeda, namun keduanya saling melengkapi dalam membangun ekosistem VENTENY,” ujar Kaleb.

Menurut dia, lini Financial Services berperan memberikan akses terhadap pembiayaan produktif, sementara Employee Super App memperluas konektivitas VENTENY dengan perusahaan dan karyawan.

Memasuki semester II 2026, VENTENY akan mengarahkan strategi pada penguatan bisnis inti, perluasan ekosistem, serta peningkatan kualitas monetisasi. Fokus tersebut menunjukkan perseroan mulai menempatkan kualitas pertumbuhan sebagai prioritas, bukan sekadar mengejar kenaikan volume bisnis.

Dari sisi bisnis inti, VENTENY akan mendorong pengembangan produk teknologi yang mampu menghasilkan margin lebih tinggi. Perseroan juga memperketat manajemen risiko kredit untuk menjaga perputaran modal tetap optimal sekaligus menekan potensi gagal bayar.

Strategi tersebut menjadi penting karena ekspansi pembiayaan membawa konsekuensi terhadap kebutuhan modal dan kualitas aset. Karena itu, VENTENY juga berupaya memperluas jaringan penyaluran sekaligus memperkuat sumber pendanaan modal melalui strategic partnership dan dukungan mitra lokal.

Pada bisnis Employee Super App, perusahaan akan mengoptimalkan basis pengguna dan jaringan perusahaan yang telah terbentuk. Peningkatan penetrasi produk, frekuensi penggunaan, hingga monetisasi menjadi kunci untuk meningkatkan kontribusi segmen B2B2E terhadap pendapatan.

Kaleb menegaskan, arah bisnis VENTENY ke depan tidak hanya mengejar pertumbuhan dalam jangka pendek.

“Kami ingin memastikan bahwa setiap strategi yang dilakukan tidak hanya menghasilkan pertumbuhan jangka pendek, tetapi juga membangun recurring value dan memperkuat posisi VENTENY dalam jangka panjang,” kata Kaleb.

Dengan pendapatan yang tumbuh tipis secara konsolidasi tetapi ditopang pertumbuhan lebih tinggi pada bisnis Financial Services, tantangan VENTENY pada paruh kedua tahun ini adalah mengonversi ekspansi ekosistem menjadi monetisasi yang lebih kuat.

Perseroan juga perlu menjaga keseimbangan antara agresivitas pertumbuhan pembiayaan, kualitas portofolio, dan ketersediaan pendanaan. Jika mampu menjaga tiga faktor tersebut, strategi diversifikasi antara layanan keuangan B2B dan platform B2B2E berpotensi menjadi fondasi pertumbuhan VENTENY yang lebih berkelanjutan.