INDUSTRY.co.id - Ketua Ikatan Dokter Indonesia (IDI) dr Daeng M. Faqih mengatakan agar masyarakat tak terlalu khawatir beraktivitas kendati saat ini telah ada kasus virus corona di Indonesia.
Menurut dr Daeng, Corona telah ditetapkan sebagai pandemi oleh WHO dan 3/4 belahan bumi telah terdampak virus ini serta penularan virus ini yang cepat, namun jelas dr Daeng tingkat kematian yang ditimbulkannya relatif kecil.
Bahkan Dia meyakini tak lebih berbahaya ketimbang penyakit yang menyerang saluran pernapasan lainnya seperti TBC.
"Virus Corona angka kematiannya cuma 2-3 persen. Kecil sekali. Artinya 97 persen sembuh. Makanya dengan tingkat kematian yang kecil, masyarakat jangan terlalu panik lah," kata dr Daeng dilansir dari laman Detikcom Jumat (13/3).
Daeng juga menjelaskan agar masyarakat tak panik, masyarakat perlu mengetahui mengenai Corona dan langkah pencegahannya, seperti sering mencuci tangan dan jangan memegang area wajah termasuk mata, hidung, dan mulut dalam kondisi tangan kotor.
Ia juga mengatakan, orang yang mengisolasi diri dengan tinggal di rumah adalah orang yang sakit.
Sementara yang sehat diharapkan tetap beraktivitas normal.
Menurut Daeng, pasien Corona yang meninggal itu karena adanya penyakit yang sebelumnya telah bersarang di tubuhnya, penyebab utamanya bukan karena Corona.
"Yang tidak punya penyakit penyerta dan imunitasnya bagus, tingkat kesembuhan tinggi," ujar Daeng.
Lebih lanjut terkait adanya imbauan dari Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta yang membatasi kegiatan di ruang publik, pihak IDI mengaku belum mengeluarkan kebijakan serupa.
"Dari kami belum ada kebijakan untuk melarang pertemuan-pertemuan. Yang kami sarankan, yang sakit tolong pakai masker dan di rumah, " pungkasnya.