Menteri Basuki: Banjir Jakarta Tak Hanya Tanggung Jawab Pemprov DKI Jakarta Tapi Juga Pemerintah Pusat

Oleh : Hariyanto | Rabu, 26 Februari 2020 - 17:48 WIB

Menteri PUPR Basuki Hadimuljono
Menteri PUPR Basuki Hadimuljono

INDUSTRY.co.id - Jakarta - Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Basuki Hadimuljono mengatakan, banjir yang terjadi di sejumlah wilayah Jakarta pada Selasa (25/2/2020) pagi terjadi lantaran kapasitas drainase yang lebih kecil dari curah hujan.

"Kalau menurut saya banjir Jakarta terjadi lantaran kondisi sungainya yang status siaga 2 di Manggarai dan Karet, sedangkan yang lain masih (siaga) 4 dan 3. Jadi memang kapasitas drainasenya lebih kecil dari volume air dan kapasitas hujannya," kata Menteri Basuki.

Untuk itu, lanjut Menteri Basuki, pemerintah pusat terus berupaya mengatasi banjir di ibu kota. Menurutnya, banjir yang terjadi bukan hanya tanggung jawab pemerintah provinsi DKI Jakarta melainkan juga pemerintah pusat. Menteri Basuki meminta agar tidak ada perbedaan kewenangan dalam menangani banjir Jakarta.

"Kalau soal ibu kota negara, semua bertanggung jawab termasuk saya. Jangan dibeda-bedakan kewenangan karena ini ibu kota negara, yang penting jangan ada duplikasi pekerjaan," ujar Menteri Basuki.

Basuki mengatakan, pihaknya telah menyiapkan pompa mobile untuk mengantisipasi hujan deras yang diprediksi masih akan terus terjadi selama beberapa waktu ke depan. 

Menteri Basuki juga telah meminta pada Menteri BUMN Erick Thohir agar membeli pompa mobile demi kebutuhan selama musim hujan. Sementara untuk pemeliharaan pompa, Basuki menyebut hal itu menjadi kewenangan Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan.

"Pompa-pompa yang terkait jalan nasional kita serahkan semua pada Gubernur Anies. Kita serahkan agar beliau bisa manage di satu tangan. Semua APBN kita serahkan supaya dikelola mereka," ucap Basuki.

Sementara untuk jangka panjang, Basuki berencana membangun rumah pompa di sejumlah lokasi. Pembangunan rumah pompa yang membutuhkan biaya Rp400 hingga Rp500 miliar ini ditargetkan rampung tahun depan.

"Kami buat pompa di Sentiong, di hilir pompa Ancol, makanya kalau lagi pasang, Kali Item banjir. Sekarang sudah tender ini mau dibikin pintu kalau air laut pasang enggak bisa masuk. Mudah-mudahan tahun depan selesai karena pompanya besar sekali," terangnya

Hujan deras yang mengguyur Jakarta dari Senin (24/2/2020) malam hingga Selasa pagi (25/2/2020) membuat sejumlah ruas jalan tergenang. Beberapa jalan dialihkan karena tidak bisa dilintasi kendaraan bermotor. 

Komentar Berita

Industri Hari Ini

Pernikahan (Foto Dok Ist)

Selasa, 31 Maret 2020 - 20:48 WIB

Ingin Sah Secara Online? Ikuti Petunjuk Nikah Berikut Ini...

Pemerintah telah memperpanjang sistem bekerja dari rumah atau work from home (WFH) PNS sampai 21 April 2020. Bagi Kementerian Agama, kebijakan ini berdampak juga pada layanan di Kantor Urusan…

Alat Pelindung Diri (APD)

Selasa, 31 Maret 2020 - 20:20 WIB

Penambahan Produksi APD Digenjot Hingga 17 Juta Unit per Bulan

"Kami berharap, produsen ini akan mampu memenuhi produksi 16-17 juta unit APD per bulan dan untuk baju medis atau surgical gown sebesar 508.800 paket per bulan,"

Platnas Cipayung Jakarta (Foto Ist)

Selasa, 31 Maret 2020 - 20:03 WIB

Hasil Rapid Test: Atlet Pelatnas Cipayung Negatif Covid-19

Seluruh atlet yang berada di Pelatnas Cipayung dipastikan negatif Covid-19 setelah menjalani rapid test, termasuk tim All England 2020 yang dua pekan lalu kembali dari Birmingham, Inggris. Selain…

Bank BCA

Selasa, 31 Maret 2020 - 19:10 WIB

BCA Beri Keringanan ke Nasabah Terdampak Corona

Bank Central Asia (BCA) memberikan kelonggaran atas cicilan kredit akibat adanya wabah Corona. Kebijakan tersebut selaras dengan harapan pemerintah.

Ikatan Jurnalis Televisi Indonesia

Selasa, 31 Maret 2020 - 19:00 WIB

Pedoman Jurnalis TV Terkait Pemberitaan Virus Covid-19

Penyebaran Covid-19 di tanah air terus bertambah. Hingga saat ini berdasarkan data per Kamis, 19 Maret 2020, pukul 12.00 WIB tercatat jumlah pasien positif terinfeksi Covid-19 sebanyak 309 kasus.…