INDUSTRY.co.id - Pekanbaru- Presiden Indonesia, Joko Widodo melakukan kunjungan kerja ke Pekanbaru. Salah satu Proyek Strategis Nasional yang turut di tinjau adalah Jalan Tol Trans Sumatera (JTTS) ruas Pekanbaru - Dumai yang sedang digarap dan dikembangkan oleh PT Hutama Karya (Persero) (Hutama Karya) pada hari ini, Jumat (21/2/2020).
Didampingi oleh Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Basuki Hadimuljono; Kepala BPJT Danang Parikesit; serta Direktur Utama Hutama Karya, Bintang Perbowo.
Bertempat di Gerbang Tol Pekanbaru, dalam kunjungannya Jokowi melakukan pengecekan progres tol pertama di Riau sebelum nanti diresmikan. Presiden Joko Widodo mengatakan baik pemerintah maupun masyarakat punya harapan besar dengan akan dioperasionalkannya tol Permai terutama dari sisi mobilisasi.
"Diharapkan dengan dioperasionalkannya tol ini semuanya akan menjadi lebih cepat. Angkutan barang cepat, angkutan orang juga bisa menjadi lebih cepat. Makanya operasional tol juga kita harapkan lebih cepat," kata Jokowi.
Dalam kunjungan kerjanya, Presiden Jokowi menghabiskan waktu sekitar 20 menit. Selain mendengarkan paparan progress ruas tol, Jokowi juga melakukan peninjauan di pintu gerbang tol Pekanbaru di Muara Fajar.
"Saya juga sudah mendapat penjelasan dari pihak HK, bahwa mereka menyanggupi akhir April ini tol Pekanbaru-Dumai sudah bisa dioperasionalkan," katanya.
Hutama Karya selaku pengembang Jalan Tol Trans Sumatra (JTTS) terus melakukan upaya terbaiknya untuk menyelesaikan pembangunan jalan tol ruas Pekanbaru-Dumai (Permai) dengan tepat waktu dan mutu. Ruas tol dengan panjang 131km dan terbagi menjadi enam seksi ini ditargetkan selesai pembangunan konstruksinya sebelum Mudik Lebaran 2020.
SEVP Sekretaris Perusahaan Hutama Karya, Muhammad Fauzan menyampaikan bahwa progress jalan tol ruas Permai berjalan relatif cepat. "Jalan tol Permai mulai dibangun pada tahun 2017, dan kita selesaikan segera sehingga dapat digunakan masyarakat pada Mudik Lebaran tahun ini. Pembangunannya bisa dikatakan sudah cepat. Saat ini progress total 90% lebih,” jelas Fauzan.
Ruas ini juga menjadi begitu istimewa karena selain diperuntukkan bagi kendaraan roda empat, disediakan pula tak kurang dari 5 perlintasan underpass khusus untuk hewan besar khas Sumatera, yaitu gajah. Jalan tol ini memang melewati habitat gajah di Kabupaten Bengkalis. Underpass disiapkan agar jalur jelajah gajah tidak terputus, dengan demikian biodiversity Sumatera akan terpelihara. Untuk merancang jalur perlintasan gajah melalui underpass tersebut, Hutama Karya berkoordinasi dengan Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam