10 BUMN Sekarat Bakal Digulingkan Erick Thohir

Oleh : Ridwan | Jumat, 21 Februari 2020 - 13:30 WIB

Menteri BUMN Erick Thohir
Menteri BUMN Erick Thohir

INDUSTRY.co.id - Jakarta - Menteri BUMN Erick Thohir menyatakan tengah mengelompokkan BUMN, termasuk BUMN yang menyandang status sekarat. BUMN jenis ini ialah perusahaan yang secara bisnis dan keuangan terus melorot.

"Ini yang kita kategorikan yang namanya dead-weight atau tidak lain bahwa secara bisnis, nilai ekonomi dan pelayanan publik, dan keuangan yang terus merosot," kata Erick dalam rapat kerja Komisi VI DPR RI, Jakarta (20/2/2020).

Ia pun mencontohkan salah satu BUMN itu ialah PT Industri Sandang Nusantara (Persero). Dia mengatakan, perusahaan ini sudah tidak bisa berkompetisi.

"Kita contohkan seperti Industri Sandang Nusantara ini sudah tidak maksimal, tidak kompetisi, tapi sayang sekali asetnya masih ada. Tapi kalau aset dan lain-lain dianggurkan seperti juga Merpati menjadi barang tidak berharga bahkan pegawainya tidak ada," paparnya.

Tak hanya itu, ia juga menyebut PT Kertas Kraft Aceh (Persero) yang menyandang status 'sekarat'.

"Ini yang memang ketakutan kalau penghapusan ada kategori merugikan negara. Kertas Kraft Aceh ini juga sama. Hal-hal seperti ini yang saya tak mau terjebak," paparnya.

Lebih lanjut, Erick mengatakan, tengah mencari jalan keluar atas perusahaan sekarat ini. Dia mempunyai sejumlah opsi, dari penyehatan hingga likuidasi.

"Nanti kita putuskan apakah bisa disehatkan, apakah core bisnis bisa diperbaiki atau masuk kategori lainnya. Kalau tidak memang pilihannya mohon maaf dengan segala kerendahan hati, kalau harus dilikuidiasi memang harus dilikuidasi," ungkapnya.

Erick menambahkan, masih ada perusahaan yang menyandang status tidak sehat. Perusahaan itu ialah PT PANN lantaran hanya memiliki 7 karyawan.

"Tadi kan salah satu yang disebutkan sama Komisi VI PANN pegawainya tujuh ada dua bisnis hotel, jadi dari hasil bisnis hotel itu bagi hasil dengan mitra, menjadi uang, itu dipakai buat kegiatan. Hal-hal seperti itu kan ke depan kita perbaiki apalagi nanti ada holding hotel nanti bisa digabungkan," katanya.

"Kita sedang menunggu keputusan Presiden dan Ibu Menkeu supaya BUMN bisa me-merger dan likuidasi," terangnya.

Erick mencatat ada10 perusahaan pelat merah yang sekarat. Perusahaan ini kemungkinan ditutup atau digabungkan (merger).

Namun, saat ini pihaknya masih meninjau kembali kondisi atau kinerja seluruh BUMN agar diketahui ada berapa yang berstatus dead-weight atau 'sekarat'. Ia menegaskan, pihaknya tak mau asal menutup.

"Ya kan nggak bisa grasa-grusu. Maksudnya kalau sudah dapat, sekarang kan kita sudah mulai mapping. Tapi yang pasti mungkin kalau itu dapat, 5-10 bisa langsung," kata Erick.

Untuk mengeksekusi BUMN itu, Erick masih menunggu payung hukum berupa Peraturan Presiden (Perpres). Seharusnya, Perpres untuk menetapkan nasib para BUMN sekarat ini terbit pekan ini. Namun, ada hambatan dan mungkin terbit pekan depan.

"Kemarin. Ya kemarin targetnya. Targetnya kemarin. Cuma karena belum ya nunggu minggu depan," tuturnya.

Meski berhati-hati, Erick juga tak mau proses pembersihan BUMN sekarat ini berjalan terlalu lama. Harapannya, BUMN ini bisa dilikuidasi atau di-merger sebelum pertengahan 2020.

"Kalau bisa lebih cepat," ucapnya.

Komentar Berita

Industri Hari Ini

#samasamadirumah hastag viral aplikasi tiktok

Rabu, 08 April 2020 - 00:05 WIB

Hastag #SamaSamaDiRumah Dilihat 800 juta kali, Berikut 6 Konten Keseruan di Aplikasi TikTok

Sembari mengikuti anjuran pemerintah untuk di rumah selama pandemi COVID-19 ini, TikTok menyajikan beberapa konten dan program dalam #SamaSamaDiRumah. Di TikTok, hashtag ini ternyata sudah mendapat…

On Robot

Selasa, 07 April 2020 - 22:25 WIB

OnRobot Soft Gripper Brings Highly Flexible, Food-Grade-Certified Handling to Challenging Pick-and-Place Applications

The new OnRobot food-grade Soft Gripper is able to pick a wide array of irregular shapes and delicate items in food and beverage, cosmetics and pharmaceuticals production, as well as manufacturing…

Atal Depari Ketum PWI

Selasa, 07 April 2020 - 22:15 WIB

Lindungi Wartawan, Ketum PWI Atal Depari: Panduan Peliputan Wabah Covid-19 Berlaku Mulai Rabu 8 April 2020

Wartawan yang akan meliput wabah Covid-19 harus memiliki pengetahuan yang memadai mengenai Covid-19. Selain itu wartawan yang sedang dalam status diduga atau dalam pengawasan penyakit Covid-19…

Prajogo Pangestu

Selasa, 07 April 2020 - 21:36 WIB

Tambah Rp10 miliar, Total Gelontoran Sumbangan Covid-19 Prajogo Pangestu Capai Rp40 miliar

Prajogo Pangestu, Founder dan Chairman Barito Pacific Group kembali menyalurkan bantuan untuk penanganan pandemi COVID-19 sebesar Rp 10 Miliar. Bantuan dikirimkan ke Yayasan BUMN Hadir Untuk…

Kuehne + Nagel

Selasa, 07 April 2020 - 21:05 WIB

Kuehne + Nagel launches eShipAsia to meet the logistics needs of Intra-Asia shippers

Kuehne + Nagel launches eShipAsia – an online logistics platform enabling Intra-Asia shippers to optimise every shipment based on the route, transit time and cost instantly.