Ketua MPR Cemas Berkembangnya Kejahatan Korporasi

Oleh : Herry Barus | Minggu, 19 Januari 2020 - 08:00 WIB

Bambang Soesatyo Ketua DPR RI (Foto Dok Industry.co.id)
Bambang Soesatyo Ketua DPR RI (Foto Dok Industry.co.id)

INDUSTRY.co.id - Jakarta-Pola pengungkapan kasus dugaan korupsi di tubuh PT Jiwasraya dan PT Asabri cukup telak menggambarkan kelemahan dan kekurangan yang melekat pada institusi penegak hukum dan instrumen pengawas jasa keuangan di dalam negeri. Karena itu, Ketua MPR Bambang Soesatyo (Bamsoet)  mendorong institusi penegak hukum agar  terus meningkatkan kapabilitas dan kompetensi memahami kejahatan korporasi.

Mantan Ketua DPR RI dan Mantan Ketua Komisi III DPR RI ini prihatin karena kejahatan korporasi yang diotaki oleh pimpinan manajemen kedua BUMN itu baru bisa diungkap belakangan ini. Juga sangat disayangkan karena pengungkapan kedua kasus dugaan korupsi itu bukan oleh inisiatif maupun kerja penegak hukum, melainkan oleh pemerintah.

Padahal, durasi kejahatan korporasi itu sudah berlangsung sejak beberapa tahun lalu. Indikator kejahatan atau penyimpangan investasi dana publik itu pun telah diperkuat oleh laporan Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) beberapa tahun lalu. 

Bahkan, sudah bertahun-tahun pula indikator kejahatan itu mengemuka di ruang publik, khususnya pada komunitas pasar modal. Sayangnya, selama itu pula penegak hukum dan instrumen pengawas jasa keuangan tidak segera bertindak melakukan pencegahan atau penindakan.

Jiwasraya, misalnya, telah membukukan laba semu sejak tahun 2006 dengan merekayasa akuntansi. Sejak 2015, Jiwasraya menjual produk tabungan dengan tingkat bunga sangat tinggi, di atas bunga deposito dan obligasi. Hasil jualan produk tabungan itu diinvestasikan pada instrumen saham dan reksadana kualitas rendah yang mengakibatkan terjadinya negative spread. Per 2017,  Jiwasraya lagi-lagi diketahui merekayasa laporan keuangan, yakni mengaku untung padahal rugi karena kekurangan pencadangan Rp 7,7 triliun.

Semua indikator yang menggambarkan ketidakwajaran ini pasti bertebaran di ruang publik dan menjadi bahan obrolan para manajer investasi. Misalnya, pertanyaan tentang mengapa Otoritas Jasa Keuangan (OJK) tidak segera bertindak? Pergunjingan ini mestinya menjadi informasi berharga bagi penegak hukum untuk mencermati modus kejahatan korporasi itu.

Sayang, informasi berharga tentang kejahatan korporasi itu tidak direspons sebagaimana seharusnya, baik oleh penegak hukum maupun instrumen pengawas seperti OJK. Untuk mencegah berulangnya kejahatan serupa di kemudian hari, Ketua MPR mendorong semua institusi penegak hukum meningkatkan kapabilitas dan kompetensi memahami kejahatan korporasi.

Sebab, kalau kejahatan korporasi seperti ini tidak segera direspons pada waktunya oleh mekanisme pengawasan dan sistem hukum, bisa muncul kesan adanya pembiaran oleh penegak hukum dan instrumen pengawasan. Kalau kesan pembiaran itu muncul, hancurlah iklim investasi di Indonesia karena ambruknya kepercayaan investor, baik asing maupun lokal.

 

Komentar Berita

Industri Hari Ini

Wibawa Prasetya, Dosen Fakultas Teknik Atma Jaya (kanan), berhasil meraih promosi doktor dari Universitas Negeri Jakarta, usai Sidang Senat Terbuka yang berlangsung di Kampus Universitas Negeri Jakarta, Senin (24/2/2020).

Selasa, 25 Februari 2020 - 05:13 WIB

Mengangkat Masalah Tingkat Turnover Karyawan, Dosen Atma Jaya Ini Lulus Doktor dengan Predikat Sangat Memuaskan

Wibawa Prasetya, Dosen Fakultas Teknik Atma Jaya, berhasil meraih promosi doktor dari Universitas Negeri Jakarta. Pria Kelahiran Jogjakarta, 30 Juni 1962, itu, mengangkat disertasinya dengan…

Pabrik Ban Hankook Tire Indonesia

Senin, 24 Februari 2020 - 23:27 WIB

Penjualan Ban Meningkat, Hankook Tire Raih Laba Operasional sebesar KRW 6,896.4 triliun

Produsen ban global terkemuka, Hankook Tire minggu lalu mengumumkan pencapaian finansial perusahaan tahun 2019 dengan penjualan konsolidasi global yang mencapai KRW 6,896.4 triliun, serta perolehan…

Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo

Senin, 24 Februari 2020 - 23:12 WIB

Petani Masuk Sekolah Ciptakan Kesejahteraan

Menteri Pertanian (Mentan) Syahrul Yasin Limpo menghadiri rapat kerja yang digelar Komite II DPD RI di Ruang Rapat Komite II Gedung B DPD, Jakarta, Senin (24/2).

Rektor USU Prof Dr Runtung SH MHum (kiri) menyampaikan apresiasi atas prestasi akademik Kombes Pol Dro Sandi Nugroho SIK SH MHum (tengah) selaku wisudawan terbaik Program Doktor (S3), Senin (24/2) di Kampus USU Medan.

Senin, 24 Februari 2020 - 22:38 WIB

Kombes Pol Dro Sandi Nugroho SIK SH MHum Raih Gelar Wisudawan Doktoral Terbaik USU Medan

Rektor USU Prof Dr Runtung SH MHum menyampaikan apresiasi atas prestasi akademik Kombes Pol Dr Sandi Nugroho SIK SH MHum selaku wisudawan terbaik Program Doktor (S3), Senin (24/2) di Kampus…

imoo Watch Phone

Senin, 24 Februari 2020 - 22:18 WIB

imoo Watch Phone Jam Tangan Pintar yang Memiliki GPS

Jam tangan pintar selain untuk GPS, memungkinkan anak melakukan panggilan kepada orang tua mereka, video call, dengan pengaturan parent control. Sistem melacak lokasi anak pun cukup canggih…