INDUSTRY.co.id, Davao City - Kementerian Pariwisata, tak gencar untuk mempromosikan Wonderful Indonesia untuk membawa para wisatawa mancanegara berkunjung ke Indonesia. Melalui promosi Wonderful lndonesia pada 1st Indonesian Food and Beverages Expo (IFBE) 2017 dan Indonesian Culinary Festival (ICF) di Davao City.

Advertisement

Melalui momentum ini, Kemenpar menargetkan wisman asal Filipina yang tahun ini dipatok sebanyak 217.000 orang, tetapi juga untuk mancapai target wisman nasional sebesar 15 juta orang.

Menurut Kabid Festival pada Asdep Pengembangan Pasar Asean Deputi P3M Kemenpar Budihardjanti mengatakan, dalam siaran persnya yang diterima Industry.co.id, Minggu (19/3/2017), promosi Wonderful Indonesia di Davao ini bagian dari upaya menarik wistawan Filipina untuk datang ke Indonesia.

Advertisement

Dari pihak Kemenpar, kata dia, terus mendorong operator penerbangan untuk membuka rute Manado-Davao.

Ia optimis, dengan adanya penerbangan langsung ini, jumlah turis Filipina yang datang ke Indonesia akan meningkat.

Advertisement

"Jarak Manado-Davao sangat dekat, tidak sampai 1.000 km atau sekitar 90 menit terbang dengan Boeing 737-800," ujar Budi.

Apalagi, kata Budi, atraksi wisata di Sulut umumnya sudah berkelas dunia. Wisata baharinya kuat, baik 'underwater' maupun bentang pantainya.

Advertisement

"Jadi pembukaan rute Manado-Davao ini menjadi solusi menarik wisatawan Filipina, karena aksesnya dekat ke Pulau Cebu, Davao. Turis di sana bisa ditarik juga ke Manado," katanya.

Sementara Konsul Jenderal Republik Indonesia (KJRI) di Davao Berlian Napitupulu mengatakan, IFBE dan ICF digelar dalam rangka meningkatkan hubungan dan kerja sama antara Indonesia dengan Filipina Selatan, khususnya di bidang ekonomi, pariwisata, dan budaya.

"We will make some noise in order for us to be heard," papar diplomat yang pernah berkarir di KBRI Moskow ini.

Berlian menjelaskan, upaya yang sedang dilakukan KJRI Davao City untuk memajukan hubungan dan kerjasama Indonesia-Filipina, antara lain melalui penyelenggarakan 10 kegiatan promosi dagang, kuliner, kebudayaan dan pariwisata di Filipina Selatan. Ia juga berharap agar lebih banyak perdagangan langsung antara kedua negara, karena sebagian produk Indonesia di pasar Filipina masuk melalui negara ketiga.

Budi menambahkan, selain menggelar pentas seni dan budaya serta pameran pariwisata Indonesia, ICF diisi dengan berbagai kegiatan, antara lain demo masak masakan Indonesia yang dibawakan Chef Joko Wiyono dan Chef Muhammad Solihin.

"Sebagian dari menu yang disajikan memang tidak asing bagi sebagian masyarakat Davao, namun dalam gelaran ICF ini terasa istimewa karena dibuat oleh chef yang berpengalaman secara Internasional," pungkas Budihardjanti.