Kementan Koneksikan Jaringan dan Informasi Pertanian Seluruh Indonesia

Oleh : Wiyanto | Jumat, 06 Desember 2019 - 15:17 WIB

Petani desa di tengah sawah (Foto: Dok Industry.co.id)
Petani desa di tengah sawah (Foto: Dok Industry.co.id)

INDUSTRY.co.id - Bogor – Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo berulang kali menyebutkan komitmennya untuk membangun pertanian modern berbasis manajemen teknologi informasi yang kuat. Komitmen tersebut sudah mulai menampakkan hasil.

Kementerian Pertanian (Kementan) melalui Badan Penelitian dan Pengembangan Pertanian (Balitbangtan) saat ini sudah memiliki model percontohan Agriculture War Room (AWR) yang nantinya akan digunakan sebagai model untuk AWR di kantor pusat Kementan maupun Agriculture Operational Room (AOR) yang akan dibangun di seluruh wilayah Indonesia.

“AWR adalah strategi baru Kementan untuk membangun pertanian kita melalui pendekatan digital dan sekaligus membawa kita ke Pertanian 4.0,” ungkap Syahrul saat mengunjungi AWR Balitbangtan di Kampus Penelitian Pertanian, Cimanggu, Bogor, pada Kamis (12/5/2019) pagi.

Menurut Syahrul, AWR akan menjadi pusat pembangunan pertanian yang secara langsung akan dipantau dan dikendalinya oleh dirinya bersama tim. Nantinya AWR terkoneksi dengan AOR yang tersebar di semua wilayah Indonesia, dari tingkat provinsi hingga kecamatan.

“Setiap war room di daerah akan memiliki kamera CCTV, sehingga kita bisa memantau langsung kegiatan di lapangan. Ini penting dilakukan karena semua pembicaraan kita tentang pertanian harus dilakukan di lapangan,” beber Syahrul.

Balitbangtan selalu penanggung jawab desain AWR telah menyiapkan model percontohannya. Kepala Balitbangtan Fadjry Djufry menjelaskan semua war room dari pusat hingga daerah nanti harus dipastikan terkoneksi dengan baik.

“Untuk bisa mengkoneksikan semua war room, perlu melibatkan semua unit kerja baik di pusat, provinsi, sampai kecamatan,” sebut Fadjry.

Dengan terkoneksinya war room di seluruh wilayah, Fadjry pemerintah pusat akan lebih mudah memantau kegiatan pembangunan pertanian di daerah. Untuk mempermudah pemantauan, setiap war room di daerah akan dipasang kamera yang dilengkapi teknologi pencitraan.

“Bisa dibayangkan betapa besarnya big data yang kita miliki. Dengan kamera pencitraan berkualitas tinggi, kita bisa mengetahui berapa luas tanah. Kita juga bisa memprediksi pupuk yang dibutuhkan dan luas tanam. Akurasinya cukup bagus dan kita bisa memantau menit per menit,” ucapnya.

Konsep War Room ini juga terintegrasi dengan program Konstra Tani. Program yang merupakan kependekan dari Komando Strategis Pembangunan Pertanian itu merupakan program gebrakan lainnya dari Syahrul. Konstra Tani sebagai pasukan khusus di tingkat kecamatan terdiri dari penyuluh-penyuluh. Di tingkat kecamatan akan berbentuk Konstra Tani, di Kabupaten Konstra Daerah dan di Provinsi berupa Konstra Wilayah dan di Pusat bernama Konstra Nasional.

Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan Sumber Daya Manusia Pertanian (BPPSDMP) Dedi Nursyamsi menyebutkan saat ini pihaknya sudah mulai menggerakkan Konstra Tani yang tersebar di 34 provinsi Indonesia.

“Tahun 2019 ini, kita menggarap 534 Konstra Tani, terdiri dari 34 Konstra Wilayah, 100 Konstra Daerah, dan 400 Konstra Tani di tingkat kecamatan. Saat ini prosesnya sedang berjalan,” ujar Dedi.

Sesuai dengan target yang telah ditetapkan oleh Syahrul, semua war room di semua wilayah sudah harus tersambung dengan AWR yang bertempat di kantor pusat Kementan pada akhir Januari 2020 mendatang.

“Untuk mengejar target tersebut, kami sedang mempersiapkan peralatan-peralatannya. Selain itu, pelatihan bagi para penyuluh juga sedang berjalan sehingga nantinya mereka bisa memanfaatan peralatan secara maksimal, dan juga mengelola statistik pertanian,” jelas Dedi.

Komentar Berita

Industri Hari Ini

Ilustrasi UMKM di Indonesia (Michael Eko Hardianto/Getty Images)

Minggu, 16 Agustus 2020 - 00:28 WIB

Lama Dirahasiakan! Ternyata 5 Hal Ini Perlu DIketahui Pelaku UMKM

Jakara-Permasalahan ekonomi yang diakibatkan oleh Pandemi COVID-19 memberikan dampak negatif bagi para pelaku usaha di Tanah Air, termasuk pelaku usaha mikro, kecil dan menengah (UMKM).

Presiden Joko Widodo berpose bersama jajaran pimpinan Dewan Koperasi Indonesia (Dekopin) usai audiensi di depan Istana Negara, Jakarta, Senin (7/1/2019). Sumber Foto: Dokumen Setjen Dekopin

Minggu, 16 Agustus 2020 - 00:17 WIB

Dekopinda Jawa Tengah Rapatkan Barisan, Begini Respons Nurdin Halid

Semarang – Gerakan Koperasi Jawa Tengah merapatkan barisan di tengah situasi sulit akibat pandemi Covid-19 dan gangguan pihak luar yang ingin merongrong kemurnian Gerakan Koperasi Indonesia.…

SUCOFINDO MENYERAHKAN SERTIFIKAT SISTEM MANAJEMEN ANTI PENYUAPAN UNTUK BIO FARMA

Sabtu, 15 Agustus 2020 - 23:10 WIB

Sucofindo Audit Dan Sertifikasi Sistem Manajemen Anti Penyuapan untuk Bio Farma

Bandung, 13/8 – PT SUCOFINDO (Persero) melalui bisnis unit SUCOFINDO International Certification Services (ICS) menyerahkan Sertifikat SNI ISO 37001 : 2016 tentang Sistem Manajemen Anti Penyuapan…

SUCOFINDO PERMUDAH PELANGGAN DENGAN RILIS REMOTE AUDIT JASA SERTIFIKASI DI MASA PANDEMI

Sabtu, 15 Agustus 2020 - 22:34 WIB

Permudah Pelanggan! Sucofindo Perkenalkan Remote Audit Jasa Sertifikasi Di Masa Pandemi

Jakarta, 15/8– PT SUCOFINDO (Persero) memberlakukan Remote Audit untuk jasa Sertifikasi sebagai wujud komitmen perusahaan dalam mencegah penyebaran Covid-19 dengan menegakkan aturan jaga jarak…

Selain Cetak CETAK 24 Ribu Lebih Calon Developer Muda Bank BTN juga meluluskan 168 calon pengembang muda lulusan program Mini MBA in Property

Sabtu, 15 Agustus 2020 - 22:11 WIB

Tak Sekadar Jawara KPR, Bank BUMN Ini Cetak 24 Ribu Lebih Calon Developer Muda

Jakarta-Sukses mencetak lebih dari 24.000 calon developer muda hingga medio Agustus 2020. Puluhan ribu lulusan tersebut merupakan bagian dari program pelatihan di bidang properti yang diinisiasi…